
"Amanda sayang..."
Terdengar suara dari balik pintu yang mendekat ke kamar.
Aksa mengenali suara itu.
Amanda ingin berteriak meminta tolong, namun dengan Cepat Aksa mendekatinya dan memukul tengkuknya hingga ia pingsan.
Aksa pun segera meletakkan kamera di tempat yang tersembunyi.
Semoga saja dia bisa mendapatkan bukti dari kamera itu.
Setelah yakin kamera sudah terpasang dengan baik, Aksa kemudian bersembunyi di dalam sebuah lemari besar di kamar itu.
Pintu kamar terbuka.
Benar dugaan Aksa, itu Ricky!
Ricky benar-benar terkejut melihat keadaan Amanda yang polos tanpa sehelai benang.
"Jadi ini kejutannya, baby..." Gumam Ricky tidak ingin membuang kesempatan.
Dengan cepat Ricky menanggalkan semua pakaiannya dan langsung naik ke atas tempat tidur dan tanpa basa basi langsung menikmati tubuh polos Amanda.
Adegan panas pun terjadi.
Aksa yang berada dalam persembunyian berkali-kali mengumpat dalam hati saat mendengar lenguhan-lenguhan yang keluar dari kedua insan itu.
Ya, beberapa menit yang lalu Amanda sudah sadar dan dia pun langsung mengimbangi permainan Ricky yang sudah di mulai saat dirinya belum sadar.
"Ahhh.. Sial !! Kenapa malah jadi bangun sih ! Masa dengar begituan saja langsung tegang !!!" Umpat Aksa.
Hampir satu jam, Aksa mulai tidak tahan berada di dalam sana. Ingin rasanya dia segera keluar dari persembunyian nya. Namun setelah berpikir lagi, sepertinya itu tidak bagus.
Akhirnya dengan sangat terpaksa dan sangat tersiksa, Aksa harus menunggu sampai adegan menjijikkan itu selesai.
Ricky dan Amanda pun terlelap setelah pertarungan yang cukup menguras tenaga.
Ini kesempatan Aksa keluar.
Tak lupa dia mengambil kamera yang dia letakkan untuk merekam tadi dan segera pergi dengan senyum penuh kemenangan.
***
Dua hari berlalu, keadaan Citra berangsur pulih. Dan hari ini sudah di izinkan untuk pulang.
Bertepatan pula hari ini adalah persidangan pertama perceraian Aksa dan Amanda.
Setelah mengantarkan Citra pulang ke Apartemen, Aksa kemudian meminta izin karena dia harus menghadiri sidang pertamanya.
"Istirahatlah ! Setelah sidang selesai aku akan langsung kembali. Lena akan berjaga disini denganmu, sayang." Ucap Aksa.
"Iya Mas. Kamu hati-hati di jalan."
"Iya, aku bareng Satria. Dia sudah menunggu di bawa. Aku pergi ya !"
Setelah mencium kening Citra, Aksa pun langsung pergi agar mereka tidak terlambat.
...
Sidang berlangsung secara tertutup.
Para wartawan yang mencium berita tentang perceraian sang model terkenal Amanda, sudah siap di pengadilan.
__ADS_1
Namun mereka tidak di perbolehkan masuk.
Sidang selesai, dengan putusan cerai.
Begitu cepat. Ya, karena Aksa sudah menyerahkan video bukti perselingkuhan Amanda dan Ricky pada Satria sebelum sidang di mulai.
Satria menunjukkan bukti tersebut saat sidang. Dan sudah tidak bisa terbantahkan lagi.
Aksa dan Amanda sudah resmi bercerai sekarang.
Mereka keluar ruangan sidang. Dan para wartawan sudah menunggu sejak tadi.
Amanda pun langsung memasang wajah sedihnya.
Bahkan air matanya sedikit mengalir di pipinya. Ya, meskipun hatinya memang sakit karena pada kenyataannya dia sudah resmi bercerai dari Aksa, namun air mata itu sengaja dia buat untuk menarik simpati para wartawan dan para fans nya.
Melihat tingkah Amanda membuat Aksa geram. Bisa-bisa nya dia berakting seperti itu, seakan-akan perceraian ini karena kesalahanku. Aksa ingin menghampiri, namun Satria melarangnya.
"Sudahlah, biarkan saja dia ! Tujuan utamamu hanya bercerai dari Amanda, kan ? Hakim sudah mengetuk palu, jadi biarkan saja dia." Ucap Satria.
"Kau benar, lagipula aku harus bertemu Citra segera untuk menyampaikan kabar gembira ini." Jawab Aksa.
Mereka pun akhirnya pulang.
Setelah kepergian mereka, Amanda ternyata semakin menjadi.
Dia melemparkan semua kesalahan pada Aksa.
Dia membuka rahasia pernikahan Aksa dengan Citra. Bahkan dia membongkar masa lalu Citra di hadapan para wartawan.
