Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

Aris pergi dengan menahan emosinya, meninggalkan Aksa dan Hilda di kamar rawat Citra.


Aksa pun semakin gusar dibuatnya.


"Maafin papamu, nak !" ucap Hilda mendekati Aksa dan bicara dengan suara yang selalu terdengar teduh bagi Aksa.


"Aksa akan berusaha untuk bisa memaafkan papa, Ma." jawab nya sambil memegang tangan mamanya, dan di angguki oleh sang mama.


"Ma, Aksa titip Citra sebentar ya. Aksa ada urusan sedikit dengan Roy dan bodyguard nya Citra." Lanjut Aksa.


"Jadi, wanita itu bodyguard nya Citra ? Ya ampun, mama pikir dia kekasihnya Roy !" Ujar Roy.


"Mama kayak gak tahu aja. Roy itu jomblo akut, mana doyan cewek, dia ?" celetuk Aksa.


"Huss !!! Kalau ngomong suka asal kamu !" Ucap Hilda sedikit memukul lengan anaknya itu.


Aksa pun hanya terkekeh dan segera berlalu dari ruang rawat Citra dan segera menemui Roy dan Lena.


***


Di sisi lain,


"Dasar bodoh !! Kerja begitu saja tidak becus kalian !!!" Maki Darius kepada anak buahnya.


"Maaf bos, kami tidak tahu kalau gadis itu tiba-tiba berpindah tempat dan menghalangi target. Dan ternyata mereka juga memiliki bodyguard yang cukup lihai dan tangguh, bos." Alibi anak buah Darius.


"Saya tidak peduli !!! Sekarang, cepat singkirkan semua barang bukti !! Jangan sampai ada satu pun bukti yang mengarah pada saya !!!" Perintah Darius.


"Siap Bos !! Semua sudah di bereskan !" jawab anak buah Darius.


Tiba-tiba ponsel Darius berbunyi, menunjukkan nama Amanda di layar ponselnya.


Darius menarik nafas sejenak sebelum menjawab panggilan dari Amanda.


"Iya, Manda... ada apa ?" Tanya Darius seperti tidak terjadi apa-apa.


"Om, aku dengar dari orang-orang ku jika Citra tertembak. Apa itu ulah Om ?" Tanya Amanda sedikit curiga.


"Kamu mencurigai Om ? Ingat Manda, Om tidak pernah punya urusan dengan wanita murahan itu. Atau jangan-jangan ini perbuatan mu dan sengaja cuci tangan dengan mengkambinghitamkan Om ?" Tuduh Darius.


"Aku memang berniat membunuhnya, tapi sayang sekali itu bukan ulahku !" Sahut Amanda.


"Kalau bukan kamu, lalu ulah siapa ?" Tanya Darius berpura-pura tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


"Entahlah !! Tapi sepertinya target yang sebenarnya adalah papa Aris, namun pelurunya salah sasaran dan malah mengenai Citra. Aku harap itu bukan ulah Om. Karena jika sampai itu ulah Om, maka rapat untuk pemecatan papa Aris akan aku batalkan. Aku tidak ingin Direksi menuduhku melakukan Nepotisme. Apalagi jika Om terbukti melakukan percobaan pembunuhan terhadap papa Aris." ujar Amanda.


"Hahaha... Manda, Manda... kamu sedang mengancam Om mu sendiri, hah ?!" tuduh Darius.


"Mana mungkin aku berani menuduh Om ? Aku hanya mengatakan berdasarkan kemungkinan yang akan terjadi." elak Amanda.


"Baiklah... Sepertinya keponakan Om semakin pandai sekarang. Om jadi semakin menyayangi keponakan Om yang satu ini." Sindir Darius.


"Jangan terlalu memujiku Om. Karena biasanya orang yang memuji kitalah yang akan menjatuhkan kita." sindir Amanda.


Darius mengeratkan tangannya menahan kesal dan emosi karena Amanda sudah mulai berani menantangnya.


"Baiklah, keponakan Om yang paling cantik... Om masih ada urusan, jadi Om akan tutup panggilan ini." ucap Darius.


