
Plak ... !!!
Citra menampar Satria membuat Satria refleks mengusap pipinya yang di tampar oleh Citra.
"Kenapa si Sat, kamu harus merusak rencana ku ?" sentak Citra kesal.
"Rencana ? Apa maksud, Cit ?"
"Satria !! Disini yang salah kalian berdua !! Kenapa si kamu harus lapor polisi ? Kamu tahu, dengan kamu melaporkan Aksa ke polisi, sama saja kamu menggagalkan operasi ibuku !!" ucap Citra marah.
"Tunggu !! Aku melaporkan ini karena ini sebuah penganiayaan, Citra !! Dan apa maksudmu menggagalkan operasi ibumu ?? Aku tidak mengerti !!"
"Yang kamu laporkan itu calon suamiku !! Dengan kamu melaporkan mas Aksa, sama saja kamu menunda operasi ibuku, karena setelah aku menikah dengan mas Aksa, kami akan segera berangkat ke Singapura untuk operasi ibu." jelas Citra.
"Apa !!! Kamu akan menikah dengannya ???" Pekik Satria tidak percaya.
"Iya." jawab Citra lirih.
"Kamu sudah gila, Citra !!! Dia itu pria beristri !!!" hardik Satria.
"Aku tahu itu !! Dan itu urusanku, bukan urusan mu !!" jawab Citra tanpa mau menatap mata Satria.
Satria menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Citra.
"Keputusanmu menunjukan sekali profesinya sebagai seorang wanita malam !! Hanya demi uang kamu rela menghancurkan rumah tangga wanita lain !!" cibir Satria.
Hati Citra sangat sakit mendengar ucapan Satria. Dia tahu pasti akan mendapatkan penilaian tersebut dari orang lain. Tapi apa daya, yang dia butuhkan sekarang hanya uang untuk kesembuhan ibunya.
__ADS_1
Lagipula, apa salahnya menikah dengan Aksa meskipun dia harus menjadi yang kedua, setidaknya dia menikah dengan orang yang sudah mengambil kesuciannya.
"Tanpa harus aku tunjukkan orang-orang sudah tahu profesiku !! Bukankah kamu sendiri yang bilang, tidak apa hina di mata masyarakat asal tidak di mata Sang Pencipta ?"
"Tapi menghancurkan pernikahan orang lain dosa besar, Citra !!" Sentak Satria.
"Urusan dosaku hanya Sang Pemilik kehidupan yang lebih mengetahui !! Aku mohon cabut tuntutan mu terhadap Mas Aksa." ucap Citra kembali.
"Mas ?" Satria mengulangi panggilan Citra kepada Aksa saat ini.
Satria mendengus kesal.
"Kamu terlalu keras kepala, Citra !! Kalau cuma biaya operasi ibumu, aku bisa membiayainya ! Dan kamu bisa menikah denganku !!" hardik Satria.
Citra terkejut melihat Satria semarah itu. Dan baru dia sadari ternyata Satria menginginkannya, Satria menginginkan lebih dari sekedar teman.
"Kamu memang murahan, Citra !!" ucap Satria kemudian langsung meninggalkan Citra.
Air mata yang susah payah dia tahan sejak tadi, akhirnya jatuh membasahi pipi mulusnya.
Murahan !! Ya, kata murahan yang keluar dari mulut Satria benar-benar menusuk hati Citra. Dia rela menjadi murahan hanya demi keselamatan ibunya.
Dada Citra terasa sesak. Dia menepuk-nepuk dadanya agar rasa sakitnya hilang, namun semakin dia ingin menghilangkan rasa itu, semakin terasa sesak di dadanya.
Di saat tinggal selangkah lagi dia bisa melihat kesembuhan ibunya, masalah kembali datang.
***
__ADS_1
Di dalam ruangan, kesepakatan sudah terjadi. Pengacara Aksa sudah menyiapkan uang 200 juta yang diminta Satria dan Aksa pun sudah bebas karena Satria sudah mencabut laporannya.
Aksa segera keluar menemui Citra, tapi Aksa panik saat melihat Citra sedang menangis disana.
Aksa segera berlari menghampiri Citra dan memeluknya.
Citra kaget saat tubuhnya tiba-tiba ditarik oleh Aksa kedalam dekapannya. Tapi anehnya, Citra merasa nyaman, saat Aksa memberikan tubuhnya sebagai sandaran saat Citra menangis.
"Kamu kenapa menangis ?" tanya Aksa lembut.
"K-kamu sudah bebas ?" tanya Citra tanpa menjawab pertanyaan Aksa.
Aksa mengangguk.
"Udah, Cit !! Jangan nangis lagi, ya.." ucapnya lembut sambil mengelus kepala Citra.
Citra mengusap air matanya. Matanya sudah sangat sembab.
"Artinya.. kita jadi menikah kan ?" tanya Citra.
"Tentu saja !! Aku tidak akan pernah menggagalkan semua rencana yang telah aku buat." bisik Aksa.
"Rencana ? Rencana apa ?" tanya Citra dengan polos.
"Rencana buat bikin Aksa Junior !!!"
Bersambung,
__ADS_1