Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Ide gila Roy


__ADS_3

Di tempat lain, saat malam semakin larut, artinya di King's Club akan semakin ramai pengunjung. Tapi tidak untuk malam ini. Di dalam Club, Mami Rachel dengan dandanan menor dan seksinya bersiap menyambut tamu-tamu istimewa nya.


Menurut anak buah nya, hari ini ada tamu VVIP yang sudah membooking beberapa primadona nya. Mami Rachel sudah menyiapkan mereka semua dengan sangat baik karena dia tidak mau tamu VVIP nya merasa ada yang kurang. Menurut info, tamu nya itu akan datang pukul 11 malam setelah Club di kosongkan.


Tamu itu sudah membayar full di depan, membuat mami Rachel tidak keberatan untuk menutup clubnya lebih awal. Bagi wanita itu, yang penting dia sudah untung, tidak peduli dengan hal lain.


"Apa tamunya sudah kamu hubungi ? Katakan bahwa anak-anak ku sudah siap, mereka sudah menunggu dari tadi." Mami Rachel bertanya pada salah satu pegawainya sembari melirik arlojinya. Sekarang sudah hampir jam 12 malam, ini sudah hampir satu jam lewat dari waktu yang di janjikan.


Beberapa saat Mami Rachel sudah merasa jenuh karena terlalu lama menunggu. Akhirnya datang beberapa laki-laki dengan menenteng koper di tangan mereka. Meski Mami Rachel sedikit merasa aneh dengan itu, tapi dia tetap berusaha memasang senyum seindah mungkin di wajahnya.


Mami Rachel menghampiri dan menyambut mereka dengan gaya genitnya, ala-ala wanita malam.


"Mari-mari sini duduk," Mami Rachel menggiring mereka untuk duduk di sofa, lalu melambaikan tangannya kepada anak-anak favoritnya, memberi kode. Mata para lelaki itu pun langsung melotot melihat wanita-wanita seksi itu, tidak sabar akhirnya langsung melipir ke kamar masing-masing.


"Selamat bersenang-senang, ya..." Kata Mami Rachel sembari melambaikan tangannya.


"Siap, Mi."


Setelah semua masuk ke kamar masing-masing, Kini mami Rachel duduk sendirian di sofa, dia meminta minuman pada salah satu bartender. Tak lama ketika bartender itu hendak mengantarkan minuman kepada Mami Rachel, seseorang datang menawarkan diri.


"Biar saya saja."


Mami Rachel menoleh saat merasa dia mengenali suara itu.


"Roy ?!" Mami Rachel sedikit kaget di buatnya.

__ADS_1


"Hai, Mi. Apa kabar ? Saya kangen main kesini." Roy meletakkan minuman itu di atas meja. Dia mengatur posisi duduknya menghadap Mami Rachel.


"Tumben kamu main kesini ?" tanya Mami Rachel sedikit merasa aneh.


"Saya kesepian, Mi. Mami bisa temani saya malam ini ?" Bisik Roy tepat di telinga Mami Rachel. Sembari telunjuknya yang sudah bergerak liar menyentuh leher Mami Rachel, membuat wanita itu terkesiap.


"Oke, siapa takut ! Tapi harus bayar double, ya ?!" Tantang Mami Rachel, mengedipkan sebelah mata dengan genit kepada Roy.


"Siap, Mi." Roy beringsut menarik tubuhnya lebih dekat, menyentuh pundak Mami Rachel, menarik tubuh itu ke dalam dekapannya. Bibirnya mengecup bahu mulus Mami Rachel dengan lembut, Roy terus menciumi nya hingga ke leher dan berakhir pada bibir ranumnya.


"Mami gak mau ngajak aku ke kamar ?" Tanya Roy dengan genit, sengaja menghembuskan nafasnya, menyapu tengkuk wanita di depannya, membuat Mami Rachel bergelinjang.


"Ayo sayang..." Mami Rachel bangkit, meraih tangan Roy dan membimbingnya memasuki sebuah kamar. Roy tidak lupa membawa minuman yang di pesan Mami Rachel tadi.


