Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Sorry !!!


__ADS_3

Dari hotel, Ricky menyempatkan diri untuk mampir ke rumah sakit menjenguk Hardi papanya.


Namun saat tiba di rumah sakit, dia bertemu Raka, mamanya dan dokter Dimas yang sedang memeriksa Hardi.


Ricky sedikit mengerutkan dahinya saat melihat Dokter Dimas. Karena setahunya, Aksa lah Dokter yang menangani sang papa.


"Udah ingat punya orang tua, Lo ?" sindir Raka.


"Raka !!!" sentak Mia sang mama.


Raka langsung diam dan mengacuhkan Ricky saat mendengar sentakan Mia.


Sementara Ricky berjalan mendekati Hardi.


Saat ini Hardi masih di bantu dengan alat pernapasan, karena ia masih sedikit merasa sesak.


Dan saat Ricky datang, Dokter Dimas sedang memberikan obat melalui suntikan.


Setelah selesai, Dokter Dimas cepat-cepat meninggalkan keluarga Hardi yang membuatnya sedikit risih.


"Aku pergi, Ma." pamit Ricky.


"Kenapa langsung pergi ? Tunggu papa bangun dulu !" pinta Mia.


"Gak, Ma ! Aku takut kalau papa lihat aku, malah tambah kumat jantungnya."


Mia berpikir sejenak.


Betul juga yang di katakan Ricky. Jika Hardi bangun dan melihat nya, akan semakin membuat Hardi murka.


Mengingat Hardi masuk rumah sakit ini karena mendengar kabar Ricky yang menjalin hubungan dengan Amanda.


Keluarga Hardi mendengar kabar tersebut dari seseorang yang datang ke rumah mereka dan menunjukkan beberapa foto kemesraan Amanda dan Ricky saat di Club maupun di hotel.


"Kalau begitu hati-hatilah." ucap Mia pada Ricky.


Ricky keluar dari kamar papanya dan mengambil ponsel kemudian saling berbalas pesan dengan seseorang.


Ia juga mengirimkan foto-foto yang ada di dalam map tadi.


***


Aksa dan Citra saat ini sedang berada di apartemen.


Aksa meminta perawat yang sudah dibayarnya, untuk menjaga ibu mertuanya.


Bagaimana pun, Aksa dan Citra butuh istirahat.


"Mas, ada hal yang ingin aku tanyakan sama kamu !" ucap Citra.


"Apa ? Tanya aja !" jawab Aksa.

__ADS_1


Saat ini posisi mereka sedang berada di atas kasur, layaknya suami istri yang sedang pillow talk.


"Apa Amanda Caroline itu istri pertama mu ?" tanya Citra.


Aksa mengangguk.


"Kenapa, kamu memiliki masalah dengannya ?"


Citra menggelengkan kepalanya.


"Gak, Mas ! Cuma... Cuma sedikit,, gak jadi deh, Mas !!" ucap Citra ragu dan menghentikan ucapannya.


"Lanjutkan !! Atau aku yang akan melanjutkannya !!" pinta Aksa.


"Melanjutkan apa ? Mas yang akan melanjutkan ceritanya ? Memangnya Mas udah tahu apa yang mau aku tanyakan ?" Citra mengerutkan dahinya.


Aksa menjawab dengan gelengan kepala.


"Lah, terus tadi mau melanjutkan apa ??" tanya Citra lagi.


"Melanjutkan kegiatan kita subuh tadi. Sedikit berolahraga di siang hari bisa menambah imun tubuh lho, sayang." Bisik Aksa.


Citra membeliakan matanya dan terus menggelengkan kepalanya.


"Mas, aku tahu kamu kejar setoran !! Tapi ya gak harus di jeda hanya beberapa jam aja, Mas. Bisa kan nanti malam lagi !! Area segitiga Bermuda ku masih sakit ini !!" protes Citra.


Aksa tersenyum melihat Citra yang sedang menggerutu.


"Aku lagi marah ya !! Kenapa malah senyum-senyum??"


Deg !


Jantung Citra berdegup lebih kencang dan rasanya ingin kabur dari tempatnya.


Citra sedikit memberi jarak, berharap Aksa tidak mendengar suara degupan jantungnya.


"Hhmm... Jangan bercanda, Mas !!" ucap Citra berusaha baik-baik saja.


"Aku gak bercanda, kamu memang cantik !!" jawab Aksa sukses membuat wajah Citra bersemu merah.


"Mas... jangan bilang gitu terus, dong !!" protes Citra ingin menghilangkan rasa malunya.


"Kenapa kesal ? Aku kan bilang kamu cantik, bukan jelek !!"


"Bukan kesal ... Tapi aku malu, puas !!" timpal Citra.


Aksa tertawa mendengar istrinya.


"Makin imut aja nih, istri Kesayangan Dokter Aksa."


"Mas... !!" teriak manja Citra.

__ADS_1


"Iya-iya... tapi kamu janji ya !! Nanti malam kita olahraga lagi, biar sehat sayang !! ucap Aksa sambil mengerlingkan matanya.


"Iya, Mas !!" jawab Citra.


Ponsel Aksa berdering.


Aksa meraih ponselnya dan meminta izin pada Citra untuk menerima panggilan tersebut.


Setelah diizinkan, Aksa pun bangkit dari ranjang dan berjalan menuju balkon kamar.


Citra memperhatikan wajah serius Aksa saat menerima telpon.


Citra sedang memikirkan, apakah lebih baik dia diam saja atau memberitahu Aksa tentang Amanda yang berselingkuh dengan Ricky.


Masih memperhatikan, dalam hati Citra seketika muncul rasa bangga, cinta, kesal dan sedih saat melihat Aksa.


Aksa selesai dengan panggilannya dan kembali melakukan pillow talk dengan istri tercintanya.


"Telpon dari siapa ?" tanya Citra.


"Dari rumah sakit di Jakarta." jawab Aksa.


"Ada masalah ?"


"Gak !! Cuma ngasih sedikit arahan aja !!" jawab Arga lagi.


"Ohh, syukurlah !! Makasih ya Mas, udah mau tinggalin pekerjaan Mas demi aku dan ibu." ucap Citra terdengar sangat tulus.


Aksa tersenyum melihat istrinya yang sangat manis.


Bukannya menjawab, Aksa malah menarik tengkuk leher Citra dan ******* bibir Citra dengan lembut.


Citra pun membalas ciuman Aksa.


Tangan Aksa mulai tidak terkontrol dengan meremas kedua gunung milik Citra.


"Ahh... Mas..." Desah Citra membuat gairah Aksa terbakar.


Aksa terus melakukan aktifitasnya, memberi sentuhan demi sentuhan untuk Citra.


Tiba-tiba,


Ceklek !


Pintu kamar yang lupa di kunci sebelumnya, terbuka...


"Sa ! Oops... Sorry !!"


"Roy !! Brengsek !!"


.

__ADS_1


.


Bersambung,


__ADS_2