Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Gugup


__ADS_3

Sudah satu Minggu Aksa dan Citra di Singapura.


Ibu Nurul pun sudah sadarkan diri dan kondisinya berangsur membaik.


"Dokter Aksa, ibu masih gak nyangka lho, kalau kamu jadi menantu ibu !!" ucap Nurul.


"Ucapan adalah Doa, Bu. Mungkin pas Ibu bilang mau menantu kayak saya, Malaikat lagi lewat, Bu." jawab Aksa.


"Eh ? Tapi mungkin juga tuh... kan dokter langsung jawab Amin, ya !!" sahut Nurul.


Saat ini di kamar rawat hanya ada Aksa dan mertuanya karena Citra sedang ke kantin untuk membeli makanan dan beberapa cemilan.


Entah kenapa beberapa hari ini Citra sangat suka dengan cemilan. Sangat aneh menurutnya, karena selama ini Citra paling tidak suka dengan cemilan.


Bagi Citra cemilan tidak mengenyangkan, sementara dirinya harus menerapkan tradisi hidup hemat karena harus mengumpulkan uang untuk pengobatan ibunya.


Citra berjalan menuju ke kamar rawat ibunya yang berada di lantai 5 rumah sakit ini, maka Citra pun memilih menggunakan lift.


Pintu terbuka dan Citra pun masuk.


Di dalam lift saat ini hanya ada 4 orang. 2 orang laki-laki dan 2 orang wanita, termasuk dirinya.


Di lantai 3 pintu lift terbuka dan seorang laki-laki dan seorang lagi wanita keluar.


Kini hanya tersisa dirinya dan seorang pria yang tidak Citra perhatikan wajahnya.


Namun berbeda dengan Citra, pria tersebut justru dari tadi memperhatikan Citra, membuat Citra sedikit risih.


"Maaf, Nona.. bukankah kamu wanita yang berada di ruangan kak Aksa ?" tanya pria tersebut pada Citra.


Mendengar nama Aksa, tentu saja Citra langsung menoleh.


Citra sedikit mengerutkan dahinya sambil mengingat wajah pria tersebut.


"Aku benar !! Kamu wanita itu !!" ucap Raka memperhatikan wajah Citra.


Citra masih diam, ia bingung ingin menyangkal atau mengakui.


Tiba-tiba pintu lift terbuka di lantai 5, menyelamatkannya untuk menghindari pria itu.

__ADS_1


Citra dengan cepat keluar tanpa menjawab pertanyaan Raka.


Tapi hal itu justru semakin membuat Raka mencurigai Citra.


Raka pun mengikuti Citra.


Merasa ada yang mengikuti, Citra menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Raka yang juga sudah berhenti tepat di belakang Citra.


"Siapa kamu ?? Ngikutin aku !! Hei, orang asing !! Kita tidak saling mengenal. Jangan mengikuti ku !!" ujar Citra ketus.


Ucapan Citra malah membuat Raka terkekeh.


"Wah... ternyata kamu benar wanita itu !! Sepertinya takdir memang berniat mempertemukan kita !!"


Citra memicingkan matanya.


"Takdir ? Kenapa takdir harus mempertemukan aku dengan pria asing sepertimu ?!" tanya Citra.


Raka hanya mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum.


Kedua matanya tidak pernah lepas memandang wajah Citra.


Citra mendadak gugup mendengar pertanyaan Raka.


Ia benar-benar bingung harus menjawab apa. Ia takut salah menjawab yang bisa berakibat fatal di kemudian hari bagi dirinya dan Aksa.


"Aksa... Siapa Aksa ? Aku gak kenal !!" dalih Citra.


"Hahahaha... kamu wanita yang lucu ! Dan akting mu itu... sungguh sangat jelek untuk berbohong !!" cibir Raka.


"Oke, kamu pandangi wajah tampanku baik-baik !! Sekarang apa kamu ingat laki-laki yang masuk ke ruangan Aksa saat kamu sedang memaki kakakku dengan mengatakan dirinya brengsek ?!"


Deg!


Citra baru ingat sekarang !!


Iya betul, pada saat Citra sedang marah-marah pada Aksa di ruangannya mengenai pemecatan Citra dari Club, dia yang masuk ke ruangan Aksa waktu itu.


Citra baru mengingatnya.

__ADS_1


"O-oh ... Dokter Aksa maksud kamu ?" ucap Citra masih berpura-pura.


"Hh.. kamu gak pantes berpura-pura akting !! Sekarang katakan ada hubungan apa kamu dengan kak Aksa ?!" desak Raka.


Citra semakin gugup, sementara tatapan Raka seakan ingin menerkamnya.


"Ngapain Lo interogasi istri gue ??" ucap Roy dari arah belakang Raka.


Raka menoleh.


"Kak Roy ?"


"Iya gue !! Kenapa ?" ketus Roy pada Raka.


"Ah... Mas Roy udah sampai ?" timpal Citra agar tidak membuat Raka curiga.


Roy pun menghampiri Citra dan menarik bahu Citra agar lebih mendekat dengannya.


Tangannya dilingkarkan di pinggang Citra, membuat Citra risih di perlakukan seperti itu.


Ingin rasanya ia mematahkan tangan Roy yang terlalu totalitas dalam berakting.


"Oh... jadi cewek ini istri Lo, kak ?" tanya Raka yang masih memandang curiga ke arah mereka.


"Dia punya nama !! Lagian Lo kenapa sih, jadi cowok kepo banget !!" cibir Roy.


"Gue penasaran aja sama cewek yang udah berani masuk ruangan kak Aksa dan maki-maki kakak gue !!" ujar Raka.


"Itu cuma salah paham !! Udah, daripada kepo sama urusan orang, mending Lo pergi deh, urusin urusan Lo sendiri aja !!" perintah Roy.


Raka pun pamit pada Roy, meski dalam hatinya masih ada yang mengganjal.


"Ehem-hm ... itu tangan mau di lepas sendiri, atau gue yang lepasin !!"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2