
"Sorry, bro !! Gue gak tau... jadi langsung masuk aja soalnya pintu gak di kunci sih !! Eh, ternyata kalian lagi asyik senam jari dan bibir." ucap Roy terkekeh.
"Sialan Lo !! Ganggu aja !! Gak bisa lihat teman senang, Lo !!" gerutu Aksa.
Aksa sangat kesal, karena kehadiran Roy, niatnya untuk bermesraan dengan Citra jadi gagal.
"Sabar dong jangan marah-marah, nanti cepat tua !! Lagian, ini salah kalian juga. Pengen kejar setoran kok gak ngunci pintu dulu, udah gitu mainnya di siang bolong pula... kenapa cuma gue aja yang disalahin ?"
Sorotan mata tajam dengan raut wajah sangat kesal tergambar jelas menghiasi wajah Aksa.
"Salah Lo juga lah, kenapa gak ngetuk pintu dulu !!"
"Udah, Mas... gak usah ribut karena masalah sepele kayak gini. Kita kan bisa melanjutkannya lagi nanti." timpal Citra dengan suara pelan sembari tersenyum malu.
Sekilas Aksa menoleh ke arah istri tercintanya, ia mendapati wajah Citra bersemu merah.
"Ah, betapa menggemaskannya. Rasanya ingin sekali ku gigit pipinya yang merah merona itu." Batin Aksa.
Namun sejak kapan istrinya itu belajar berbicara dengan lebih berani di depan orang lain terutama Roy ? Entahlah, mungkin sejak mereka bertiga semakin dekat dan akrab, makanya sudah tidak ada lagi batas canggung di antara mereka.
"Nah, betul itu kata Citra. Lo aja yang lebay, Sa !! Ledek Roy.
__ADS_1
"Udah deh, gak usah basa-basi. Cepetan !! Ada urusan apa Lo kesini ?!" tanya Aksa.
"Suruh gue masuk dulu kek gitu, biar lebih enak kita ngobrolnya !!" timpal Roy.
Tanpa mendapat persetujuan dari sang empunya kamar, Roy langsung saja masuk, berjalan menuju sofa dan melemparkan tubuhnya ke atas sofa empuk itu.
Tujuan Roy menemui Aksa sebenarnya karena dia ingin memberitahu Aksa bahwa dirinya mendapat kabar dari salah satu anak buahnya, yang mengharuskan Roy segera kembali ke Jakarta karena ada pekerjaan mendesak yang harus segera Roy urus.
"Gue dapat telpon dari anak buah gue barusan, gue harus segera balik ke Jakarta sekarang juga. Ada kerjaan yang gak bisa ditunda. Mendesak banget soalnya !! Biasalah... gue ini kan CEO jadi harap maklum ya kalau gue ini orangnya sibuk." terang Roy sambil melirik ke arah Citra.
Roy sengaja menekankan kata 'CEO' saat berbicara dengan mereka, karena itu sebagai pembuktian siapa dirinya pada Citra yang selalu menganggap dirinya dibawah Aksa.
"Lalu kapan rencananya pulang?" sahut Aksa.
"Kalian berdua aja disini gak apa-apa kan ?" lanjut Roy.
"Maaf, gak bisa bareng jagain ibu Lo, Cit. Tapi gue yakin, ibu Lo pasti segera sembuh." sambung Roy di tujukan pada Citra.
Setelah perdebatan panjang antara Aksa dan Roy karena ulang Roy yang main masuk ke kamar Aksa dan Citra, Roy pun pamit untuk kembali ke Indonesia.
"Gue pulang dulu ya guys... Kalian jaga diri baik-baik disini, kalau ada apa-apa segera telpon gue !!"
__ADS_1
"Iya, kamu juga hati-hati, Roy ! Semoga selamat sampai tujuan. Kalau udah sampai langsung kabari kami." jawab Citra.
"Udah sana buruan !! Gue sama Citra juga mau balik ke rumah sakit ngecek kondisi mertua." sela Aksa.
"Mau ke rumah sakit atau mau lanjutin yang tadi ?" ledek Roy.
"Ya dua-duanya lah pasti. Kalau ibarat kata sih, sekali dayung dapat semua. Yang tadi itu kan bisa di lakukan dimana aja, bro.
Makanya Lo cari cewek deh sana !! Jangan gangguin kita melulu !!" canda Aksa sedikit berbisik.
Roy terbahak...
"Dasar omes !! Apaan ya yang ada di kepala Lo ? Tampang doang ganteng, kalem, isinya cuma mikirin hal begituan semua.
Jangan-jangan kepala Lo cuma buat pajangan doang ?!" ledek Roy sambil berjalan menjauhi Aksa.
Pasangan suami istri itu pun ikut mengantarkan Roy ke Helipad yang berada di atas gedung apartemen yang mereka sewa.
Selepas kepergian Roy, mereka pun langsung kembali ke unit apartemen mereka.
.
__ADS_1
.
Bersambung,