
Aksa menendang ban mobilnya dengan keras ingin meluapkan kekesalannya. Aksa benar-benar tidak suka melihat Citra yang sangat mengkhawatirkan kondisi Satria.
Dia khawatir hubungan Citra dan Satria nantinya bisa berlanjut ke tahap yang lebih serius.
Apalagi rencananya untuk menjebak Citra dengan pernikahan terlebih dahulu sebelum dia menjelaskan status Citra sebagai istri kedua, harus dia kubur karena sekarang Citra sudah mengetahui kenyataan bahwa dirinya sudah mempunyai seorang istri. Dan itu akan membuatnya semakin sulit mendapatkan Citra.
"Sialan !!!" teriak Aksa sambil melayangkan tinju ke udara.
***
Satria sudah mendapatkan penanganan medis dari dokter jaga IGD.
Dan saat ini Satria sedang ditemani Citra sambil sedikit mendapat siraman rohani dari Citra.
"Argh ...." Satria meringis kesakitan.
"Kamu tuh ya !! Udah di pukulin gitu, kenapa gak melawan sih, Sat !! Malah diam pasrah di pukulin kayak gitu !!!" kesal Citra meski dengan tatapan khawatir atas luka-luka di wajah Satria yang sudah mendapat penanganan medis.
"Kalau aku melawan dia, itu sama saja aku sama brengseknya dong sama dia !!" sahut Satria.
"Tapi setidaknya wajah kamu gak akan hancur kayak gini, Sat !! protes Citra.
"Jadi tambah ganteng ya, Cit ?" gurau Satria.
"Tambah ganteng apanya ? Emang sebelumnya kamu ganteng ??? Biasa aja kali !!" sahut Citra.
"Kata orang-orang sih aku ganteng. Gak tahu deh, kalau menurut kamu gimana ?" balas Satria sedikit tersenyum tapi menahan pedih di ujung bibirnya.
__ADS_1
"Udah ah ! Jangan bahas yang aneh-aneh deh, Sat !! Sekarang gimana kata orang tua kamu nanti pas lihat wajah kamu babak belur gini ?" ucap Citra.
"Itu urusanku. Lagipula anak laki-laki wajar kok kalau pulang mukanya udah babak belur aja." ucap Satria berusaha membuat Citra tidak khawatir.
"Tapi masalahnya kamu bukan anak kecil lagi, Satria !!!" timpal Citra.
"Wah-wah !! Kamu sekarang udah bisa jawab omonganku lho !! Hebat..." sindir Satria sambil tersenyum.
"Aku udah terbiasa mendengar ucapanmu, jadi setidaknya aku juga akan cepat membalas ucapanmu sekarang !!" jawab Citra tersenyum.
"Sudah terbiasa ? Benarkah ?" tanya Satria sambil tersenyum.
Citra mengangguk sambil tersenyum memandang wajah Satria.
"Kalau begitu menikahlah denganku, Cit !!" pinta Satria.
Degh !
Karena Citra cukup tahu diri, siapa dirinya dan siapa Satria.
"Kenapa diam, Cit ?" tanya Satria.
"M.. Maaf Sat, aku..." Ucapan Citra terhenti saat mendengar Satria tertawa.
"Hahaha .... muka kamu lucu banget sih, Cit !!Aku bercanda Citra !!!" ucap Satria tertawa lepas.
"Apa ??? Bercanda ???Keterlaluan banget kamu, Sat !! Bisa-bisanya bercanda di saat kayak gini !!" kesal Citra.
__ADS_1
"Maaf.. maaf !! Aku cuma gak suka aja lihat muka kamu yang terlalu khawatir sama aku." sahut Satria.
"Aku pikir kamu serius tadi !!" ketus Citra.
"Hahaha ..... kalau kamu mau anggap serius, ya gak apa-apa sih." ledek Satria.
Citra memutar kedua bola matanya dengan malas.
"Aku mau lihat ibu dulu, ya !! Nanti aku kesini lagi." ucap Citra.
"Kamu gak usah kesini lagi, Cit." sahut Satria.
"Lho, kenapa ? Kamu marah sama aku ?" Citra mengerutkan dahinya.
"Hahaha .... Ya gak lah !! Aku nanti langsung pulang." jelas Satria setelah tertawa keras.
"Langsung pulang ? Dengan wajah seperti ini ?" tanya Citra.
"Iya. Gak apa-apalah !! Oh iya Cit, maaf ya kayaknya nya martabak yang aku bawa tadi udah di buang deh sama petugas kebersihan disini. Soalnya pas berantem tadi, aku gak bisa selamatin martabaknya." ucap Satria.
"Ya ampun Satria !! Masih ingat aja sama martabak !!"
"Ya ingat dong. Itu kan aku beli martabak keju spesial buat kamu. Spesial dari hati maksudnya." gombal Satria.
"Hhh.. muka babak belur kayak gitu masih bisa gombal aja." Protes Citra.
"Ya udah Sat, aku pamit ya. Udah kelamaan tinggalin ibu sendirian. Takut ibu cariin aku. Kamu pulangnya hati-hati."
__ADS_1
"Oke !" jawab Satria.
Bersambung,