
Aksa tiba di rumah sakit dan langsung menuju ruangannya.
Asisten Aksa menghampirinya dan memberi tahu bahwa akan ada rapat Direksi hari ini jam 10 pagi.
Ralat Direksi dadakan kali ini untuk mengganti posisi Direktur Aris Sanjaya.
"Hah.. !! Papa ku akan di ganti ? Kenapa saya baru dengar hal ini ? Siapa kandidat calonnya ?" sahut Aksa saat mendengar laporan asistennya.
"Tuan Darius, paman dari Nyonya Amanda, Dok." jawab asisten Aksa.
Brak!
Aksa menggebrak meja kerjanya kesal.
Ia meraih ponselnya. Ada beberapa panggilan dari Citra, namun Aksa mengabaikannya. Ia lebih fokus menghubungi Amanda.
Tiga kali Aksa menghubungi Amanda, tapi tidak ada satupun panggilan yang tersambung. Aksa semakin kesal.
Kemudian Aksa menghubungi papanya dan hanya dalam satu kali panggilan, langsung terhubung.
"Hallo, Pa ?"
"Kamu pasti sudah dengar, kan ?" ucap Aris dari sambungan ponselnya.
"Iya. Ada apa ini sebenarnya ?" tanya Aksa.
"Kamu tenang, Aksa. Pokoknya papa akan tetap perjuangkan posisi Direktur, hanya untuk kamu !" sahut Aris.
"Stop, Pa !! Aksa gak ambisi untuk posisi itu !!" sentak Aksa.
"Tapi rumah sakit ini akan semakin terpuruk jika jatuh ke tangan yang salah, Aksa !! Apa kamu mau, kerja keras keluarga Sanjaya hancur hanya karena manusia-manusia licik itu ?!"
"Kalau begitu katakan semuanya pada Aksa, Pa !! Biar Aksa mengerti, siapa manusia licik yang papa maksud dan rencana apa yang selalu papa sembunyikan dari Aksa. Tolong Pa, jangan bermain teka-teki lagi dengan Aksa. Cukup di jelaskan, agar Aksa tahu harus mengambil langkah apa ?!" papar Aksa.
"Hh.. papa akan menceritakan semuanya, setelah keputusan rapat nanti !" Jawabnya.
"Aksa tunggu penjelasan papa !" ucap Aksa, dan panggilan pun terputus.
__ADS_1
Aksa teringat pesan dan panggilan dari Citra yang sempat dia abaikan tadi.
Ia pun segera membalas pesan Citra.
*Little Wife :
Sayang, maaf baru bisa balas pesan kamu. Hari ini aku sibuk karena ada rapat Direksi,jadi akan sulit untuk menghubungimu. Jaga diri baik-baik dan jaga kesehatan. Ingat, ada bayi dalam perutmu. Doakan suamimu yang sedang berjuang mencari nafkah ❤️*
Setelah selesai dengan urusan Citra, Aksa berniat untuk menemui dokter Dimas.
Baru saja Aksa sampai di lobby...
Namun, pucuk di cinta ulam pun tiba. Amanda dan Om nya Darius datang ke rumah sakit.
Mereka pun saling bertukar pandang.
"Hai suamiku... kemarin aku pulang ke rumah. Kata Bi Ana, kamu juga jarang pulang, Sa !!" ucap Amanda tersenyum dan memeluk Aksa di lobby rumah sakit.
"Hallo Aksa, apa kabar ?!" tanya Darius.
"Hahahaha... Sepertinya semangat Om benar-benar terlihat jelas ya !! Maklum lah, sebentar lagi kan Om akan menjabat sebagai Direktur di rumah sakit ini, jadi harus semangat !!" jawab Darius tertawa lepas.
"Semoga itu bisa terjadi !!" sahut Aksa sukses membuat wajah Darius berubah tidak suka.
"Manda, bisa ikut ke ruangan ku ?" pinta Aksa.
"Om, Amanda tinggal ke ruangan Aksa dulunya !!" pamit Amanda pada Darius.
"Baiklah... Om tunggu kalian di ruang rapat."
Aksa membawa Amanda ke ruangannya.
"Kenapa kamu gak angkat telpon ku ?" tanya Aksa.
"Oh, jadi kamu yang telpon aku ? Maaf ya, aku gak tahu. Soalnya kan kamu gak pernah telpon aku !!" sindir Amanda.
"Ck-, jangan berlebihan !! Aku mau tahu apa maksudmu dengan mengganti posisi papaku dengan Om Darius ?" tanya Aksa.
__ADS_1
"Aksa, suamiku... saham terbesar di rumah sakit ini adalah milik kakekku. Jadi sesuka ku dong, mau aku ganti siapa ? Atau aku harus ganti kamu aja, Sa !? Gimana kalau kamu aja yang jadi Direktur ??" sindir Amanda.
"Amanda !!" sentak Aksa kesal.
"Saham itu masih atas nama kakekmu, dan sesuai perjanjian di atas materai, rumah sakit Jakarta Medical Center akan jatuh pada keluarga Sanjaya jika aku dan kamu menikah.
Dan kamu harus ingat, perubahan saham itu menjadi milik kakekmu, karena kakekku yang memberikannya atas rasa bersalahnya padamu !! Jadi, dari awal pun rumah sakit ini adalah kerja keras dari keluarga Sanjaya !!" ucap Aksa menahan kesal.
"Persetan dengan perjanjian atau apapun !! Aku hanya ingin memberikan sedikit percikan saja pada keluarga Sanjaya, kalian sudah kalang kabut !" jawab Amanda acuh.
"Baiklah kalau itu keinginanmu, kita bercerai !! Akan ku urus surat perceraian kita !!" timpal Aksa.
"Waw... Aksa Sanjaya sudah berani menceraikan ku ? Kalau boleh tahu, apa penyebabnya karena wanita malam itu ?" jawab Amanda.
Deg!
"Sialan !! Benar dugaan gue, Amanda sudah tahu tentang Citra !" batin Aksa.
"Wanita malam ? Wanita malam yang mana maksudmu ?" dalih Aksa.
"Hahaha... Aksa - Aksa, aku tahu kamu ke Singapura bersama seorang wanita malam !! Apa harga dirimu sudah jatuh, bercinta dengan seorang wanita malam murahan seperti dia !!" cibir Amanda.
"Amanda !!! Jaga mulutmu !! Dia istri sah ku !! Jangan pernah merendahkannya !!!" hardik Aksa yang sudah sangat kesal karena Amanda menghina Citra.
"Istri ??? Kamu sudah menikahi wanita malam itu, Sa ??!!" pekik Amanda tidak percaya.
Ceklek!
"Siapa yang menikah ?!"
.
.
.
Bersambung,
__ADS_1