Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Bodyguard


__ADS_3

Seorang wanita menatap indahnya rembulan dari balik jendela kaca dengan air mata berlinang, membasahi pipi dan jatuh menetes sampai ke bajunya. Hatinya semakin di penuhi rasa dendam yang membara. Antara benci dan cinta, itulah yang saat ini sedang di rasakan Amanda. Semakin hari rasa bencinya semakin bertambah. Namun di saat yang bersamaan juga dia masih sangat mencintai sosok Aksa. Laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya.


Amanda terjaga hingga fajar menyapa. Matanya sedikit terpejam saat terpapar oleh cahaya sang Surya.


Seorang pria terbangun dari tidurnya, menatap Amanda dengan senyuman tipis menghiasi wajahnya. Dengan pelan ia bangun dan melangkahkan kakinya, dan langsung mendekap tubuh wanitanya dari belakang.


"Selamat pagi sayang..." ucapnya setelah mengecup belakang kepala Amanda.


Amanda sedikit kaget mendapatkan pelukan tiba-tiba. Namun sesaat sesaat kemudian ia pun tahu siapa orang yang berada di balik punggungnya.


"Gak bisa tidur ya ?" lanjutnya bertanya masih memeluk Amanda.


Amanda segera memutar tubuhnya, menghadap Ricky yang tengah memeluk tubuhnya.


Plak...


Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Ricky.


"Apa kamu !! Pergi sana dengan wanita ****** perebut suami orang itu !!!" hardik Amanda.


"Kamu jahat, Rick !!" lanjut Amanda sambil mengangkat tangannya hendak menampar Ricky sekali lagi, namun dengan sigap Ricky mampu menahan gerakan tangan nya.


"Kamu masih marah sayang ?" tanya Ricky dengan suara yang di buat selembut mungkin.


Tangannya juga ikut mengelus pipi mulus Amanda.


"Mana mungkin aku membiarkan mu membunuh Citra. Polisi pasti akan bisa menangkap mu. Mana mungkin aku rela kamu di penjara, sayang ..." Bujuk Ricky sambil sesekali menciumi rambut Amanda.


"Benarkah ?" Selidik Amanda masih belum bisa mempercayai kata-kata Ricky.


"Yakinlah sayang. Mana mungkin aku mengkhianatimu. Hanya kamu satu-satunya wanita yang mengerti dan menerima ku apa adanya." Jawab Ricky berusaha meyakinkan Amanda.


Ricky yang tadinya hanya mengelus dan menciumi rambut Amanda, kini mulai melancarkan aksi rayuan mautnya membuat Amanda menikmati setiap sentuhan dan kecupan Ricky hingga ia lupa akan kekesalannya.


Meskipun sebenarnya hati Amanda masih kesal dengan perbuatan Ricky padanya, namun tak dapat di pungkiri Amanda juga mulai terbuai sekarang.


Dirinya juga haus akan sentuhan, dan sekarang dia menginginkan lebih.


Ricky pun mengerti arti dari bahasa tubuh Amanda saat ini, dan sebagai laki-laki normal, tidak mungkin Ricky menyia-nyiakan nya juga.


Kedua insan itu pun kembali menikmati permainan panas mereka setelah akhir-akhir ini mereka jarang bermesraan.


***


Di sisi lain.

__ADS_1


Aksa sedang terduduk sayu dengan kepala tertunduk sambil mengulum senyum.


Seseorang kini tengah memarahi Aksa atas tingkah lakunya.


"Lo kemana aja sih ?" tanya Roy memarahi sahabatnya itu.


"Udah tahu kita masih ada kerjaan !! Ingat Aksa, ingat !!! Kita sekarang lagi ada misi !!! Seenaknya aja Lo main ngilang gitu aja !!" Roy masih terus memarahi Aksa.


"Ma-maap," Aksa menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Bukannya merasa bersalah, Aksa malah menertawakan sikap Roy yang terlihat lucu di matanya ketika sedang memarahinya.


"Ketawa lagi Lo !! Arghh... kenapa sih gue punya teman kayak Lo ?!" ketus Roy kesal.


"Ya elah, gitu aja marah !! Sorry bro, kemarin ada masalah yang sedikit mendesak. Makanya ponsel sengaja gue non aktifkan, biar fokus dulu." balas Aksa memberi penjelasan.


