
"Mau kemana kalian ???"
Citra dan Satria menoleh secara bersamaan ke sumber suara. Dan betapa terkejutnya Citra saat melihat laki-laki yang tidak ingin dia temui lagi sekarang berada di hadapan nya.
"Siapa kamu ?" Tanya Satria dengan tatapan tidak suka.
"Aku calon suaminya !!" Jawab Aksa menyungging ke arah Citra.
"Hah ?! Dasar laki-laki gila !!! Dia bohong, Sat." elak Citra.
Pernyataan Aksa tentang siapa dirinya tentu saja membuat Satria terkejut dan mengerutkan dahinya.
"Bohong ? Bukannya tadi pagi sudah aku jelaskan bahwa kita akan menikah ?!" tegas Aksa.
"Tapi kan aku gak menjawab iya !!" tukas Citra.
"Maaf tuan, entah hubungan apa yang kalian miliki itu bisa dibicarakan nanti. Saat ini kami sedang buru-buru. Permisi !!" ucap Satria tegas.
"Kami ?" Seringai Aksa.
Citra dan Satria langsung masuk ke dalam mobil.
Satria menurunkan kaca mobilnya dan sedikit mengeluarkan kepalanya.
"Maaf tuan, bisa anda mundurkan mobil anda ?! Jalan ini hanya cukup untuk satu mobil saja kalau anda bisa melihatnya !" ucap Satria menyindir.
"Sial !! Maksud Lo, gue gak punya mata gitu !!" umpat Aksa sambil masuk ke dalam mobil.
Satria dan Citra pun langsung menuju rumah sakit sementara Aksa terus mengikuti merek dari belakang.
Tadi saat selesai visit di rumah sakit, Aksa melihat Citra dan Satria keluar. Aksa penasaran dan langsung mengikuti mereka. Saat di Club, Aksa ingin turun karena dia ingin tahu apa yang di lakukan Citra di tempat kerjanya. Tapi dia mengurungkan niatnya saat melihat Amanda masuk ke dalam Club itu.
Aksa pun memutuskan untuk menunggu di parkiran dan mulai mengikuti mobil Satria saat mobil itu mulai meninggalkan parkiran Club.
Arga semakin geram melihat Satria yang selalu berada di dekat Citra. Bagaimanapun Aksa tidak ingin wanitanya di dekati oleh laki-laki lain. Sejak Aksa berhasil mengambil keperawanan Citra semalam, dirinya menganggap Citra adalah miliknya.
***
Sementara didalam Club, Amanda menemui selingkuhannya, Ricky. Ricky adalah seorang DJ di Club itu dia terkenal dengan laki-laki yang suka gonta-ganti perempuan, tapi dalam beberapa bulan terakhir ini wanita yang selalu bersamanya hanya Amanda.
Selain tampan, Ricky juga adalah sepupu dari Aksa. Hanya saja, Ricky tidak pernah tertarik untuk masuk ke dunia medis ataupun bisnis keluarganya.
Ricky lebih memilih hidup bebas, bahkan saat Amanda menggodanya untuk bermain di belakang Aksa, dia langsung menyetujuinya.
"Sayang, kita ke apartemen kamu aja yuk !!" ajak Amanda manja.
__ADS_1
"Gak Manda !! Gak ada yang pernah aku ijinkan masuk ke apartemen ku. Termasuk kamu !!" tegas Ricky.
"Termasuk Aksa ?"
"Dia apalagi !!! Mana mungkin aku ijinkan dia."
Amanda mengambil gelas berisi alkohol di atas meja dan meminumnya.
"Aksa aneh hari ini." adu Amanda.
"Kenapa ?" Ricky menatap Amanda.
"Dia menolakku ketika aku memintanya untuk melayani ku !!"
Ricky terkekeh.
"Bukannya dia selalu menolakmu ?"
