
Aksa meraih ponsel nya begitu dia teringat pada seseorang yang harus dia mintai penjelasan.
"Halo, dimana Lo ?" tanya Aksa sedikit ketus begitu panggilan terhubung.
"Di kantor gue, baru mau pulang. Kenapa ?"
"Temuin gue di King's Club sekarang !!"
"Traktir gue ya !"
"Duit gue sama duit Lo, banyakan duit Lo !!"
"Hahaha ..."
Aksa langsung memutus panggilan telepon nya. Dia meraih tas nya kemudian pergi keluar dari ruangannya.
Aksa menuju parkiran mobil yang berada di lantai basement. Namun sebelum menuju kesana, dia sempat melewati kamar rawat Ibu Nurul. Dia hanya ingin memastikan apakah Satria masih berada disana atau tidak.
Senyum kecut tergambar di wajahnya saat Aksa mengintip dari balik kaca jendela kamar rawat itu. Dia melihat Satria dan Citra sedang mengobrol bahkan sampai tertawa.
Aksa sangat geram melihat pemandangan itu hingga dia pun langsung pergi dari sana dan langsung menuju ke Club.
Tiba di Club, Aksa langsung mencari Roy. Kali ini mereka tidak memesan room. Aksa dan Roy duduk di depan meja bar.
"Brengsek Lo !! Kalau mau ngerjain teman mikir-mikir dulu !!" geram Aksa saat bertemu Roy.
"Hahaha ... tapi enak kan ?"
"Enak banget lah !! Masih perawan !!!" ucap Aksa tersenyum sungging.
"Hah ?! Perawan ?? Serius Lo ?!" Roy terperangah mendengar ucapan Aksa.
"Serius gue ! Mana pernah gue bohong !!" Angguk Aksa.
"Sialan !! Berasa jahat banget gue sama tuh cewek !" sesal Roy.
"Tenang aja, gue tanggung jawab. Gue bakalan nikahin dia !!"
"Hah !! Yang ini bikin gue lebih kaget dari pada ucapan Lo yang tadi. Lo serius mau nikahin wanita malam itu ?! Poligami dari Amanda ?"
Dengan mantap Aksa menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Gue laki-laki yang selalu bertanggung jawab atas apa yang sudah gue lakukan, bro !"
"Widiihh... hebat !! Emang sahabat gue..." Roy menepuk-nepuk bahu Aksa dengan sebelah tangan nya.
"Ya jelas lah ! Aksa !!" ucap Aksa tersenyum bangga.
Di tengah-tengah obrolan mereka, tiba-tiba merek di hampiri seseorang.
"Roy, Aksa !!" Roy dan Aksa menoleh secara bersamaan.
__ADS_1
"Itu nama kalian, bukan ?" tanya mami Rachel.
"Iya, itu nama kami. Ada apa ya nyonya ?" jawab Roy.
Sedangkan Aksa kembali fokus pada minumannya dan bersikap acuh terhadap wanita di hadapan nya.
"Ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan kalian !! Saya harap kalian bisa ikut ke ruangan saya." jelas mami Rachel.
"Ruangan ?" Roy mengerutkan dahinya dan menyisir penampilan mami Rachel dengan kedua matanya.
"Oh maaf, saya belum memperkenalkan diri. Saya mami Rachel pemilik King's Club ini. Ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan kalian mengenai anak asuh saya yaitu, Citra !" papar mami Rachel.
Mendengar nama Citra di sebut, Aksa menoleh ke arah mami Rachel. Dia memfokuskan telinganya untuk memastikan maksud ucapan mami Rachel.
"Citra ?" tanya Roy.
"Kalau anda sudah lupa, akan saya bantu ingatkan !! Citra adalah anak buah saya yang paling cantik di Club ini. Kemarin malam dia menemani anda di room 101. Apa anda ingat ?" jelas Mami Rachel.
"Ooh.. cewek yang mau Lo kawinin, bro !" sindir Roy.
"Kawin ?" Mami Rachel terperangah.
"Oops salah.. maksudnya nikah. Kalau kawin mah udah semalam !!" ledek Roy.
Aksa hanya diam memasang indera pendengaran nya dengan baik. Meskipun dia juga sangat risih dengan sikap Roy yang terlalu lebay.
