
Aksa keluar dari kamar mandi dan langsung tersenyum saat melihat Citra sudah menyiapkan pakaiannya tanpa diminta.
Jauh berbeda dengan Amanda yang tidak pernah sama sekali mau peduli dengan hal-hal seperti ini.
"Makasih ya sayang..." ucap Aksa lembut sambil memeluk Citra dari belakang.
"Iya Mas, sudah kewajiban ku." jawab Citra.
"Apakah masih sakit ?" tanya Aksa.
"Iya. Tapi rasa sakitnya tertutupi dengan rasa bahagia karena hari ini ibu akan segera di operasi." ucap Citra bahagia.
"Sayang, maafin aku ya !!" ucap Aksa seketika berubah sedih.
"Minta maaf kenapa ?" tanya Citra bingung.
"Aku gak bisa nemenin kamu ke Singapura. Ada pekerjaan mendesak yang harus aku kerjakan !" Sesal Aksa karena rencananya harus berubah.
"Kenapa ? Apa karena istri pertama kamu ? Kamu takut istri pertamamu marah ?" tuduh Citra sedikit cemberut.
"Hahaha ... istri kesayanganku sudah mulai cemburu rupanya !!" ledek Aksa.
"Ck-, jangan bercanda !!" ketus Citra.
"Istri pertamaku justru tidak pernah ada di hati aku !!" jawab Aksa.
Jawaban Aksa itu tentu saja membuat hati Citra sedikit lebih tenang.
"Roy akan menemanimu ke Singapura !! Nanti jam 6 pagi, jet pribadi Roy akan mendarat di atap gedung ini untuk membawa ibu dan kamu. Disana Roy akan menyiapkan semua kebutuhanmu !!" ucap Aksa.
"Kenapa harus dengan Roy ??? Aku gak suka dengannya. Aku bisa sendiri disana, sampai kamu datang !!" jawab Citra.
"No!! Roy akan disana sampai aku tiba di Singapura nanti. Katakan padanya apa saja kebutuhanmu. Turuti kataku, aku suka dengan wanita penurut !!" ucap Aksa tegas namun tetap mengusap pucuk kepala Citra.
"Aku ini istrimu, Mas !! Bukan peliharaan mu yang harus selalu menuruti mu !!" ketus Citra.
__ADS_1
"Hei, kenapa bicara seperti itu ?"
"Sudahlah !! Bukankah kamu juga ada kerjaan ? Aku ingin melihat ibu !!" ucap Citra.
"Aku akan pergi setelah kamu berangkat. Aku harus memastikan keamanan istriku dulu !!" ucap Aksa.
Jujur, hati Citra saat ini sedang berbunga-bunga.
Apakah ini yang di namakan kebahagiaan? Entah kenapa hatinya sangat nyaman dan sangat suka dengan ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Aksa.
Menyadari wajahnya mulai terasa panas, Citra ingin segera pergi dari hadapan Aksa agar suaminya itu tidak melihat perubahan warna pada wajahnya.
Tapi baru saja Citra hendak membuka pintu kamar, Aksa menahannya dan...
Cup !
Aksa mengecup bibir Citra.
"Aku akan merindukanmu, tunggu aku disana !! Jangan terlalu dekat dengan Roy !! Aku takut kamu jatuh cinta padanya." ucap Aksa sambil menatap dalam mata indah Citra.
Citra yakin wajahnya saat ini benar-benar sudah bersemu merah.
Degup jantungnya sudah seperti suara tabuh genderang.
"Dengarkan kata suamimu. Jadilah istri yang penurut, oke !!" ucap Aksa kali ini mengecup kening Citra dengan lembut.
Citra tidak mampu lagi menjawab jika di perlakukan manis seperti ini oleh Aksa.
"Kenapa tidak jawab ?" tanya Aksa kembali.
"Iya, Mas Aksa !! Aku akan menuruti permintaan suamiku, puas !!" jawab Citra berusaha baik-baik saja.
"Bersiap-siap lah ke kamar ibu. Sebentar lagi Roy akan sampai." ucap Aksa sambil membukakan pintu ruangannya.
Citra pun langsung berlari kecil ke kamar rawat ibunya.
__ADS_1
Tiba di kamar rawat ibunya, disana sudah ada dua orang perawat yang sedang bersiap-siap memindahkan sang ibu ke tempat tidur pasien khusus di pesawat.
"Mbak Citra, pesawat yang akan membawa ibu Nurul baru saja mendarat di atap gedung rumah sakit. Kamu izin membawa ibu Nurul ya mbak !!" ucap salah seorang perawat.
Citra hanya mengangguk.
Dia bermaksud untuk segera mengemas pakaiannya. Tapi dia benar-benar tidak menyangka, pakaiannya juga sudah rapih di dalam koper.
"Apa perawat suruhan mas Aksa yang merapihkan semuanya ?" Batin Citra.
"Mari ikut kami, mbak !!" ucap perawat tersebut sambil mendorong ibu Nurul memasuki lift menuju atap gedung.
Tiba di atap gedung, Citra sudah melihat Aksa dan Roy sedang berbincang serius.
Pembicaraan mereka terhenti saat melihat dua orang perawat yang mendorong ibu Nurul dan juga Citra yang berjalan menyeret kopernya.
Aksa menghampiri Citra setelah sebelumnya dia mengecek kondisi ibu mertuanya.
Dokter Dimas diminta Aksa untuk mengawal kondisi pasien selama perjalanan.
"Hati-hati ya sayang !! Aku akan segera menyusul mu kesana !!" ucap Aksa di jawab dengan anggukan kepala oleh Citra.
"Roy, gue titip Citra !!" ucap Aksa pada Roy.
"Jangan sedih, kalau butuh pelukan ada saya !!" ucap Roy pada Citra yang terlihat sedikit murung saat mereka sudah berada di atas jet pribadi milik Roy.
Citra yang mendengar ucapan Roy, hanya memberi tatapan tajam.
"Bercanda, Citra !!" ucap Roy yang sadar dengan bahaya.
"Bisa diam tidak mulutmu !!" gertak Citra kesal.
"Gue bingung, kok Aksa bisa bucin akut sama cewek galak kayak gini ? Padahal waktu di Club, lembut banget ! Kenapa sekarang malah jadi galak sih !!"
Bersambung,
__ADS_1