Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Iblis berwujud Manusia


__ADS_3

Gemerlap lampu diskotik diiringi dengan lantunan musik bergema ke setiap sudut ruangan, melenyapkan segala riuh yang ada disana.


Seorang pria terlihat tengah memegang sebuah cawan berisi minuman keras, tertawa kecil sambil menikmati indahnya suara musik disana.


Seorang wanita datang menghampirinya. Mata pria itu memicing memperhatikan gerak-gerik wanita yang kini sedang menawarkan paket lengkap untuk satu malam.


"Enyah lah !!! Aku sama sekali tidak tertarik !!!" titah Raka yang tidak tertarik sama sekali dengan tawaran wanita itu.


Dengan sedikit kesal karena mendapat penolakan, wanita itu pergi meninggalkan Raka kembali seorang diri.


Dia tidak ingin dipilih, melainkan memilih. Raka hanya akan bermain dengan wanita yang ia sukai, meski ia harus mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk keinginannya itu.


Mendapati minuman dalam gelas nya sudah habis, ia kembali meminta bartender menuangkan minuman dengan jenis yang sama ke dalam gelasnya.


Sesaat kemudian matanya tertuju pada seorang gadis belia yang sedang berdiri tidak jauh dari tempatnya. Tampaknya ia menyukai gadis tersebut. Tanpa ragu ia pun menghampiri gadis itu dan langsung menanyakan berapa harga untuk menikmati gadis itu, tanpa rasa malu.


"Hei, aku menyukaimu. Katakan berapa harga yang harus ku bayar untuk bermalam denganmu !!" ucap Raka tanpa rasa ragu dan malu.


Wanita itu hanya diam, bersembunyi di balik tubuh seorang pria. Dari sorot matanya, terlihat gadis itu takut pada sosok Raka.


Sementara Raka yang memperhatikan ekspresi gadis itu pun malah tertawa dengan kerasnya.

__ADS_1


"Hahahaha... tidak perlu takut !!" bisik Raka sedikit mendekat ke telinga gadis itu, membuat gadis itu seketika bergidik.


"Berapa harga yang ingin kalian tawarkan ? Akan ku bayar, cash !!!" ucap Raka kembali menawar gadis itu, namun kali ini tawarannya di tujukan kepada pria yang seakan melindungi gadis itu, tapi malah menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.


"Di dalam sini ada uang sebesar satu juta dollar. Untuk password nya, 210120." ucap Raka menyerahkan sebuah kartu kepada pria tersebut.


"Terima kasih banyak, Tuan. Silahkan nikmati malam anda. Semoga menyenangkan." ucap pria tersebut langsung menyerahkan gadis malang itu pada Raka, setelah kartu pemberian Raka ia kantongi.


"Tunggu dulu !" gadis itu mencoba bertahan. Ingin rasanya ia protes.


"Ssshh... seperti kamu perlu tahu satu kenyataan !! Bahwa di dunia yang busuk ini, uang adalah segalanya. Jika kamu tidak mau bertemu dengan pria busuk seperti kami, maka jangan pernah kamu datang kesini !!" sela Raka menempelkan jarinya pada bibir gadis itu.


Raka kemudian meminta seseorang membawakan minuman yang paling keras. Dan tanpa sedikitpun rasa kasihan, ia memaksa gadis itu untuk menghabiskan satu botol minumannya dalam sekali nafas.


"Minumlah yang banyak.. Hahahahaa" Raka tertawa keras saat botol itu benar-benar sudah kering.


Sepertinya Raka sudah mempersiapkan semuanya. Setelah wanita itu hampir tidak sadarkan diri karena minuman yang di konsumsinya, Raka pun langsung membawa gadis itu ke sebuah hotel yang sudah ia pesan sebelumnya. Disana ia pun mulai menikmati setiap inci tubuh gadis itu, bermain cinta dengan penuh rasa bahagia. Ia sama sekali tidak mau peduli dengan hal apapun. Ia hanya ingin menikmati keindahan yang sudah tersuguh di hadapannya.


Iblis berwujud manusia, itulah julukan yang di berikan Aris padanya.


Raka adalah sosok dengan topeng yang tebal dan sangat pandai ber muslihat.

__ADS_1


Mentari pun bersinar. Raka terbangun saat paparan sang Surya mulai menyilaukan mata. Raka bangkit berjalan ke arah jendela. Berdiri di depan jendela memandangi seorang wanita yang masih tertidur tanpa busana. Sesekali ia tertawa keras mengingat kembali yang sudah terjadi tadi malam.


Tiba-tiba ponselnya berdering, membuat buyar pikirannya. Dengan malas Raka berjalan menuju meja samping tempat tidur, tempat ponselnya berada. Dahinya sedikit berkerut saat mendapati nama Amanda tertera di layar ponselnya.


"Iya, ada apa ? Kapan ? Hah.. merepotkan saja !! Baiklah, aku akan segera kesana !!"


Setelah menerima panggilan dari Amanda, Raka langsung bergegas pergi dari hotel yang ia sewa untuk semalam, meninggalkan wanita malang itu dalam keadaan polos, hanya tertutup dengan selimut.


"Hhh... dia benar-benar merepotkan !!" gumam Raka lirih dengan sebuah garis di ujung bibirnya.


Raka pun pergi dan ia sengaja tidak menutup kembali pintu kamar hotel itu, seakan ingin mengatakan "Semuanya, silahkan nikmati keindahan tubuh wanita yang sudah kehilangan harga dirinya ini."


Entah kenapa, dia merasa senang saat melakukan hal itu. Baginya itu adalah suatu hiburan tersendiri.


Tidak lama setelah kepergian Raka, seorang wanita datang dan masuk ke dalam kamar Raka.


Ia penasaran karena pintu kamar yang terbuka lebar. Namun sesaat kemudian dia langsung keluar lagi saat melihat seorang wanita sedang tertidur dengan pulas nya di atas ranjang. Tidak ada yang sadar dengan apa yang terjadi pada wanita itu.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,


__ADS_2