"Oke om ! Jaga kesehatan dan hati Om !" jawab Amanda secara bersamaan memutus panggilan telepon.


Dan begitu panggilan berakhir, Darius membanting dengan kuat ponsel berharga pilihan juta itu hingga hancur.


***


Saat ini Aksa, Roy dan juga Lena sedang berdiskusi di ruang kerja Aksa.


"Menurut Lo siapa pelakunya ? Apa mungkin Amanda ?" tanya Aksa menduga-duga.


"Argh !!! Belum juga selesai masalah yang satu, udah ada aja masalah baru !!!" teriak Aksa gusar dengan semua yang terjadi.


"Sabar Bro !! Namanya juga orang hidup, pasti punya masalah. Kalo gak mau ada masalah, mending mati aja, Bro !!" jawab Roy asal.


"Aww !" pekik Roy saat sebuah botol air mineral melayang mengenai kepalanya.


"Sakit tahu, Pak Dokter !!" keluh Roy sambil mengusap-usap bagian kepalanya yang terkena botol.


Lena pun tersenyum dalam diam melihat tingkah kedua pria di hadapannya itu.


Diam-diam Lena menaruh kagum terhadap Roy. Laki-laki itu masih bisa membuat lelucon konyol di saat genting seperti itu.


Di saat mereka sedang berkelakar, ponsel Aksa berbunyi.


Terlihat panggilan dari nomor tidak di kenal.


"Halo ?" jawab Aksa.


"Halo tuan Aksa Sanjaya !! Bagaimana keadaan istri tercinta anda ?" tanya seseorang di balik telepon itu.

__ADS_1


"Siapa kamu ? Bagaimana kamu tahu tentang istriku ?" Tanya Aksa dengan nada tinggi.


"Anda bertanya pada saya ? Hahaha... tentu saja tahu ! Saya bahkan tahu siapa dalang dari semua ini !!" ucapnya.


"Cepat katakan, siapa ?!" teriak Aksa.


"Saya hanya akan memberitahu Anda bahwa Aris Sanjaya dan Amanda sudah bekerjasama untuk meminta istri kedua anda agar pergi dari kehidupan anda. Dari sini saya rasa anda sudah bisa menyimpulkan nya, bukan ?!"


"Sayangnya saya tidak yakin jika papa saya terlibat ! Cepat katakan, siapa dirimu !!" teriak Aksa.


Namun panggilan telepon terputus begitu saja, membuat Aksa semakin geram dan kesal. Ia melempar ponselnya ke atas sofa dengan kesal.


"Siapa ?" tanya Roy.


"Entahlah !! Tapi sepertinya semakin banyak musuh dalam selimut !!" jawab Aksa menerawang.


"Kirimin nomornya ke gue, biar gue suruh orang buat lacak !" pinta Roy.


"Percuma Pak, biasanya peneror seperti itu akan memakai kartu provider sekali pakai !!" Sela Lena.


"Benar juga, kamu !" sahut Roy membenarkan ucapan Lena.


"Tapi gue curiganya ke Om Darius, Sa !" ucap Roy.


"Om Darius ? Tapi apa urusannya Om Darius dengan Citra ? Kenal juga gak !!" ujar Aksa.


"Maaf saya sela, Pak. Targetnya bukan Bu Citra, tapi Pak Aris !" Sela Lena.


"Masuk akal kan dugaan gue ? Darius kan dendam kesumat tuh sama bokap Lo ! Apalagi pemecatan bokap Lo di tunda sama Amanda !" Alibi Roy.


"Sepertinya gue harus minta maaf lebih dulu sama Lo, Roy !! Karena setelah ini, sepertinya gue akan lebih sering ngerepotin Lo!" ucap Aksa menepuk pundak Roy.


"Gue minta Lo sewa orang buat nguntit Darius !! Awasi semua pergerakannya sekecil apapun !!" Lanjutnya.


"Pake minta maaf segala !! Biasanya juga kan Lo emang selalu ngerepotin gue !!" sindir Roy.


"Biar kelihatan gak kejam banget, Bro !!" celetuk Aksa membuat Roy memutar bola matanya malas.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2