Membuat asumsi bahwa perceraian ini terjadi karena Aksa yang berselingkuh dengan wanita malam itu.
***
Siapa lagi kalau bukan Aksa dan Amanda.
Disana dengan jelas sekali Amanda menyudutkan dirinya. Menyebutnya sebagai perebut suami orang.
Lena datang dan langsung mematikan tv menggunakan remote.
"Bu Citra lebih baik istirahat. Tidak usah memikirkan berita tadi." Ucap Lena ikut duduk bersama Citra.
"Kamu dengar yang mereka katakan, Len ? Semua orang mengenalku sebagai pelakor sekarang !" Ucap Citra dengan suara sedikit bergetar.
"Mereka hanya berasumsi lewat apa yang mereka dengar dari mulut Amanda. Mereka tidak tahu apa-apa. Begitulah wartawan. Mereka hanya menjual berita tanpa menyaring terlebih dahulu apakah berita itu benar atau salah. Jangan terlalu di pikirkan, Bu."
Tanpa berkata-kata lagi Citra langsung masuk ke dalam kamarnya.
Merebahkan tubuhnya, namun matanya tidak ikut terpejam.
"Apakah aku ini benar hanya seorang perebut suami orang dan perusak rumah tangga orang ?" Gumamnya.
"Tapi, tidak !!! Jauh sebelum aku bertemu mas Aksa, Amanda sudah berselingkuh dengan Ricky !!! Dasar wanita licik, dia melempar semua kesalahan padaku !"
Tiba-tiba pintu kamar terbuka.
Citra yang melihat sosok suaminya masuk langsung melompat dari tempat tidur dan berlari ingin memeluk suaminya.
Namun tanpa sengaja kakinya tersandung dan tubuhnya terhuyung.
Untung saja Aksa dengan cepat menangkap tubuhnya. Tapi meskipun tidak sampai terbentur, Citra merasa perutnya sakit.
"Ahh.. perutku sakit, Mas !!" Citra merintih.
__ADS_1
Aksa panik.
Dia langsung menggendong Citra dan keluar dari kamar.
Di luar masih ada Satria.
"Citra kenapa ?" Satria pun ikutan panik melihat ekspresi Citra yang sedang kesakitan.
"Antarkan kami ke rumah sakit sekarang ! Lena, kamu ikut !" Ucap Aksa.
Semua langsung bergerak cepat.
Satria berlari lebih dulu untuk menyiapkan mobil, sementara Lena mengikuti Aksa dari belakang.
Namun sial, di depan apartemen sudah ada banyak wartawan dan juga penggemar berat Amanda. Mereka sengaja mendatangi apartemen Aksa untuk meneror Citra yang mereka anggap sebagai penyebab perceraian Amanda dan Aksa.
"Itu dia !!! Wanita malam tidak tahu diri !!!" Teriak salah seorang dari mereka.
"Hei, wanita malam !!! Tinggalkan Aksa !!! Dia milik Amanda !!!" Seseorang berteriak.
Aksa kembali membawa Citra ke dalam.
Sementara beberapa petugas keamanan di apartemen itu berusaha membubarkan massa itu, namun tidak berhasil.
Mereka semakin brutal. Mereka melempari Citra dengan batu. Untungnya Aksa sudah membawa Citra jauh ke dalam loby utama.
"Mas, sakit sekali !!!" Citra kembali merintih.
"Bagaimana ini, Sat ?! Kita tidak bisa berdiam seperti ini. Citra harus segera mendapat pertolongan !" Aksa panik. Bukan karena orang-orang itu, tapi karena melihat kondisi Citra.
"Tunggu disini. Aku akan mengatasi mereka !" Ucap Satria memikirkan sesuatu.
"Aku ikut ! Aku akan berjaga, jika mereka berbuat di luar batas." Ucap Lena.
Satria dan Lena pun keluar.
"Dengar !!!! Dengar semuanya !!!" Satria berteriak sekeras mungkin.
"Apa yang harus kamu dengar dari seorang pengacara yang membela orang yang berselingkuh ?!" Teriak salah satu dari mereka.
"Kalian punya bukti apa jika klien saya yang berselingkuh dari Amanda ?!" Sentak Satria membuat mereka saling tatap.
Namun sesaat kemudian,
"Buktinya pelakor itu sedang hamil anaknya Aksa sekarang !!!" Teriak seseorang.
Satria tersenyum sinis.
"Itu bukan bukti. Kalian ingin melihat bukti yang sesungguhnya ?" Ucap Satria sambil meraih ponselnya lalu memutar video percintaan Amanda dan Ricky.
Semua terbelalak.
Para wartawan berusaha meminta video itu, namun Satria sama sekali tidak berniat mengekspos video itu. Karena Aksa sudah mewanti-wanti akan hal itu.
"Pergi sekarang atau saya akan lapor polisi karena kalian sudah membuat keributan disini !!!"
.
.
.
Bersambung,
__ADS_1