
"Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi ? Memalukan !!" ucap Aris dengan nada tinggi saat Aksa sudah berada dihadapannya.
Aris Sanjaya, pria berumur 55 tahun, putra pertama dari Sanjaya yang saat ini memimpin rumah sakit Jakarta Medical Center (JMC) dan rumah sakit Singapore Medical Center (SMC) di Singapura.
"Aku sudah menyelesaikannya, Pa. Tenang saja, aku tidak akan membuat papa malu di depan publik." jawab Aksa.
"Bagus, kamu memang tidak mempermalukan papa didepan publik, tapi kamu mempermalukan seorang pimpinan didepan karyawannya. Apalagi kalau sampai didengar Dewan Direksi rumah sakit ini." Tutur Aris.
"Maaf, Pa !! Aksa janji hal seperti ini tidak akan terjadi lagi." janji Aksa.
"Oke ! Papa pegang janji kamu. Lalu siapa wanita itu ? Ada hubungan apa kamu dengannya ?" tanya Aris.
Degh !
"Hhmm.... Dia hanya teman Raka, Pa. Kebetulan kemarin sebelum Raka berangkat ke Singapura, dia menitipkannya padaku. Berhubung ibunya juga adalah pasienku, tentu saja aku membantunya." bohong Aksa.
"Oke, papa percaya sama kamu. Papa harap ke depan jangan ada lagi hal seperti ini. Jaga nama baik keluarga, Aksa !!" pesan Aris.
"Iya, Pa." sahut Aksa.
"Lalu bagaimana Amanda ? Apa kalian tetap pada pendirian kalian tidak ingin punya keturunan ?" tanya Aris.
__ADS_1
"Entahlah, aku juga tidak tertarik memiliki keturunan darinya !!" ucap Aksa.
"Apa maksudmu ?"
"Bagaimana kalau aku bercerai saja, Pa dengan Amanda ? Aku tidak mencintainya !! Dan selama kami menjalankan pernikahan ini, kami sangat tidak cocok untuk selamanya hidup bersama." ucap Aksa.
"Aksa !! Kamu sudah gila ?! Jika kamu bercerai dengan Amanda, rumah sakit ini tidak akan menjadi milikmu !! Jangan pernah merusak apa yang sudah papa rancang !!" hardik Aris.
Aksa mendengus kesal. Selalu seperti ini jika berdebat dengan Aris.
Terkadang Aksa merasa kesal dengan mamanya yang tidak ingin mempunyai anak lagi.
"Aku tidak terlalu berambisi dengan rumah sakit ini, Pa !! Usahaku jauh lebih menghasilkan dari rumah sakit ini !!" sahut Aksa kesal.
"Aksa !! Rumah sakit ini adalah hasil kerja keras kakekmu !! Hanya kamu yang boleh mendapatkannya !! Jadi, papa minta bertahanlah !! Hanya sampai rumah sakit ini beralih atas namamu !" pinta Aris.
"Baiklah, aku akan memenuhi keinginan papa. Tapi dengan satu syarat !" ucap Aksa.
"Kamu sedang membuat kesepakatan dengan papa ???" tanya Aris mengerutkan dahinya.
"Bisa dibilang seperti itu." jawab Aksa.
__ADS_1
"Katakan, apa syaratmu !!" perintah Aris sedikit penasaran dengan syarat yang akan diajukan putranya.
"Izinkan aku menikah lagi dengan wanita pilihanku !!" ucap Aksa dengan jelas.
"Otakmu terlalu cerdas, Aksa !! Papa tidak setuju !! Sudah papa katakan sabar dan cobalah bertahan sedikit lagi dengan semua hal yang sudah papa rancang untuk kebaikan keluarga kita !!" hardik Aris.
"Iya, kebaikan keluarga.. bukan kebaikan Aksa, Pa !! Andai papa tahu bagaimana bobroknya menantu papa itu ! Kalau bukan karena kalian, sudah lama aku ingin bercerai darinya." balas Aksa.
"Papa tahu Aksa !! Kamu pikir papa bodoh ? Papa hanya minta kamu untuk bersabar sedikit lagi. Suatu saat nanti kamu akan mengerti, Aksa Sanjaya !!" ucap Aris.
Aksa menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.
"Baiklah !! Akan kucoba sebisa ku !!" jawabnya.
Aris menyunggingkan senyumnya.
"Papa pergi !! Dan ingat pesan papa, Aksa !! Jaga nama baik keluarga kita !!" ucap Aris sebelum meninggalkan ruangan Aksa.
"Argh ... Sial !!!"
Bersambung,
__ADS_1