Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Tertahan lagi


__ADS_3

Citra membuka pintu kamar, dengan cepat dia berjalan menuju kamar dan langsung menghempaskan tubuhnya yang ringan dan mungil itu ke tempat tidur.


Ia merasa lelah dan penat akibat panasnya cuaca siang itu.


"Mas, aku haus.." ucap Citra sambil matanya memandangi langit-langit kamar.


"Bisa tolong ambilkan air minum ?" lanjutnya.


"Mau minum apa ?" tanya Aksa.


"Terserah, apa aja !! Yang penting air." jawabnya.


"Dasar cewek ! Apapun pertanyaan nya pasti jawabannya terserah !!" protes Aksa dalam hati tentunya.


Saat Citra memejamkan matanya sebentar untuk sekedar melepaskan penat sesaat, Aksa sudah menyusul berbaring di samping istrinya.


Tanpa berkata-kata lagi Aksa langsung memeluk tubuh Citra dengan erat.


Tubuh Citra yang bereaksi terhadap pelukan Aksa, membuat Citra membuka kedua matanya dan langsung menoleh ke samping.


Pipinya yang hampir bersentuhan dengan bibir Aksa, membuat Aksa langsung memegang kedua pipi Citra dan mendekatkan kepadanya.


Tatapan matanya yang tajam kini hanya tertuju pada bibir ranum Citra.


Ia memandangi bibir Citra yang hampir setengah terbuka sedikit, seakan memang sudah siap untuk di lahap.


Sekarang ia dapat melihat dengan jelas bibir istrinya yang di poles dengan logistik warna pink mix itu semakin dekat dengannya.

__ADS_1


Melihat ekspresi wajah istrinya dengan tatapan sayu semakin membuat dirinya terlihat lebih cantik, sunggu ini membuat Aksa tidak bisa lagi menahan diri.


"Mas..." ucap Citra lirih.


"Iya sayangku, cantikku, my sweet heart.." ucap Aksa sengaja membuat-buat suaranya agar Citra ikut terangsang.


Aksa sudah tidak tahan lagi dan ingin segera melancarkan aksinya yang sempat tertunda beberapa jam yang lalu, namun tiba-tiba Citra menahan nya dengan menempelkan satu jari telunjuknya ke bibir Aksa.


"Mas, aku mau mandi dulu. Cuacanya sangat panas sekarang, bikin aku mudah berkeringat." ucap Citra.


"Ngapain harus mandi sayang... nanti juga kamu berkeringat lagi." ucap Aksa sengaja menggoda istrinya.


"Mas ... !!! Jangan mulai deh !!" pekik Citra pada Aksa.


"Iya-iya... Tertahan lagi deh !!" ucap Aksa dengan malas dan langsung berdiri menjauh dari Citra.


Setelah selesai membersihkan diri, mereka pun langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi ibu Nurul.


Kondisi ibu Nurul memang masih di pantau pasca operasi.


Apalagi, sudah hampir 42 jam setelah operasi, ibu Nurul belum sadarkan diri juga.


"Mas, ibu kok belum sadar juga ya ?"


"Kamu sabar ya, sayang... Memang biasanya pasien yang menjalani operasi besar, akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk sadarkan diri." jelas Aksa menenangkan Citra.


"Kamu kan juga Dokter, masa kamu gak bisa sih bantu ibu biar cepat sadarkan diri." keluh Citra.

__ADS_1


"Ya ampun, Citra... aku cuma Dokter, bukan Tuhan atau pun Nabi Isa." ucap Aksa dengan nada suara yang lebih tinggi.


"Iya, Mas ... Maaf !! Aku hanya takut terjadi apa-apa sama ibu." sesal Citra.


"Sayang, dengarkan aku !! Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha yang terbaik semampu kita. Begitu juga dengan seorang Dokter, seperti aku.


Seorang Dokter sudah di sumpah untuk mengutamakan keselamatan pasien.


Jika Dokter sudah berusaha sebaik mungkin, mengupayakan segala cara untuk pengobatan pasien, tapi pasien masih tetap tidak bisa tertolong, itu namanya takdir. Dan itu sudah menjadi kehendak Sang Pencipta." Tutur Aksa lembut.


"Aku minta maaf, Mas... udah terlalu banyak menuntut sama kamu. Tapi a-aku.. aku hanya takut, Mas..."


"Sudah, jangan mikir yang aneh-aneh dulu. Sekarang lebih baik kita doakan ibu biar cepat sadar. Doakan semua yang terbaik untuk ibu.


Aku sudah meminta Dokter terbaik untuk mengobati dan merawat ibu disini." ucap Aksa membuat Citra tenang.


Citra mengangguk dan memberikan senyuman manisnya pada Aksa.


Tentu saja itu membuat Aksa kesal, karena hasrat yang sudah susah payah dia tahan itu kembali datang saat melihat senyum manis istrinya itu.


Aksa berusaha menghindari pandangannya, karena dia tidak ingin bersolo karir, dia harus bisa menahan diri karena dia harus menunggu sampai nanti malam.


Karena dia sangat paham, jika dia meminta jatahnya pada Citra saat ini, pasti akan ditolak habis-habisan.


.


.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2