Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Citra dan Roy ?


__ADS_3

Citra sedang menonton acara televisi, sebuah acara ajang memasak yang cukup di minati oleh banyak orang di Indonesia.


Tiba-tiba ia ingin memakan martabak manis dengan toping keju yang masih hangat, dan juga rujak yang pedas dan juga asam.


Ia berpikir tidak mungkin menghubungi Aksa, jam segini suaminya itu pasti sedang sibuk. Citra pun teringat ucapan Roy. Ia tahu siapa yang 24 jam siap sedia jika ia panggil.


"Roy !!" pekiknya bahagia.


Ia pun meraih ponselnya dan segera menghubungi Roy.


"Hallo ?"


"Roy, aku pengen makan martabak. Temani aku jalan, yuk ! Mau makan di tempat. Mas Aksa pasti sibuk." ujar Citra dengan cepat, tanpa jeda tarikan nafas, saking semangatnya.


"Aku juga sibuk, Cit !" tolak Roy membuat wajah Citra seketika berubah cemberut.


"Aku aduin Mas Aksa, lho.." ancam Citra, manja.


"Ya ampun, sudah mau jadi ibu-ibu, masih suka ngadu aja !" gerutu Roy.


"Biarin !! Lagian kamu kan CEO, waktunya lebih banyak dari Mas Aksa !!" ucap Citra meledek Roy.


"Hm... aku CEO, dan baru kali ini aku melihat CEO yang kerjaan ya mengurusi istri orang !" sindir Roy.


"Aku ngidam, Roy !! kalau gak di turuti nanti anak aku ngiler. Emang kamu mau, punya ponakan ngiler ?" timpal Citra membuat Roy tertawa.


"Gak apa-apa, bukan anak gue ini." batin Roy


"Kalau kamu gak mau, aku pergi sendiri aja !!" ancam Citra.


"Kalau Citra pergi sendiri terus di jalan ketemu Amanda, malah makin bahaya ! Bisa di bedah gue sama Aksa !" pikir Roy dalam hati.


"Astaghfirullah, Cit... nyebut aku !! oke deh, otw !! Tunggu !" Roy langsung menutup telponnya tanpa mengucap salam.


Sementara Citra tertawa puas sambil mengelus-elus perutnya.


Tak butuh waktu lama bagi Roy untuk sampai ke apartemen Aksa.


Citra langsung buru-buru keluar saat bel berbunyi.


"Itu pasti Roy."


Benar saja, Roy sudah berdiri mematung di depan apartemen dengan memasang muka jutek. Citra hanya tertawa lucu melihat ekspresi Roy, sambil menutup pintu.


Dalam perjalanan menuju mobil pun, Roy tetap diam membisu.


"Aww.. sakit, Citra !!" keluh Roy. Tangannya mengusap bekas cubitan Citra.


"Habisnya, dari tadi diam aja ! Gak ikhlas banget ngantarin aku !"

__ADS_1


"Bukan gitu, aku masih ngantuk !!" bohong Roy.


Citra melirik jam di tangannya.


"Sore-sore gini kok ngantuk ? Lagi PMS kali ya ini cowok. Jutek amat dari tadi." gumam Citra tanpa menatap Roy.


Di dalam mobil, Citra duduk di kursi depan samping Roy. Ia ingin bisa melihat dan memilih penjual martabaknya sendiri. Semoga jam segini sudah buka.


Pandangan Citra memperhatikan setiap sudut jalan, dan tiba-tiba ponselnya berdering.


"Dari Aksa, ya ?" tanya Roy dengan tatapan fokus pada kemudi.


"Iya." jawab Citra langsung mengangkat panggilan video dari Aksa.


Citra memamerkan senyum manisnya.


"Loh, kok di mobil ? Mau kemana ? Sama siapa ?"


Citra memutar kamera depan menjadi kamera belakang dan memperlihatkan wajah Roy yang nyengir.


"Halo Bro, istri Lo pengen makan martabak !! Tadi telpon gue minta di anterin. Lagi ngidam dia !!" Jawab Roy menjelaskan. Ia tidak mau Aksa cemburu padanya atau berpikiran macam-macam.


Yah.. meskipun Roy memang menyimpan perasaan pada Citra, tapi dia tahu batasannya. Citra wanita yang cantik dan baik, setiap laki-laki yang mengenalnya bisa dengan mudah mencintainya. Dia punya banyak alasan untuk membuat orang-orang menyayanginya.


