Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Aku Milikmu...


__ADS_3

Citra tahu Aksa sedang marah.


Awalnya dirinya ingin membiarkan saja Aksa dengan kemarahannya.


Dia ingin lihat, seberapa lama Aksa bisa bertahan dengan kemarahannya.


Tapi seketika muncul kekhawatiran, jangan sampai rencana mereka untuk berangkat ke Singapura besok membawa ibunya, gagal hanya karena Aksa yang merajuk seperti ini.


Dengan terpaksa Citra harus menurunkan sedikit egonya.


Sebagai mantan seorang wanita malam, Citra tentu saja sudah pandai dalam hal menggoda laki-laki.


Setidaknya dia bisa mensyukuri hal itu, karena ternyata pengalamannya itu bisa dia gunakan sebagai senjata untuk merayu suaminya yang sedang dalam mode ngambek.


Citra mulai mendekati Aksa, tangannya dia letakkan di dada bidang Aksa, mengusap perlahan dada bidang tersebut. Naik, turun, memutar, bahkan sampai ke perut Aksa sambil berkata dengan suara manja.


"Mas, jangan ngambek dong ! Aku gak ada maksud nolak Mas tadi. Mana mungkin aku nolak suami sendiri ! Itu kan dosa, Mas. Apalagi suamiku ganteng kayak gini. Kalau nolak Mas, sama saja nolak rezeki." Ucap Citra sambil tangannya terus bergerak mengusap-usap dada Arga.


Mendengar ucapan Citra, tentu saja membuat Aksa senang. Ia membuka matanya dan dengan cepat menahan gerakan tangan Citra yang tidak tahu etika itu.


"Kamu sudah sangat lancang dengan menyentuhku seperti itu, Citra Sanjaya !! Kali ini aku tidak akan melepaskan mu !!" ucap Aksa langsung menarik tengkuk leher Citra dan memagut bibir yang sangat menggoda bagi nya itu.

__ADS_1


Citra hanya bisa pasrah, merelakan seluruh tubuhnya di jamah kembali oleh Aksa. Namun kali ini Aksa sudah berstatus sebagai suaminya.


Citra pun mulai membalas permainan lidah Aksa hingga mereka harus memberi Jedah untuk menarik nafas.


"Aku menginginkan mu, Citra !!" lirih Aksa di telinga Citra.


Citra tidak munafik. Dirinya yang sudah mulai terbakar gairah pun, sudah sangat ingin mendapatkan sentuhan-sentuhan dari laki-laki yang sudah menjadi suaminya ini.


"Lakukanlah, Mas ! Aku milikmu !!" ucap Citra pasrah.


Hal itu tentu saja tidak akan disia-siakan oleh Aksa. Ia kembali meraup bibir Citra dengan rakus. Sementara kedua tangannya tidak bisa diam, terus menggerayangi tubuh Citra, hingga pakaian Citra pun terlepas semuanya.


******* Citra justru membuat Aksa semakin bergairah. Aksa benar-benar menikmati malam ini bersama Citra. Meskipun ini bukan malam pertama mereka, tapi mereka sangat menikmatinya. Apalagi dengan Aksa yang sangat lembut dan sangat pandai membuat Citra melayang.


Jelas berbeda saat mereka dalam pengaruh obat perangsang.


Tiba-tiba...


"Ah ...!!!" pekik Citra saat senjata Aksa mulai masuk ke bagian intinya.


"Punyamu masih sangat sempit sayang, maaf jika kamu masih merasa sakit." bisik Aksa.

__ADS_1


"Akh... ahhhh," Citra terus mendesah tanpa menghiraukan ucapan Aksa.


Malam ini menjadi malam yang sangat panas bagi Aksa dan Citra.


Aksa seakan ingin terus bergulat tanpa henti. Sementara Citra, dia terlalu menikmati sentuhan-sentuhan yang diberikan Aksa hingga sejenak dia melupakan semua kecemasannya.


Malam ini Aksa kembali menabur benihnya di rahim Citra. Dia benar-benar ingin Citra segera hamil anaknya.


Setelah lelah dengan pergulatan panas mereka, Citra pun tertidur di samping Aksa.


Pukul 05.00 pagi, ponsel Aksa berdering terus-menerus membuat Aksa dan Citra terbangun.


Aksa segera menerima panggilan tersebut, sementara Citra pergi ke kamar mandi.


"Halo ?" sapa Aksa dengan suara khas baru bangun dan masih setengah sadar.


"Apa !!!" pekik Aksa saat mendapat jawaban dari sang penelepon.


"Baiklah ! Aku aku kesana sekarang !!"


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2