
Setelah memutuskan panggilan videonya dengan Citra, Aksa yang masih berada di ruang kerjanya pun langsung bersiap untuk pulang ke rumahnya.
Malam ini sebenarnya dia ingin beristirahat di kamar pribadi dalam ruang kerjanya, tapi ada Raka yang sedang tidur disana. Aksa tidak tega mengganggu nya, maka terpaksa dia pulang dan beristirahat di rumah.
Aksa keluar dari rumah sakit menuju ke rumahnya dengan menyetir mobil sendiri tanpa supir.
Tiba di pertigaan lampu merah, Aksa melirik jam di mobilnya yang menunjukkan pukul 22.10
Rasanya Aksa ingin cepat-cepat sampai karena sudah sangat lelah, bahkan dia sedikit menguap karena kantuk.
Sambil menunggu lampu merah berubah berwarna hijau, Aksa sedikit mengedarkan pandangannya berniat menghilangkan rasa kantuknya.
Namun mata Aksa langsung terbuka lebar saat melihat seorang wanita yang sangat ia kenal baru saja keluar dari sebuah gerai mesin ATM yang berada di sebelah minimarket 24 jam.
"Bilangnya ke Bali !!" gumam Aksa sambil berseringai.
Matanya masih terus memperhatikan wanita itu yang masuk ke dalam mobil sedan berwarna putih yang berada di seberang jalan.
Tit ... Tit ... Tit.
Suara klakson dari belakang mobil Aksa membuat Aksa kembali fokus pada kemudinya.
Karena lampu merah sudah berubah menjadi lampu hijau, Aksa pun langsung meneruskan perjalanan nya pulang ke rumah.
Tiba di rumah, Aksa langsung masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Mandi air hangat dan berganti pakaian sudah membuat Aksa terlihat lebih segar dan lebih tampan tentunya.
Aksa pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Ranjang yang pernah menjadi saksi saat dirinya bercinta dengan Amanda.
Namun Aksa berjanji pada dirinya sendiri, jika suatu hari nanti Citra sudah menjadi nyonya di rumah ini, dia akan membuang ranjang ini dan menggantinya dengan yang baru.
Saat ini Aksa sudah benar-benar yakin bahwa dirinya benar-benar mencintai Citra. Bukan semata-mata hanya untuk tanggung jawab dengan perbuatan nya pada Citra waktu itu.
Pendirian Citra, Sifat Citra, pengorbanannya terhadap apa yang harusnya dia dapat dan ia relakan begitu saja hanya demi pengobatan sang ibu. Itulah yang membuat Aksa akhirnya jatuh cinta padanya.
Baru saja Aksa ingin memejamkan matanya, ponsel Aksa berdering.
"Argh... sial !! Ganggu aja !! Baru juga mau istirahat !!" umpat Aksa sebelum melihat siapa yang menghubunginya malam-malam seperti itu.
Setelah melihat nama siapa yang tertera di layar ponselnya, Aksa pun langsung menerima panggilan tersebut.
"Apa !! Gue ke sana sekarang !!"
***
Citra terkejut.
Baru saja ia memejamkan mata lima menit yang lalu, tiba-tiba monitor ECG berbunyi.
__ADS_1
Citra yang panik melihat kondisi ibunya langsung menekan bel dan memanggil tim medis.
Tim medis pun tiba dan segera menangani ibu Nurul. Sementara Citra disuruh menunggu di luar ruangan.
Roy datang berlarian menghampiri Citra setelah tadi menerima pemberitahuan dari rumah sakit tentang kondisi ibu Nurul.
"Citra..." panggil Roy.
"Roy... Ibuku, Roy !!!" tangis Citra.
Roy menepuk-nepuk bahu Citra, berharap Citra bisa sedikit lebih tenang.
Ya, karena memang hanya itu yang bisa dia lakukan.
"Sudah kabari Aksa ?" tanya Roy.
Citra menggelengkan kepala.
"Ya udah, biar aku aja yang ngabarin !! Sebentar ya..." pamit Roy.
Roy pun mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Aksa.
"Halo Sa ! Mertua lo Anfal !!" ucap Roy saat panggilan terhubung.
"Apa !! Gue ke sana sekarang !!"
__ADS_1
Bersambung,