
Matahari mulai tenggelam digantikan dengan rembulan.
Suasana yang cukup sunyi membuat Citra sedikit mengantuk. Ditambah lagi rasanya dia begitu lelah setelah adegan penuh drama di kantor polisi tadi pagi.
Baru saja Citra ingin menutup matanya, tiba-tiba seorang perawat masuk dan menghampiri Citra.
"Maaf mbak Citra, mbak dipanggil ke ruangan dokter Aksa !!" ucap perawat itu.
"Sekarang ?"
"Iya, mbak !!"
"Tapi ibu saya bagaimana ?" tanya Citra khawatir.
"Ibu Nurul biar saya yang jaga, mbak." jawab perawat itu.
"Baiklah, saya titip ibu saya ya, Sus."
Citra pun langsung meninggalkan kamar rawat ibunya menuju ruangan Aksa.
Tiba di ruangan Aksa, Citra terkejut melihat didalam ruangan itu sudah ada Roy dan Om Rusdi yang sudah lama sekali tidak pernah bertemu dengannya.
Di dalam ruangan itu juga ada dua orang perempuan yang di ketahui adalah MUA yang akan merias Citra malam itu.
"Citra, apa kabarmu Nak ?" sapa Rusdi.
"Seperti yang Om lihat." jawabnya.
Citra memang tidak begitu dekat dengan Rusdi.
"Sayang, kemarilah !!" panggil Aksa.
Uhuk ... uhuk .... uhuk
Roy yang sedang minum tersedak mendengar Aksa memanggil Citra dengan sebutan sayang.
__ADS_1
Tentu saja dia sangat terkejut dengan perubahan Aksa yang terdengar bucin, karena selama dirinya berteman dengan Aksa, Aksa adalah tipikal orang yang cuek dan tidak begitu peduli pada lawan jenisnya.
"Minum yang benar Lo !!" cibir Aksa.
"Ish !! Ini juga gara-gara Lo !! Hai Citra, ketemu lagi sama Mas Roy..." ucap Roy.
"Hhmm..." jawab Citra karena dia masih kesal dengan perbuatan Roy terhadap dirinya dan Aksa.
Mengerti dengan kondisi saat itu, Aksa pun langsung menyuruh Citra untuk ikut bersama dua MUA yang sudah dia bayar untuk merias Citra.
Citra pun dibawa ke sebuah kamar yang berada dalam ruangan kerja Aksa. Kamar itu sengaja di buat khusus untuk Aksa beristirahat jika dia sedang lelah setelah operasi.
Citra duduk di depa sebuah cermin dan MUA itu mulai menunjukkan keahliannya dalam bermain kuas.
Wajah Citra yang biasa memakai make up tebal dan terlihat menor saat dia bekerja di Club, kali ini dibuat berbeda. Wajah Citra dihias senatural mungkin tapi terlihat elegan.
Sementara itu diluar...
"Lo banyak berhutang sama gue, Aksa Sanjaya !!" oceh Roy.
"Ck-, iya tahu... Aksa Sanjaya !!" jawab Roy kesal.
Aksa tertawa mendengar jawaban Roy.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka. Citra keluar di dampingi dua orang wanita tadi.
Aksa dan Roy sedikit terkejut dengan penampilan Citra saat itu. Terlihat begitu manis dan elegan.
Sebuah kebaya berwarna putih susu membalut tubuhnya yang ramping, dengan rambut yang disanggul moderen.
Sepertinya tidak akan ada yang menyangka jika Citra Wulandari pernah menjadi seorang Lady Escort di Club malam, jika dia berpenampilan seperti ini.
"Ehmm-hmm...." Aksa berdehem untuk mengatasi kegugupannya.
__ADS_1
"Mari sayang, kita mulai. Tidak baik menunda-nunda sebuah ibadah !!" ucap Aksa tidak sabar.
"Huh !! Emang Lo nya aja yang udah kebelet !!" cibir Roy.
"Sstt ... bujang lapuk jangan sirik !!" balas Aksa.
"Sialan Lo !!" Umpat Roy membuat semua yang mendengarnya senyum-senyum sendiri.
Akad nikah pun dimulai.
"Saya terima nikahnya Citra Wulandari binti Budi Prayoga dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." ucap Aksa lantang dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi ?"
"Sah,"
"Sah,"
"Alhamdulillah,"
Setelah selesai, semuanya langsung pulang, kecuali Roy. Aksa meminta Citra untuk menunggu di kamar pribadinya.
"Sayang, kamu tunggu dikamar dulu ya?" ucap Aksa.
"Tapi aku harus jagain ibu, Mas !" jawab Citra.
"Sst... Ibu udah ada yang jaga ! Ada orang suruhan ku disana." ucap Aksa.
"Hah, baiklah..." ucap Citra.
"Woy !!! Masih ada gue disini !!" celetuk Roy.
"Bawel Lo !!" gerutu Aksa.
Bersambung,
__ADS_1