
Aksa sedang sibuk didalam ruang operasi.
Pagi tadi dia diberitahu bahwa Om Hardi masuk ke rumah sakit JMC dan dia di minta untuk memimpin operasi pemasangan ring jantung untuk Hardi.
Hardi Sanjaya adalah adik kandung dari Aris Sanjaya, papanya Aksa. Dan Hardi adalah ayah dari Ricky dan Raka.
Sebagai seorang Dokter, Aksa harus mengutamakan keselamatan pasien, apalagi yang membutuhkan pertolongannya saat ini adalah om nya sendiri.
Maka dari itu dirinya terpaksa meminta Roy menemani Citra ke Singapura sampai dia tiba disana.
Mungkin akan sedikit lama karena setelah operasi, dirinya harus tetap stay untuk mengawasi perkembangan Hardi pasca operasi.
Hampir empat jam operasi berjalan, dan akhirnya selesai dengan baik.
Aksa langsung menyempatkan diri untuk menghubungi Citra.
Entah kenapa, baru saja beberapa jam tidak melihat istrinya, Aksa sudah sangat merindukannya.
Mungkin benar kata orang jika pengantin baru itu tidak boleh saling berjauhan.
Tapi seketika raut wajah Aksa berubah diikuti dengan dengusan kesal Aksa, kala Citra tak kunjung menjawab panggilan dari Aksa.
Sudah sepuluh kali Aksa menghubungi Citra tapi tak kunjung di angkat.
Sudah sepuluh pesan juga yang dikirim Aksa tak ada satu pun yang di balas.
"Kemana sih ? Emangnya dia gak kangen sama suaminya yang ganteng ini ? Atau dia lupa sudah punya suami ?" gerutu Aksa masih berusaha menghubungi Citra.
Akhirnya Aksa memutuskan untuk menghubungi Roy.
__ADS_1
Pada panggilan kedua, panggilan pun terhubung.
"Woi !! Kemana aja sih ??" teriak Aksa begitu panggilan terhubung.
"Sialan Lo !! bisa pelanin dikit gak suara Lo ?! Udah gak dapat pasien Lo ? Mentang-mentang dokter jantung, mau buat gue jantungan juga !!" jawab Roy kesal.
"Citra kemana ?" tanya Aksa tanpa menghiraukan ocehan Roy.
"Lagi di toilet !! tadi abis makan sama gue di kantin !!" jawab Roy malas.
"Lo kasih makan apa istri gue sampe sakit perut gitu ?!"
"Terserah Lo deh !!"
"Bilangin Citra langsung hubungin gue !!" UU cap Roy.
"Iya !! Eh Sa, ada Ricky disini. Katanya om Hardi di rawat disini." ucap Roy.
"Tapi Sa, dia akrab banget lho sama Citra !!" ucap Roy.
"Untuk sementara cukup awasi dan perhatikan aja !! Dan gue minta Lo jangan pernah tinggalin Citra sendirian." pinta Aksa.
"Siap boss !! Oh iya Sa, tadi gue ngakunya suami Citra, gak apa-apa ya.. biar aman !!" ucap Roy.
"Sialan Lo !! Awas aja kalo pake acara pegang-pegang !!"
"Dikit !!"
"Roy !!!!"
__ADS_1
Roy langsung menutup panggilan telepon sebelum Aksa meneriakinya.
"Aksa... Aksa... jadi bucin akut Lo sekarang !!" gumamnya terkekeh mengingat temannya itu.
Setelah menelepon Roy, Aksa memutuskan untuk mengecek kondisi Hardi yang sudah di pindahkan ke kamar rawat VVIP, mengingat rumah sakit ini juga masih milik keluarga Hardi.
Aksa tiba di ruang rawat Hardi.
"Aksa..." ucap Mia, istri Hardi.
"Gimana keadaan Om Hardi, Tante ? Apa sudah sadar ?" tanya Aksa.
Mia menggeleng.
Aksa pun melirik jam tangannya.
"Ya, itu masih normal kok Tante. Satu atau dua jam lagi, efek obat biusnya akan habis." jelas Aksa.
"Makasih ya, Sa !! Kamu sudah menolong Om." ucap Mia.
"Sudah kewajiban Aksa, Tante." jawab Aksa.
Dan setelah memastikan kondisi Hardi baik, Aksa pun pamit untuk kembali ke ruangannya.
Baru saja Aksa menutup kembali pintu ruang VVIP itu, ponselnya berdering.
"Iya, kenapa ?" jawab Aksa saat menerima panggilan.
"Apa !! Sial !!!" umpat Aksa dan langsung memutus panggilan telepon itu lalu berjalan dengan wajah kesal menuju ruangannya.
__ADS_1
Bersambung,