
Air mata Citra mengalir deras di pipi mulusnya.
"Apa ini semua rencana Tuhan agar aku menikah dengan laki-laki brengsek yang sudah merenggut kesucian ku ?" tangis Citra dalam hatinya.
Citra menghapus air matanya dan satu tujuannya saat ini, yaitu menemui Aksa.
Citra yakin, pemecatan Citra ada sangkut pautnya dengan Aksa, karena Aksa yang lebih dulu tahu tentang hal itu.
Citra kembali melangkahkan kaki ke ruangan Aksa.
Citra langsung mengetuk pintu bertuliskan Wakil Direktur.
Tok... tok... tok...
"Masuk !" sahut Aksa dari dalam.
Citra pun langsung membuka pintunya dan masuk. Sedangkan Aksa, tentu saja senyumnya langsung mengembang lebar saat melihat siapa yang datang.
"Wah... kamu datang lebih cepat dari dugaan ku, Citra !!" ucap Aksa menyambut kedatangan Citra.
Citra tidak menjawab. Dia langsung menutup pintunya dan berjalan ke arah Aksa.
Plak !!!
Citra menampar Aksa.
Aksa terkejut dengan tindakan Citra yang berani menampar pipi mulusnya.
__ADS_1
"Itu pantas untuk pria brengsek seperti kamu !!" teriak Citra.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka.
"Siapa yang brengsek ?" tanya Raka saat masuk ke ruangan Aksa dan mendapati seorang wanita sedang memaki Aksa.
"Ck-, kebiasaan banget gak pernah ketuk pintu dulu !!" protes Aksa.
Protes Aksa di abaikan oleh Raka yang lebih fokus pada wanita cantik yang sudah memaki Aksa tadi.
"Siapa Lo ? Berani-beraninya maki kakak gue ?" Tanya Raka intens.
"Kamu gak perlu tahu siapa aku. Nasehati kakak kamu !! Berpendidikan tapi kelakuannya gak berpendidikan sama sekali !!!" ketus Citra dan bergegas ingin keluar dari ruangan itu, namun Aksa menahan tangan nya.
"Citra !! Tunggu !!"
"Pertimbangkan lagi surat itu dengan memikirkan kondisi ibumu. Aku tulus membantumu !!" ucap Aksa.
Citra diam tidak menjawab. Hanya tatapan matanya yang begitu tajam sebelum dia keluar dan membanting pintu ruangan itu karena kesal.
"Siapa perempuan tadi ?" tanya Raka membuyarkan perhatian Aksa.
"Lo gak perlu tahu !! Mulai sekarang kalo mau masuk ruangan gue, ketuk pintu dulu !! Gue gak suka Lo ikut campur urusan gue !!" ucap Aksa.
"Lo kakak gue, dan gue harus tahu siapa wanita yang sudah berani maki-maki kakak gue !!"
"Kakak kandung Lo Ricky, bukan gue !! Lebih baik Lo cari tahu dan ikut campur urusan dia !! Kita cuma sepupu !!" cibir Aksa.
__ADS_1
"Walaupun Lo cuma kakak sepupu gue, tapi gue sudah anggap Lo kakak kandung gue." ucap Raka.
"Hhm.. tapi kasihan tuh si Ricky gak ada yang perhatian sama dia."
"Salahnya sendiri !! Dia sendiri yang menjauh dari keluarga !!" balas Raka.
"Ya udah, Lo ada apa kemari ?" tanya Aksa.
"Gue cuma mau ngabarin dua hari lagi gue berangkat ke Singapura, papa minta gue handle perusahaan disana." Cerita Raka.
"Cuma ngabarin itu doang sampe ke kantor gue ?? Emang Lo gak bisa ngabarin gue lewat telepon aja ??!"
"Sekalian gue mau ketemu sama Lo, kak !! Nanti kan gue lama di Singapura, kita gak akan ketemu dalam waktu yang cukup lama." ucap Raka.
"Ehh, kambing !! Emang kita gak bisa video call ?? Singapore ke Jakarta cuma beberapa jam aja !! Lagian gue bingung, usia udah 23 tahun masih aja nempel sama gue !! Cari pacar sana !!" ucap Aksa.
"Hh !! Percuma pacaran kalau ujung-ujungnya dijodohin sama pilihan keluarga !! Yang ada gue cuma jagain jodoh orang aja. Biarin aja jodoh gue datang sendiri." ucap Raka santai.
"Terserah Lo deh, Rak !!"
"Rak-Rak !! Kalau sebut nama gue tuh yang bener ! RAKA !!!" protes Raka mengundang tawa Aksa.
Aksa dan Raka adalah saudara sepupu. Papa Aksa merupakan kakak kandung dari papanya Raka.
Dan Raka adalah adik kandung dari Ricky, namun mereka tidak cukup dekat karena Ricky yang selalu menyendiri dan menjauh dari keluarga.
Sejak kecil Raka memang lebih dekat dengan Aksa yang merupakan anak tunggal. Karena itu Aksa menganggap dan menyayangi Raka seperti adik kandungnya sendiri.
__ADS_1
Bersambung,