"Bisa kalian ikut saya ? Atau harus keamanan yang menyeret kalian ke ruangan saya !!" ancam Mami Rachel sudah sangat kesal dengan ocehan Roy.
"Panggil saya, Mami Rachel !!" sentak Mami Rachel tidak suka dengan panggilan Roy kepadanya.
"Iya, Mami Rachel !!" ucap Roy memutar kedua bola matanya dengan malas.
"Jojo !!!" teriak Mami Rachel.
Jojo menghampiri Mami Rachel.
"Iya, Mi."
"Bawa mereka ke ruangan ku !!" perintah mami Rachel.
"Wuess !! Tunggu dulu, saya tamu VIP lho disini." protes Roy.
"Saya sudah berbicara baik-baik dengan kalian !! Tapi sepertinya saya harus menggunakan cara kasar!!" gertak mami Rachel.
Aksa meletakkan gelasnya dan berdiri menghadap Rachel.
"Dimana ruangannya ?"
"Ikut saya !!" sahut Rachel.
Aksa dan Roy mengikuti Rachel ke ruangannya.
__ADS_1
"Sial !! Yang enak siapa, yang apes siapa !!" gerutu Roy.
"Udah tenang aja, Lo lupa gue siapa ?" sahut Aksa.
"Tau gue ! Lo Aksa Sanjaya !!" ketus Roy.
Mereka masuk kedalam ruangan Rachel dan dipersilahkan duduk di sofa yang memang disediakan untuk tamunya.
"Di antara kalian, siapa yang sudah merusak Citra ??" Tanya Rachel tegas.
"Dia !" tunjuk Roy ke arah Aksa.
"Saya gak pernah merusaknya. Kita hanya saling menolong !" ucap Aksa masih santai.
"Saling menolong ?"
"Dia yang masukin obat perangsang ke minuman saya dan Citra !!" tunjuk Aksa ke arah Roy.
"Sial Lo, Sa !!" umpat Roy.
"Tapi beneran, Mi.. saya gak tahu kalau Citra masih perawan !! Lagipula biasanya juga kan bisa booking anak buah mami. Begini aja di permasalahkan." sanggah Roy.
"Kamu betul !! Tapi setiap yang booking anak buah saya, ada fee tambahan !! Apalagi masih virgin kayak Citra ! Asal kalian tahu, Cita itu primadona di Club ini !! Dengan kalian merusaknya sama saja kalian membuat saya rugi !!" jelas Rachel.
"Berapa biaya yang harus saya bayar ? Saya akan memberikan yang kamu mau, tapi dengan syarat pecat Citra !!" Pinta Aksa.
"Pecat ? Tidak ! Saya tidak mau kehilangan sumber mata uang saya !!" Tolak Rachel.
"Saya akan menikahi Citra, dan tentu saya tidak akan membiarkan istri saya untuk menjual tubuhnya disini lagi !" balas Aksa.
"Oke saya sanggupi, jika kamu memberi saya uang 200 juta !! Diluar hutang Citra yang dia pinjam untuk operasi ibunya sebesar 50 juta tadi sore. Bagaimana ?" tawar Rachel.
"Oke ! Saya setuju, tapi anda harus membuat surat pemecatan untuk Citra. Dan satu lagi, jangan beritahu Citra masalah ini." Pinta Aksa.
"Gampang !! Siapkan saja uangnya !"
Aksa menoleh ke arah Roy. Roy sudah merasa ada aura-aura aneh dengan tatapan Aksa kepadanya.
"Apa ??" tanya Roy ketus.
"Kasih dulu 250 juta !!" ucap Aksa.
"Hah ?! kok gue ? Yang mau kawin kan Lo !!" protes Roy.
"Udah, pake uang Lo dulu. gue gak pake banking !! Lagian ini juga kan berawal dari Lo !!" ucap Aksa.
"Iya tapi Lo yang dapat enak, gue dapat apes !!" cibir Roy.
"Sst ...!!! Kalau bantu teman tuh yang ikhlas !!" balas Aksa.
"Ini sih bukan bantu, Sa ! Tapi gue yang di jebak sama Lo !! Lo yang buka segel gue yang bayar !!" ketus Roy.
__ADS_1
~Bersambung...