"Ishh.. kamu ini !! Bikin aku tambah badmood aja !! Ayo kita ke hotel. Kita bersenang-senang disana. Aku akan memberikan pelayanan yang terbaik untukmu kali ini." ucap Amanda.
"Aku sangat mengharapkan itu, babe !!" balas Ricky.
Mereka pun menuju hotel, dan setelah Ricky check-in mereka di antar oleh seorang roomboy.
Sesuai ucapan Amanda, dirinya benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik untuk Ricky.
"Bagaimana pelayanan ku ?" Bisik Amanda lirih.
"Kamu memang yang terbaik." balas Ricky dengan hasrat yang sudah di ujung tanduk.
Ricky membalikan keadaan, kali ini Ricky yang memimpin permainan hingga pelepasan bersama mereka.
Ricky memang sengaja tidak memakai pengaman karena dia tahu Amanda sudah menggunakan alat kontrasepsi sendiri karena tidak ingin hadirnya seorang anak yang di anggap bisa merusak karirnya.
.
.
Sementara itu Aksa terlihat seperti seorang penguntit. Tatapan matanya tidak pernah lepas dari Citra dan Satria.
Mereka tiba di kamar rawat Nurul. Satria meminta ijin pada Citra untuk keluar sebentar dengan alasan ingin membeli makanan.
Sebenarnya Citra juga merasa risih dengan keberadaan Satria yang selalu mengikutinya. Tapi dia juga tidak mungkin mengusir Satria karena bagaimanapun Satria sudah sangat banyak membatu dirinya.
Satria keluar dan menemui Aksa yang sedang berjalan menuju ke ruangannya.
__ADS_1
"Hei tunggu !!" panggil Satria.
Aksa menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Kenapa ?" ketus Aksa.
"Kenapa ? Harusnya gue yang tanya kenapa Lo ngikutin gue sama Citra sampe sini ?" tanya Satria.
"Hah !!" Aksa terkekeh.
Bukannya langsung menjawab Satria, Aksa memanggil seorang perawat yang kebetulan lewat.
"Hei kamu, kemari !!"
Perawat tersebut menghampiri Aksa.
"Iya Dok, ada yang bisa saya bantu ?" tanya perawat tersebut.
Satria terkejut.
"Dokter ?" gumamnya.
"Jelaskan siapa saya disini !!" pinta Aksa.
"Hah ?! Anda Dokter senior spesialis jantung dan wakil direktur rumah sakit ini, Dok." jawab perawat tersebut sedikit bingung.
"Bagus ! Pergilah !!" pinta Aksa pada perawat tersebut.
"Sudah dengar kan perawat tadi bilang apa ? jadi Lo gak usah terlalu percaya diri gue ngikutin Lo !!" ucap Aksa dengan sombongnya.
"Terus kenapa Lo ada di rumah Citra ?"
"Suka-suka gue !! Citra itu calon istri gue !!! Itu urusan gue sama dia. Dan Lo jangan pernah berharap bisa ngambil yang bukan milik Lo !! balas Aksa dengan nada sedikit naik.
"Citra gak bilang kalo Lo calon suaminya !! Dan kalo memang Lo calon suaminya... bukannya ini rumah sakit milik Lo ? Tapi kenapa Citra masih dipersulit hanya untuk mendaftar administrasi, sampai harus minta tolong sama gue !!"
Degh !
Aksa terdiam mendengar ucapan Satria.
"Dan dari yang gue lihat, Lo ini kaya dan banyak duitnya. Tapi kenapa Citra masih harus bekerja di Club cuma buat biaya pengobatan ibunya ?!" Satria kembali menyudutkan Aksa.
"Itu urusan gue sama dia. Lo gak usah ikut campur !!" gertak Aksa.
"Gue gak akan ikut campur urusan Lo !! Tapi tidak dengan urusan Citra !! Kalau emang Lo juga suka sama Citra, kita bersaing secara sehat !!!"
__ADS_1
~Bersambung.....