Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Tamu tak di undang


__ADS_3

Setelah pamit kepada sang mama, Aksa segera bergegas kembali ke ruangannya untuk mengambil ponselnya kemudian langsung pulang ke rumah Citra.


Tapi, begitu sampai di ruangannya, Aksa di kejutkan dengan kehadiran Amanda yang sedang duduk di sofa ruangannya.


Aksa mengerutkan dahinya.


"Mau apa kamu kesini ?" sarkas Aksa.


"Kamu sudah selesai operasinya ?" dalih Amanda.


"Jika belum selesai aku masih berada di ruang operasi, bukan disini !!" ketusnya.


"Sayang... kenapa kamu jutek banget sih !! Kamu gak rindu apa sama aku ?' ucap Amanda manja.


"Amanda !! Sepertinya yang aku tampar itu pipimu, kenapa otakmu yang bergeser ?!" sarkas Aksa.


"Ck, Aksa aku ini masih istri sah kamu !! Aku memang tidak suka dengan orang tuamu, tapi aku mencintaimu !! Sampai kapanpun kita tidak akan bercerai !!" hardik Amanda pada Aksa.


"Terserah apa katamu, Amanda ! Aku lelah, aku ingin pulang !!" ucap Aksa dan berjalan ke meja kerjanya untuk mengambil ponselnya.


"Aku pulang bareng kamu !!" sahut Amanda.


"Aku pulang ke rumah istriku !!" jawab Aksa santai.


"Aku istrimu !!!" sentak Amanda.


"Tapi bukan kamu yang aku maksud !!" ucap Aksa.


"Wanita itu hanya istri sirih mu, Aksa !! Kalian tidak resmi di mata hukum !!" Hardik Amanda.


"Terima kasih sudah mengingatkan, aku akan segera meresmikannya jika kita sudah bercerai !!" balas Aksa santai.


Aksa yang baru saja mengecek ponselnya, tiba-tiba saja mimik wajahnya berubah saat membaca sebuah pesan dari Roy yang memberitahukan jika Amanda menemui Citra di kediamannya bahkan Amanda menampar dan mempermalukan Citra di depan para tamu yang hadir dalam pengajian.


"Amanda ... !!!" hardik Aksa penuh emosi.


"K-kenapa ?" jawab Amanda sedikit agak takut dengan emosi Aksa yang tidak biasanya.


"Kenapa ? Kamu tanya kenapa ?" sentak Aksa.


Amanda mundur satu langkah saat Aksa mendekatinya dengan tatapan penuh kemarahan.


"Berani-beraninya kamu menyentuh Citra !! Aku diam tapi kamu semakin menjadi-jadi !!" geram Aksa.


"Jadi gundik mu itu ngadu ?" cibir Amanda.


Plak ....

__ADS_1


Aksa kembali menampar Amanda hingga ujung bibirnya sedikit berdarah.


"Aksa !! Kamu gila !!" teriak Amanda tidak terima dengan perlakuan Aksa.


"Kenapa ... ? Sakit ?" tanya Aksa berseringai.


"Aku akan membalas semua perbuatan mu, Aksa !!" pekik Amanda.


"Begitu juga denganku ! Aku akan membalas perbuatan mu !! Jika kamu berani sekali lagi menyentuh Citra, aku tidak akan tinggal diam, Amanda !!" ancam Aksa kembali.


"Kamu berani mengancam ku ??" sarkas Amanda.


"Bukan hanya berani mengancam, menghancurkan mu pun bisa jika aku mau !!' balas Aksa dengan tatapan smirk.


"Baiklah !! Kita lihat saja, Dokter Aksa Sanjaya. Oh ya, aku infokan padamu, aku tidak akan pernah mau bercerai denganmu !! Dan aku pastikan, aku akan menyingkirkan gundik mu itu !!" ucap Amanda dengan penekanan.


"Cuihh, sebelum menghina orang, berkacalah !!! Jika aku yang menikah secara agama, masih kau sebut Citra gundik ku, lalu bagaimana dengan statusmu yang bergumul di atas ranjang dengan Ricky yang jelas-jelas bukan suamimu !!" sindir Aksa.


Amanda terkejut. Dia yakin Citra yang mengatakan semuanya pada Aksa.


