Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Kamu Cantik


__ADS_3

Lelaki yang mengenakan baju hijau itu baru saja keluar dari ruang operasi.


Saat ini Aksa baru selesai melakukan operasi dadakan seorang pasien.


Aksa berjalan dengan langkah gontai ke ruangannya untuk berganti pakaian.


"Bagaimana keadaannya Citra, ya ? Aku tadi buru-buru tinggalin dia di unit apartemen sendirian. Sedang apa dia sekarang ?" batin Aksa bermonolog seorang diri.


Baru saja dia berencana menghubungi Citra, ponselnya berdering.


Aksa sudah senyum-senyum sendiri, berpikir mungkin itu adalah panggilan dari istri kesayangannya.


Aksa mengambil benda pipih yang dia simpan di laci meja kerjanya.


Saat melihat nama siapa yang tertulis di layar ponselnya, seketika dahinya berkerut.


Aksa penasaran, ada apa Roy menghubunginya pada jam selesai bekerja seperti ini.


Aksa pun langsung segera menerima panggilan masuk dari Roy.


"Hallo ?" ucap Aksa sembari beranjak duduk di kursi kebesarannya.


"Hallo, Sa. Gawat ini gawat !!" teriak Roy dari seberang telepon.


"Gawat ? Gawat kenapa ? Ada apa ?" Sentak Aksa dan refleks dirinya pun langsung berdiri.


"Gawat !! Citra, Sa !!"


Mendengar nama Citra, dirinya menjadi panik.


"Ada apa sama Citra ? Ayo cepat langsung katakan !!" teriak Aksa.


Suaranya itu memenuhi seluruh penjuru ruangan tersebut.


"Citra tadi nelpon gue, dia bilang katanya dia jatuh, meskipun hanya pelan tapi itu membuat perutnya menjadi sakit." jelas Roy.


"Apa ???" Pekik Aksa.


Sontak saja Aksa terkejut mendengar penuturan dari sahabatnya sekaligus orang yang paling dia percaya itu.


Aksa sangat gelisah jika saja terjadi apa-apa pada Citra dan calon bayinya saat ini.


"La-lali bagaiman keadaannya sekarang ? Apa dia baik-baik saja ? Bagaimana dengan kandungannya ?" Cerca Aksa menanyakan pertanyaan yang tak ada hentinya pada Roy.

__ADS_1


"Syukurlah, kata dokter Citra dan kandungannya baik-baik saja, tidak ada masalah. Hanya saja, kandungan Citra sedikit lemah jadi di sarankan untuk Citra benar-benar menjaga aktivitasnya. Tidak boleh beraktivitas yang berat-berat dan tidak boleh banyak pikiran dulu !" cerita Roy.


"Alhamdulillah... Syukurlah kalau begitu, gue jadi sedikit lega !" ucap Aksa.


"Thanks ya Roy. Sorry gue nyusahin Lo terus !" lanjut Aksa.


"Sama-sama Bro, Lo kan emang suka nyusahin gue !! Jadi gue udah biasa, udah gak kaget lagi kalau Lo nyusahin gue !!" jawab Roy terkekeh.


"Tadi rencananya gue mau bawa Citra ke rumah sakit ko, tapi mengingat kondisi perutnya yang sedang gak baik, gue gak berani ambil resiko. Jadinya gue nyari klinik kandungan terdekat aja !!" jelas Roy kembali.


"Tunggu... Citra kenapa malah nelpon Lo, bukannya nelpon gue suaminya ?!" cecar Aksa lagi dengan pertanyaan penuh selidik.


Kali ini terdengar ada kecurigaan dari nada bicaranya.


"Awalnya Citra nelpon Lo, Sa. Tapi Lo gak angkat !! Coba deh lo cek sendiri riwayat panggilan di ponsel Lo !! Citra kira Lo masih di ruang operasi, jadi dia gak mau menunggu lebih lama takut terjadi apa-apa sama kandungannya. Makanya dia langsung nelpon gue, minta tolong anterin dia ke dokter. Udah deh, sekarang ini gak penting siapa yang anterin dia, yang paling penting adalah kalian harus benar-benar menjaga kandungannya karena tadi dokter bilang kalau janinnya lemah." Tutur Roy panjang kali lebar kali tinggi, berusaha menjelaskan pada Aksa yang sekarang sepertinya mulai cemburu karena kedekatan Citra dan dirinya.


"Oh ya, ada satu lagi," sambung Roy lagi.


