Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Mama Hilda


__ADS_3

"Aksa sudah menikah lagi dan sekarang istri Aksa sedang hamil !!" ucap Aksa pada Hilda.


"A-apa...!!!" pekik Hilda.


"Iya Ma, Aksa ingin menceraikan Amanda. Papa juga udah tahu itu." adu Aksa.


"Aksa !!! Mama tahu, mama memang ingin sekali punya cucu, tapi bukan dengan cara seperti ini !! Mama gak pernah ngajarin kamu untuk menyakiti hati wanita, Aksa !! Bagaimana jika Amanda tahu ?" kesal Hilda.


"Amanda udah tahu kok. Lagi pula, Aksa gak mencintai Amanda, Ma !! Mama kan tahu kita menikah hanya karena perjodohan !!" jelas Aksa.


"Apa??? Amanda sudah tahu ? Lalu bagaimana tanggapan dia ?" tanya Hilda.


"Entahlah, dia hanya diam. Tapi Aksa sudah bicara sama Amanda mengenai perceraian." jawab Aksa.


"Aksa, kamu buat mama sakit kepala !! Kenapa kamu bisa sejahat ini sama Amanda ? Bagaimanapun dia seorang wanita dan kamu sudah menyakitinya !!" sentak Hilda.


"Jahat ?? Mama sudah di buatkan oleh Amanda. Kalau saja mama tahu sesungguhnya Amanda seperti apa ? Mama lihat, papa menjadi seperti itu ulah siapa ? Ulah Amanda, Ma !! Dia yang menginginkan papa mundur dari rumah sakit ini !! Bahkan dia menyumpahi papa meninggal dunia !!" jawab Aksa menggebu-gebu saking kesalnya mengingat Amanda.


"A-apa ?? Kamu tidak sedang membohongi mama kan, Aksa ? Atau kamu sengaja berkata bohong seperti ini agar mama memberi restu pada istri baru mu itu ?' gelapan Hilda terkejut dengan penjelasan Aksa.


"Buat apa Aksa bohong, Ma ? Terserah mama mau percaya atau gak, yang jelas Aksa hanya ingin mengatakan bahwa mama akan segera menjadi seorang nenek. Dan Aksa akan segera menceraikan Amanda !!" ucap Aksa.


Hilda masih tidak percaya tentang perbuatan menantunya. Yang ia tahu Amanda adalah wanita yang baik. Karena Hilda mengenal baik kedua orang tua Amanda sebelum mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan.

__ADS_1


Hilda memang kurang suka dengan prinsip Amanda yang tidak ingin mempunyai seorang anak. Apalagi dengan kesibukannya hingga dia tidak pernah mengurusi Aksa sebagai suaminya.


Hilda masih sangat bingung. ia memutuskan untuk mencari tahu semuanya, sebelum ia bertindak.


"Lalu siapa wanita itu ? Ajak dia temui mama !!" ujar Hilda.


"Dia hanya wanita biasa, Ma. Namun dia sangat tegar dalam menghadapi cobaan hidup dan anak yang berbakti kepada orang tuanya. Dia wanita biasa yang berpura-pura kuat namun rapuh hatinya." jawab Aksa.


"Sepertinya kamu benar-benar mencintai wanita itu, Aksa ?" tanya Hilda memperhatikan wajah anaknya saat menceritakan sosok wanitanya.


"Sangat, Ma !! Dan aku ingin menua bersamanya." jawab Aksa tersenyum.


"Kalau begitu, segera ajak dia temui mama !! Apa papamu setuju dengan wanita itu ?"


"Papa justru memintaku meninggalkannya. Tapi aku tidak akan pernah meninggalkannya !!!" jawab Aksa tegas.


"Jika papa sudah sadar, mama akan bantu bicara dengan papa. Walaupun sebenarnya mama kecewa sama kamu, harusnya kamu menikahinya setelah kamu bercerai dari Amanda." ujar Hilda.


"Hahaha... jika aku tidak buru-buru menikahinya, dia sudah menjadi milik orang lain, Ma !!" sahut Aksa.


"Wahh... Apa menantu mama yang ini sangat cantik, sampai putra mama yang paling tampan ini harus memiliki saingan ?" tanya Hilda mengejek.


"Sangat cantik luar dan dalam, Ma !!" jawab Aksa terkekeh.

__ADS_1


"Hei.. anak nakal !! Kenapa kalimat mu terdengar sangat ambigu ? Luar dan dalam ?Bagian tubuh dalamnya maksudmu ?" sindir Hilda.


"Hahaha... Mama bisa aja !! Pokoknya nanti, Aksa pasti akan bawa Citra ke hadapan mama." ucap Aksa tertawa.


"Namanya Citra ? Nama yang bagus. Pasti sangat cantik wajahnya. Sampai anak mama ini selalu tersenyum saat membicarakannya." sahut Hilda.


"Iya Ma, sangat-sangat cantik !!" balas Aksa.


"Bilang padanya mama sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya !" ujar Hilda sambil tersenyum.


"Pasti, Ma !! Oh iya, malam ini mungkin Aksa akan pulang ke rumah Citra untuk menemaninya, karena dia baru saja kehilangan ibunya, Mam !!" cerita Aksa


"Astaga.. Anak bodoh !!! Kenapa kamu masih disini ? Pergi sekarang dan temani istrimu !!" kesal Hilda sambil memukul bahu Aksa.


"Iya, Aksa memang mau pulang kerumahnya, tapi Aksa mau cek kondisi papa dulu. Ya udah kalau gitu, Aksa pamit ya Ma !!"


"Iya, sampaikan salam mama pada menantu mama. Katakan mama turut berduka !"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2