Semakin besar rasa dendam Amanda pada keluarga Sanjaya, dan sekarang bertambah dengan Citra.


"Kamu ... !!" ucap Amanda yang bingung ingin membalas ucapan Aksa.


"Kamu bingung ? Bingung kenapa aku bisa tahu hubungan mu dengan Ricky? Manda-Manda.. bukankah sudah aku katakan, jika ingin menghancurkan mu sangatlah mudah !! Tapi aku bukan manusia jahat seperti mu !!" timpal Aksa.


"Kamu memang bukan orang jahat, tapi kalian semua manusia munafik !!"


"Pergilah.. !!! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi !! Keputusanku untuk menceraikan mu tidak akan pernah berubah !! Tapi jika kamu mempersulitnya, aku pun akan mempersulit hidup mu !!" ancam Aksa.


"Tetap pada ucapan ku, aku tidak mau bercerai denganmu !!" jawab Amanda kemudian meraih tas nya dan langsung pergi meninggalkan ruangan Aksa.


***


Sementara Citra di dalam kamarnya masih terisak. Rumahnya benar-benar sepi.


"Jadi begini Bu rasanya, jika Citra bekerja di malam hari. Ibu sendirian dirumah ini rasanya hampa ya, Bu. Maafin Citra ya, Bu. Citra sering ninggalin ibu sendirian di malam hari." gumam Citra lirih sambil menatapi foto sang ibu.


Air mata Citra terus menetes. Ia memegangi dadanya yang masih saja terasa sesak.


Ia teringat saat sang ibu di vonis menderita gagal jantung, ibunya berkata : Kata orang penyakit jantung itu penyakitnya orang kaya ya Cit, tapi buktinya ibu ini orang susah kok bisa di vonis gagal jantung.


Itulah ucapan ibu Nurul yang terlintas di pikiran Citra saat ini.


Citra tersenyum sambil terisak saat mengingat ucapan ibunya itu.


"Ibu buka orang susah, ibu orang kaya ! Kaya hati, kaya senyum, ibu selalu baik sama semua orang." oceh Citra sambil menatap wajah sang ibu dalam foto.

__ADS_1


Malam ini perasaan Citra benar-benar buruk. Kepergian sang ibu membuat Citra sangat terpukul, di tambah lagi dengan hinaan Amanda yang membuat pikirannya semakin kacau.


Tok ... tok... tok...


Terdengar suara pintu depan rumah Citra di ketuk.


"Siapa yang bertamu malam-malam seperti ini ? Apa mungkin Mas Aksa ?" gumamnya.


Citra turun dari ranjangnya, berjalan menuju ruang tamu yang ukurannya tidak besar, lalu membuka pintu.


"Hai ... Citra !!" sapa tamu tersebut.


Citra membelalakkan matanya terkejut saat tahu siapa yang datang malam-malam seperti ini.


"Ricky.... !!!" ujar Citra.


Ricky tersenyum.


"Maaf malam-malam datang kesini, aku cuma mau mengucapkan turut berduka cita."


"Oh, terima kasih." jawab Citra sambil melihat sekitar.


"Sebaiknya kita duduk di luar aja ya, Rick !! Karena bagaimanapun, aku adalah wanita bersuami. Tidak baik jika aku membawa pria asing masuk ke dalam rumah, apalagi saat suamiku sedang tidak ada !!" papar Citra.


Ricky menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Mereka kini duduk di kursi panjang dari anyaman bambu.


"Memang suamimu kemana ? Kenapa meninggalkan istrinya sendirian dirumah saat mertuanya baru saja meninggal ?" tanya Ricky.


Citra sedikit bingung menjawabnya. Tidak mungkin ia bilang karena Aksa sedang ada operasi mendadak. Sementara yang Ricky tahu, Roy adalah suaminya.


"Dia sedang sibuk, tiba-tiba ada urusan pekerjaan yang tidak bisa di tinggal." jawab Citra.


"Dasar laki-laki gak bertanggung jawab !!" gerutu Ricky lirih namun terdengar oleh Citra.


"Ricky maaf, bagaimanapun dia adalah suamiku !! Jangan pernah menghina suamiku di depan diriku !!" pinta Citra.


Sementara dari kejauhan Aksa melihat Ricky yang berada di depan rumah Citra.


"Brengsek ...!!"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2