"Apa ?? Kenapa telpon Roy, sayang ?! Aku dua jam lagi sudah pulang kok." protes Aksa.


"Kalau lagi ngidam, mana bisa di suruh nunggu, sayang ?!"


"Oke deh, hati-hati ya ? Nanti pulangnya aku jemput aja, share lokasi ya ?" kata Aksa


"Oke."


"Jagain Citra dengan baik, Roy ! Jaga tangan, mata dan hati Lo juga, jangan kayak si Ricky, ikut-ikutan suka sama istri gue !!' racau Aksa dari balik telepon.


Roy pun menanggapi dengan acungan jempol.


"Sip."


"Masss !!!" sentak Citra mengingatkan. Kelakuan Aksa benar-benar absurd.


Setelah berputar-putar mengelilingi kota Jakarta sampai pantat terasa panas, akhirnya Citra memjtuskan berhenti di dekat taman kota, ada penjual kaki lima yang sepi pembeli.


Citra mengajak Roy turun dan ikut makan bersamanya di lesehan itu.


Saat malam, taman kota sangat ramai pengunjung. Banyak anak-anak kecil dan sepasang kekasih yang menikmati malam disini.


Roy datang menghampiri Citra dengan membawa dua kotak martabak manis dan dua botol air mineral.


Pencahayaan di area ini sedikit redup, kurang terang bagi Roy. Ia pun menyalakan senter ponselnya agar bisa menerangi tempat duduk mereka. Tapi sebelum itu, Roy sudah mengirim lokasi mereka saat ini pada Aksa.

__ADS_1


Roy mengatur duduknya di samping Citra. Matanya memperhatikan Citra yang tak hentinya tersenyum. Bibirnya sibuk meniup potongan martabak yang masih panas.


"Kita disini seperti orang pacaran ya, Roy ?" ucap Citra setelah memperhatikan sekitar.


"Pacaran sama kamu ? Ogah !! Kalau berurusan sama Aksa, bikin apes !" gerutu Roy.


"Ya cari wanita single buat di jadikan pacar. Kan seru tuh, nanti kita bisa double date !!" usul Citra dengan mulut yang penuh denga martabak.


"Hhh.. wanita bikin ribet !!" tolak Roy.


Setelah merasa kenyang dan puas karena keinginannya terpenuhi, Citra bangkit dari duduknya.


"Sebagai rasa terima kasih karena sudah menemaniku malam ini, aku akan menyanyikan sebuah lagu buat kamu !"


Karena pekerjaan Citra yang sebelumnya adalah seorang Lady Escort, jadi dia sedikit pandai dalam hal bernyanyi.


Roy pun tersenyum kecil.


"Boleh ! Aku akan mendengarkannya sambil rebahan disini !"


Citra mulai melantunkan syair lagu favoritnya. Menanyikannya dengan penuh perasaan. Suaranya lembut dan merdu.


Terdengar suara tepuk tangan. Citra membuka matanya dan melihat Aksa sudah berada di hadapannya.


Ia pun langsung memeluk suaminya itu dan mencium bibir Aksa.


"Woi !! Masih ada gue disini !!! Kalau mau adegan plus-plus tolong di sensor ya !!" gerutu Roy membuat Aksa dan Citra tertawa terbahak-bahak.


"Kita pulang yuk, sayang !! Lanjut olahraga dirumah." bisik Aksa di telinga Citra, tapi matanya melirik Roy dengan jail.


Roy pun yang menyadari tatapan Aksa bersungut kesal.


"Terus... pamer terus !!!"


Melihat tingkah Aksa dan Roy membuat Citra tak berhenti tertawa.


"Gue pulang deh !! Mau nyelamatin mental gue yang di sindir melulu sama dokter mesum, bucin akut pula ! Biar mental gue gak down."


"Hahahahaa... hush.. hush.." ledek Aksa lagi dengan nada mengusir.


"Udah, Mas. Kasihan tuh si Roy !!" ucap Citra sambil lengannya melingkari pinggang Aksa dan bergelayut mesra.


"Sengaja sayang, biar dia pengen dan segera nikah !!" jawab Aksa sembari mengangkat tubuh Citra dan menggendongnya ke mobil.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2