"Gue mungkin maklum ya kalau cuma ponsel Lo doang yang dimatiin. Tapi kenapa ponsel Citra juga gak bisa di hubungi ? Lo tahu gak seberapa khawatirnya gue ???" ucap Roy benar-benar kesal dengan Aksa.


"Hehehe... iya-iya, maaf... gue kelupaan. Emang seberapa khawatirnya Lo sama gue ?" balas Aksa masih bisa tertawa lepas dan mencoba menggoda sahabatnya.


"Ratusan !!!" jawab Roy asal karena kesal.


"Sudahlah !!! Ini Lena, dia wanita yang cocok menemani Citra." Roy baru memperkenalkan seseorang yang sedari tadi berada di sampingnya.


"Lena... ilmu bela diri apa yang kamu miliki ?" tanya Aksa pa bodyguard yang akan menjaga Citra.


Mata Aksa menyisir penampilan Lena dari atas hingga ke bawa.


"Karate dan Muay Thai, Bos !!" jawab Lena.


"Bagus. Selain bela diri, kamu bisa memasak kan ? Bisa bersih-bersih rumah dan sebagainya." tanya Aksa kembali.


"Bisa Bos !" jawab Lena kembali.


"Oke. Saya akan bayar dua kali lipat untuk pekerjaanmu yang sekarang. Jika istri saya ingin pergi keluar, kamu hanya cukup melindungi, menemani dan mengikuti kemanapun istri saya pergi. Pastikan keselamatan istri saya dan kandungannya. Mengerti ?!" ucap Aksa.


"Mengerti, Bos !" jawab Lena.


Aksa pun langsung memanggil Citra untuk memperkenal Lena.


"Citra, sayang... kesini sebentar. Ada kejutan untuk kamu !" panggil Aksa pada Citra yang dari tadi hanya sibuk di kamarnya.


Citra pun keluar menemui suaminya.


Dahinya sedikit berkerut melihat ternyata bukan hanya suaminya yang berada disana.

__ADS_1


"Siapa Mas ?" tanya Citra langsung dan melempar pandangannya pada Lena.


"Ini Lena. Mulai sekarang dia akan bekerja disini." jawab Aksa.


"Bekerja ?" tanya Citra masih kurang paham.


"Iya sayang, aku minta Roy mencarikan seseorang yang bisa menemani mu kalau aku sedang tidak berada dirumah. Lena yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah, jadi kamu bisa berisitirahat dan fokus pada kehamilan mu." jelas Aksa.


"Hai Lena, aku Citra istrinya Mas Aksa!" ucap Citra sambil tersenyum.


"Iya, Bu Bos." jawab Lena sedikit menundukkan kepala.


"Hhmm... Aku rasa usia kita gak jauh berbeda. Jangan terlalu formal begitu. Aku gak suka di panggil seperti itu." protes Citra mendengar panggilan Lena kepadanya.


"Baik, Bu." jawab Lena merubah panggilannya.


"Huh, memangnya aku sudah terlihat seperti ibu-ibu ya, Mas ?" Kali ini Citra meminta pendapat suaminya.


"Ya gak dong sayang... istri imut gini masa kayak ibu-ibu ??" jawab Aksa sambil mencubit hidung Citra.


"Ehemm" Roy berdehem membuat Citra dan Aksa yang sudah saling memeluk mesra itu menoleh ke arah Roy secara bersamaan.


"Mulai... !! Malu dikit kenapa sih ? Disini bukan cuma gue kali. Noh, si Lena kasihan lihatin kebucinan kalian." protes Roy.


"Ihh.. Roy !!! Ini bukan bucin !! Ini bawaan bayi !!!" sentak Citra.


"Hhh... iya-iya bumil." Roy mengalah.


Aksa pun terkekeh di buatnya.


"Sudah-sudah!! Lena, kamu bisa memulai pekerjaan mu sekarang !!" titah Aksa.


"Baik, Bos! Sebelumnya, kamar saya di sebelah mana ya ?" tanya Lena.


"Oh iya, saya hampir lupa. Roy, Lo anterin si Lena ke kamarnya !! Sampai depan kamar aja ya, Lo gak usah ikut masuk juga ke dalam kamar !!" pinta Aksa sedikit menjaili Roy.


"Sialan Lo !! Emang Lo pikir gue cowok apaan !!!" gerutu Roy sambil berlalu mengantarkan Lena ke kamarnya.


.


.


.


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2