
"Gue minta Lo temenin gue ke Singapura besok !" ucap Aksa pada Roy saat Citra sudah berada di dalam kamar, menyisakan mereka berdua di ruang kerja Aksa.
"Sialan Lo !! Lo kira gue pengangguran !! Seenak jidat Lo ngerusak jadwal gue !" protes Roy.
"Disana ada Raka. Dia pasti akan curiga sama gue !! Lo tahu sendiri tingkat kepo anak itu 11-12 sama Lo !!" jawab Aksa.
"Uuhh.. sayang aja Lo itu-," ucapan Roy terhenti karena langsung di potong Aksa.
"Sstt... udah gue bilang, jangan suka di omongin hal yang bisa bikin masalah." pangkas Aksa.
"Iya-iya.. Sorry !!" jawab Roy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tapi ngomong-ngomong, Lo beneran cinta sama Citra atau cuma kasihan ?" tanya Roy penasaran.
"Ya cinta lah !! Sama istri sendiri masa gak cinta !! Aneh Lo !!" jawab Aksa semangat.
"Amanda kan juga istri Lo ? Berarti lo juga cinta dong sama dia ?" sindir Roy.
"Jangan samain Amanda sama Citra !! Mereka jelas saja beda !" ketus Aksa.
"Udah, Lo pulang sana !! gue mau kasih nafkah batin sama istri gue dulu !!" usir Aksa.
"Ya..ya..ya !!! Have fun, bro !!!"
Roy pun pergi meninggalkan ruangan Aksa dan Aksa langsung mengunci ruangan nya dari dalam tidak ingin aktivitasnya terganggu malam ini.
__ADS_1
Tapi sebelum menghampiri Citra yang sedang menunggu dikamar nya, Aksa terlebih dahulu menghubungi perawat yang menjaga ibu mertuanya untuk memastikan kondisinya.
Ceklek !!
Pintu kamar terbuka.
Citra langsung menoleh.
Saat ini Citra sudah selesai membersihkan make-up nya karena dia tidak terbiasa jika tidur dengan memakai make-up.
"Mas Roy udah pulang ?" tanya Citra.
"Kamu kok panggil Roy dengan sebutan mas juga sih ?" ucap Aksa tidak suka mendengar panggilan Citra terhadap Roy.
"Lho, memangnya kenapa, Mas ? Kamu cemburu ?" tanya Citra dengan polosnya.
Aksa mendekati Citra yang sedang duduk di tepi tempat tidur berukuran King itu.
Aksa memegang kedua bahu Citra dan memutar tubuh Citra hingga berhadapan dengannya.
"Mulai sekarang hanya aku yang akan kamu panggil dengan sebutan, Mas !! Tidak boleh ada yang lain. Kamu paham, sayang ?" Ucap Aksa dengan lembut.
Citra terpana dengan sosok pria dihadapan ini. Pria asing yang beberapa saat yang lalu sudah sah menjadi Imamnya.
Kelembutan Aksa yang dirasakannya sekarang benar-benar berbeda dengan pemikirannya tentang Aksa di awal-awal pertemuan mereka.
__ADS_1
"I-iya, Mas.." jawab Citra gugup.
"Bagus !! Aku suka wanita yang penurut. Jadilah istri kesayanganku !!" ucap Aksa lembut diikuti gerakan tangannya yang mengusap pelan bibir mungil Citra.
Jangan ditanya lagi bagaimana dengan wajah Citra saat ini.
Wajahnya benar-benar bersemu merah.
Dan jantungnya ???
Jantungnya pun berdegup sangat cepat. Seandainya bisa, rasanya Citra ingin melarikan diri dan menyembunyikan wajahnya yang dirasanya sudah benar-benar panas.
"Sayang, bisakah kita memulai malam kedua kita ?" bisik Aksa lirih ditelinga Citra membuat darahnya berdesir.
"T-tapi kan besok kita harus berangkat ke Singapura, Mas !! Apa tidak bisa ditunda saja dulu ?!" dalih Citra karena sebenarnya dia masih sangat gugup.
Mendengar sedikit penolakan dari Citra, Aksa sedikit menjauhkan tubuhnya dari Citra.
"Kamu tidak menginginkannya ?" tanya Aksa dengan nada yang terdengar penuh kekecewaan.
"Bukan begitu maksudku, Mas !!" jawab Citra menyesal.
Aksa tidak lagi menghiraukan ucapan Citra karena dirinya sudah terlanjur kecewa dengan penolakan Citra.
Susah payah dia menahan hasratnya beberapa hari ini, hanya demi malam kedua bersama Citra yang sudah direncanakannya secara matang. Tapi dirinya malah mendapat penolakan.
__ADS_1
Bersambung,