Roy melempar tubuhnya di atas kasur, menopang tubuhnya dengan tangan kiri, memandang Mami Rachel yang menari striptis di hadapannya, melepas pakaiannya satu persatu. Tubuh sintalnya begitu menggoda, meski usia mami Rachel yang sudah tidak terlalu muda. Roy cukup menikmati setiap goyangan mami Rachel, buah kembar itu menggantung sempurna ketika mami Rachel mencondongkan tubuhnya ke depan, posisi menungging, membelakangi Roy. Bokongnya benar-benar menantang. Belahan daging kenyal itu terlihat begitu jelas. Melihat mami Rachel dari belakang dengan posisi nungging seperti itu membuat junior Roy langsung berdiri tegak. Wanita di depannya itu sengaja memainkan belahan surgawi nya di depan Roy, membuat Roy benar-benar tidak tahan. Ia pun segera bangkit dari posisinya, mendekati mami Rachel, jemari Roy menyentuh bokong wanita seksi di depannya, meremas-remasnya dan menciumi belahan surgawi itu dengan penuh nikmat. Membuat mami Rachel melenguh panjang, menikmati setiap permainan lidah Roy pada belahan surgawi nya.


Roy menghentikan permainannya, memutar tubuh mami Rachel, membaringkannya di lantai, dan memainkan buah kembar milik wanita itu yang besar.


Sembari sebelah tangannya yang lain mengocok-ngocok lubang kenikmatan itu dengan brutal, hingga mami Rachel mendesah hebat.


"Enak, mi ?" Tanya Roy di sela-sela desahannya.


Mami Rachel hanya mengangguk dengan mata terpejam, kenikmatan. Dia tak mampu berucap lagi, hanya suara ******* yang terus keluar dari bibirnya.


"Mami minum dulu, ya ! Karena setelah ini kita akan masuk ke babak yang lebih seru." Roy yang masih menggunakan pakaian lengkapnya itu menindih tubuh mami Rachel dan berbisik tepat di telinganya.

__ADS_1


"Baiklah," Jawab Mami Rachel tanpa curiga sedikitpun.


Roy bangkit dan mengambil minuman dibatas nakas, memberikannya kepada mami Rachel. Wanita itu langsung meneguknya hingga habis.


Sambil menunggu reaksi obat itu bekerja, Roy kembali membaringkan tubuh Mami Rachel di lantai.


Ya, di dalam minuman Mami Rachel, Roy sudah menaruh semacam obat-obatan psikoaktif, obat-obatan ini akan membuat si peminum memberikan semua informasi yang ingin Roy ketahui di alam bawah sadarnya.


Tujuan Roy kesini memang untuk mengorek informasi dari Mami Rachel terkait kasus pembunuhan Ibu Nurul.


Saat Roy kembali menjilati belahan surgawi mami Rachel dengan ganas, wanita di depannya itu menunjukkan tanda-tanda bahwa obatnya sudah mulai bekerja.


Sembari terus mempermainkan daerah sensitif mami Rachel, Roy terus menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang semua hal yang ingin dia ketahui. Dan benar, mami Rachel mengatakan semuanya. Dia terlibat dalam pembunuhan itu. Dia di bayar oleh Amanda untuk mengecoh Roy dan Citra saat di kantin, sedangkan Raka sendiri yang akan membunuh Bu Nurul. Tapi karena Raka ingin bermain aman, dia mengalihkan tugas itu kepada orang lain.


Obat ini hanya bekerja beberapa menit saja, sebelum sadar. Roy sudah merekam semua pengakuan mami Rachel dengan ponselnya.


Roy kemudian memindahkan tubuh mami Rachel di ranjang kemudian dia bergegas meninggalkan Club. Dia juga membayar seorang pegawai di Club untuk menghapus rekaman cctv, memberikannya sejumlah uang dan meminta orang itu untuk pergi dari sana. Roy tidak ingin mami Rachel menyadari kedatangannya.


Demi mendapat informasi itu, Roy bahkan harus menjalankan ide gilanya sendiri, yang harus rela menikmati tubuh emak-emak. Meski tubuh mami Rachel sangat bagus tapi dia tidak benar-benar menginginkan nya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2