
"Akhirnya selesai juga." ucap Roy sedikit lega, sembari meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku. Ia melirik jam di tangannya, sudah menunjukkan pukul 14.00
Ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah.
"Kira-kira Aksa dan Citra sedang apa ya ?" gumam Roy dalam hati.
"Jangan-jangan...."
Lelaki dengan kemeja hitam itu menggaruk kepalanya memikirkan ide jahil.
"Masa iya jam segini masih enak-enakan berdua ? Emang gak capek ?" gumam Roy.
Dengan wajah penasaran dan senyum-senyum sendiri Roy berjalan menuju mobilnya yang sudah di siapkan di depan kantor.
"Silahkan, Pak..." kata pak supir yang membukakan pintu mobil untuk Roy.
Roy masih berdiri di samping mobilnya, sebelah tangannya meraih ponsel dari saku celananya dan menghubungi seseorang. Namun tidak ada jawaban dari seberang.
"Angkat dong, Sa !! Mentang-mentang lagi sama Citra, susah banget di hubungi !!" Roy sedikit menggerutu.
"Saya pergi sendiri saja, pak !" ucap Roy lalu masuk ke dalam mobil.
"Semoga saja mereka mau hangout bareng, kan lumayan..."
***
Di Rumah Sakit,
Operasi bypass jantung yang di tangani Aksa berjalan lancar.
Setelah selesai operasi, Aksa langsung kembali ke ruangannya. Badannya terlalu lelah dan butuh istirahat. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, menata posisi tubuhnya sedemikian rupa sampai terasa nyaman, baru ia mulai mengecek ponselnya.
Ada panggilan tak terjawab dari Roy. Tapi tidak ada pesan atau panggilan dari Citra. Aksa ingin segera pulang, tapi masih ada dua jadwal operasi lagi yang harus ia tangani.
"Argh ... Dimas kemana sih ? Kenapa tiba-tiba ambil cuti ?" geram Aksa.
Aksa pun mulai mengirimkan pesan untuk Citra.
Sayang, bagaimana kabarnya ?
Junior sehat kan ?
Makan yang banyak.. jangan stress, dan istirahat yang cukup.
Pulang nanti Mai di bawakan apa ?
Maaf sayang, mas belum bisa pulang. Masih ada satu lagi pasien yang harus di tangani saat ini.
***
"Ricky ..." Roy kaget saat tahu Citra berduaan dengan Ricky di apartemen.
__ADS_1
"Bukannya Aksa hari ini cuti ?" tanya Roy penasaran.
"Barusan..." belum sempat Ricky menjawab, Citra sudah menahannya agar tidak menceritakan musibah yang menimpanya tadi.
"Oh ... Mas Aksa ada pasien mendadak, dan Dokter Dimas sedang cuti pergi keluar kota. Jadi terpaksa Mas Aksa harus ke rumah sakit." Citra mencoba memberi penjelasan.
"Lah... terus Ricky?" tanya Roy masih penasaran.
"Dia cuma mampir kok." jawab Citra singkat.
"Ya sudah aku pamit dulu Cit, Roy. Ada janji sama teman." pamit Ricky.
"Hati-hati Rick!" sahut Citra.
Setelah kepergian Ricky, Roy baru menyadari ada sisa-sisa pecahan vas bunga. Roy pun memandangi Citra dari atas sampai bawah, ke atas lagi.
"Beneran gak ada apa-apa? Ini kok berantakan banget ?" tanya Roy sekali lagi meyakinkan.
"Iya, itu tadi cuma kucing kok. Cari makan yuk ! Bosan nih dirumah terus." jawab Citra mengalihkan perhatian Roy.
Roy pun setuju meski ia masih tidak percaya dengan jawaban Citra. Tapi nanti saja mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dia bisa mengecek CCTV di apartemen ini nanti.
"Ayo."
"Bentar, aku ambil ponsel dulu." ucap Citra.
"Wah, ada pesan dari Mas Aksa nih. Roy, kita makan dimana ? Biar nanti Mas Aksa nyusul." tanya Citra bersemangat.
"Di kafe tempat biasa aku sama Aksa aja, udah lama gak nongkrong disana !!" jawab Roy sambil keluar apartemen.
Sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuju ke tempat makan yang ingin mereka kunjungi, hanya saja waktunya berbarengan dengan para karyawan dan mahasiswa pulang, sehingga jalanan macet.
Memakan waktu hampir 30 menit, mereka kini sudah sampai.
"Cit, kamu mau pesan apa ?" tanya Roy.
"Samain aja sama kamu, Roy."
"Kamu kan lagi hamil, mungkin lagi ada yang mau kamu makan ?" tanya Roy lagi.
"Gak ada ! Lagian, kalo aku ngidam, biar nanti papanya aja yang nurutin ngidam aku." sahut Citra sambil cengar-cengir.
"Hhm.. ok lah !!" ucap Roy kembali melihat menu.
"Mbak, tolong pesan yang ini dua, dan minumnya soft drink satu dan ...."
"Jus mangga satu, mbak !" timpal Citra.
"Baik pak, pesanan akan segera kamu antar jika sudah siap." ucap pelayan kafe.
'Hh.. dasar bumil !! Katanya, samain aja sama kamu, Roy !! Tapi malah pesan minumnya sendiri. Aneh !!!" batin Roy sambil menirukan gaya bicara Citra tadi.
__ADS_1
"Gak usah bawa apa-apa Mas, aku tunggu kamu di kafe tempat biasa kamu sama Roy nongkrong."
Aksa membaca balasan pesan dari Citra.
Kedua operasi sudah selesai dengan lancar, dan Aksa pun langsung menuju ke tempat Citra dan Roy makan.
Perut Aksa yang sudah lapar, dan juga sudah lama ia tidak makan disana membuat Aksa semakin bersemangat.
"Sayang, kalian masih di kafe ?" tanya Aksa saat menelepon Citra.
"Iya Mas, ini masih menunggu pesanan." jawab Citra.
"Pesankan untukku sekalian ya. Ini aku dalam udah di jalan."
"Oke Mas. Mau aku pesankan apa ?" tanya Citra.
"Hhmm.. Nasi goreng Seafood aja deh !" jawab Aksa.
"Oke Mas."
"Ya sudah, tunggu aku sayang !"
"Hati-hati di jalan ya Mas !" pungkas Citra.
Kurang lebih 20 menit, Aksa pun tiba di tempat Citra dan Roy.
"Mas Aksa... sini !" panggil Citra saat melihat Aksa masuk ke dalam kafe.
"Cie... cie, semangat banget manggilnya." goda Roy pada sepasang suami istri bucin itu.
"Apaan sih, Roy !!" Citra terkekeh.
"Kalian ini ya... kalau masu mesra tuh harusnya pas di rumah aja, pas gak ada orang lain. Ini malah di pamer-pamerin." sindir Roy.
"Silahkan Pak, Bu." ucap Pelayan yang membawa pesanan mereka.
Mereka bertiga pun makan sambil tertawa bercanda ria, bercerita kemana-mana, mulai dari awal perjumpaan mereka sampai sekarang. Citra pun terlihat sangat menikmati hangout ala ibu hamil nya itu.
Setelah selesai dan hendak pulang, Citra pamit ke kamar mandi dahulu.
"Sa ... Tadi pas gue ke apartemen Lo, ada Ricky!!" ucap Roy memberitahu Aksa.
"Apa ??? Ricky di apartemen gue ?"
"Iya Sa.. mereka berduaan. Dan anehnya tadi ada vas bunga yang pecah dan wajah Citra kayak habis nangis, Sa !"
"Beneran Lo ? Kurang ajar si Ricky !!" geram Aksa dengan wajah yang berubah merah seketika.
"Gue tahu sejak dulu Ricky punya hati dengan Citra. Tapi kan dia tahu sekarang Citra sudah jadi istri gue. Emang dasar bajingan !!"
"Sabar Sa, jangan emosi dulu. Ricky itu keluarga Lo !! Jangan sampai terjadi perang saudara." Roy mencoba membendung emosi Aksa yang sudah berapi-api.
__ADS_1
"Kamu disini dulu, Roy !! Bilang sama Citra gue ada pasien dadakan di rumah sakit. Tolong lo temani Citra sampai gue pulang."
'Gue gak akan lepasin Lo, laki-laki brengsek !!' Dengan mata merah lebih amarah, Aksa pergi meninggalkan tempat itu.