"Apa itu ? Cepat katakan !!" teriak Aksa tidak sabar dengan keterangan dari Roy.


Aksa mulai beranjak untuk duduk kembali supaya lebih bisa mengontrol dirinya setelah mengatur nafas dan hatinya yang di landa kecemasan saat dirinya mendengar kabar tentang Citra.


"Tadi Amanda menemui Citra di unit apartemen Lo !! Dan Lo tahu apa ?? Dia meminta hal yang sangat gila !! Amanda menawarkan Citra sejumlah uang untuk Citra menggugurkan kandungannya !!"


"Lalu?" sela Aksa di tengah percakapan penting itu.


"Gue juga kasihan sama Citra, sepertinya semenjak kejadian itu dia menjadi lebih over thinking karena memikirkan apa yang akan di lakukan Amanda selanjutnya. Itu yang membuat Citra banyak pikiran." lanjut Roy.


"Dasar wanita gila !! Berani sekali dia mengganggu Citra !! Gak ada kapok-kapoknya !!" bentak Aksa.


"Sudahlah, Lo gak perlu mengutuk wanita itu. Itu bisa kita urus nanti. Yang terpenting sekarang, Lo cepat pulang, tenangkan hati dan pikiran istri Lo !! Gue mau pergi, ada urusan. Jadi Citra gak ada temannya disini. Kasihan dia sendirian di unit apartemen Lo !!" ucap Roy memberi saran.


"Baiklah, gue pulang dulu. Gue titip Citra ya, Bro !! Jangan tinggalin dia sampai gue datang." sahut Aksa dengan nada pelan meminta tolong dengan sangat pada Roy.


"Oke, gue tunggu Lo sampai sini. Cepetan !!"


"Oke! Tapi gue harus ke rumah dulu sebentar. Gue harus kasih pelajaran dulu sama Amanda !!" ucap Aksa.


"Udah lah, Sa !! Gak usah ngurus wanita itu dulu, yang terpenting sekarang Lo lihat kondisi Citra dulu deh !! Gue juga gak bisa lama-lama temani Citra !" Protes Roy kesal.


Kesal sekali dia dengan Aksa. Bukannya melihat kondisi istrinya yang baru saja terjatuh dan melihat kondisi calon bayi yang ada di perut Citra, ini malah ingin mendatangi Amanda. Roy sungguh tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya itu.


Sementara Aksa yang sudah sangat kesal dengan ulah Amanda, sangat ingin memberikan peringatan dan sedikit pelajaran kembali kepada Amanda, tapi dia harus menundanya karena benar kata Roy, menemani Citra saat ini jauh lebih penting dari pada harus mengurusi Amanda.

__ADS_1


***


Aksa tiba di apartemennya.


"Akhirnya ... Datang juga !! Lama Lo !!" kesal Roy.


"Ck-, bawel !! Mana Citra ?!" tanya Aksa.


"Di kamar lagi tidur ! Ya udah, gue balik ya !!" pamit Roy pada Aksa.


"Oke, makasih banyak ya !"


"Iya Pak Dokter... Besok-besok nyusahin gue lagi ya!!" ledek Roy terkekeh.


"Gue nyusahin Lo juga sesuai sama profit yang Lo dapa, Pak CEO !!!" sindir Aksa kembali.


"Iya Pak Boss .... " jawab Roy sambil berjalan keluar dari apartemen Aksa.


Setah kepergian Roy, Aksa segera masuk ke kamar dan melihat Citra yang sedang tertidur. Ia pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai, Aksa terkejut melihat Citra yang sudah bangun.


"Mas... pulang kok gak bangunin aku ?" tanya Citra.


"Habisnya kamu kelihatannya lelah banget !" jawab Aksa


"Roy udah pulang ?"


"Udah !! Begitu aku sampai, dia langsung pamit. Kamu udah makan sayang ?"


"Udah, Mas !"


Aksa mendekati sang istri yang sedang berbaring di ranjang mereka. Sebenarnya Aksa ingin bertanya mengenai Amanda. Namun keinginannya itu hilang saat melihat wajah istri kesayangannya yang sangat cantik. Mungkin efek dari kehamilan sehingga aura kecantikan Citra sangat terlihat.


"Sayang..." panggil Aksa sambil menatap wajah Citra dan tangannya membelai lembut rambut Citra yang tergerai.


"Iya Mas ...,"


"Kamu Cantik .. !!"


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,


__ADS_2