Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Operasi Dadakan


__ADS_3

Roy segera menghubungi seseorang melalui ponselnya dan meminta untuk menyiapkan Helikopter untuk Aksa.


Roy meminta untuk mengantarkan Helikopter nya ke Helipad yang berada di atas gedung hotel terdekat dengan rumah Aksa.


Hanya dalam waktu 20 menit, sekarang Aksa sudah dalam perjalanan menuju Singapura.


Dan dalam waktu 2 jam 15 menit, Aksa sudah tiba di atap gedung rumah sakit SMC tempat mertuanya di rawat.


Aksa segera menuju ruang operasi setelah sebelumnya di beritahu oleh pihak rumah sakit bahwa mertuanya sudah di bawa ke ruang operasi dan akan segera di operasi.


Aksa melihat Citra yang sedang duduk menunggu dengan kecemasan di depan ruang operasi di temani Roy di sampingnya.


"Sayang..." panggil Aksa.


Citra menoleh ke arah suara berasal.


Tidak bisa di pungkiri, Citra senang dengan kedatangan Aksa, tapi anehnya melihat Aksa membuat tangisannya semakin kencang.


"Mas !!! Ibu, Mas !!!" adu nya pada sang suami dan langsung mendapat pelukan hangat dari suaminya.


"Iya sayang, kamu tenang ya. Ibu sudah di tangani oleh ahlinya kok !!" ucap Aksa berusaha menenangkan Citra.


Roy pun bergeser dari tempatnya semula, memberi ruang untuk Aksa dan Citra.


Roy masih memperhatikan.


"Tolong belikan minuman buat Citra ya, bro !!" pinta Aksa.

__ADS_1


Roy pun mengangguk dan segera pergi menuju ke kantin untuk membeli minuman buat Citra sesuai permintaan Aksa.


"Apapun hasilnya nanti, kamu harus ikhlas sayang !! Kamu sudah berusaha sangat baik sampai sejauh ini, tapi kehidupan hanya ada di tangan Tuhan." ucap Aksa.


"Kenapa kamu bicara seperti itu, Mas ? Apa ibu gak akan bisa tertolong ? Tadi katamu, ibu sudah ada di tangan yang tepat. Tapi kenapa sekarang kamu bicara seolah-olah sudah gak ada harapan lagi ?!"


"Bukan seperti itu maksudku. Sudahlah !! Kita berdoa saja dan tunggu sampai operasi nya selesai." putus Aksa tidak ingin menambah panjang perdebatan di saat yang tidak tepat.


Roy datang dengan membawa minuman untuk Aksa dan Citra.


"Ini, minumlah dulu !!" ucap Aksa memberikan satu botol air mineral kepada Citra.


Setelah minum Citra merasa sedikit lebih tenang.


Dua jam kemudian, pintu ruang operasi terbuka.


Aksa dan Dokter Jack berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.


Sementara Citra yang kurang mengerti, hanya diam menunggu pembicaraan mereka selesai.


"Bagaimana, Mas ? Apa kata dokter ?" tanya Citra setelah dokter Jack pergi.


"Operasi ibu berjalan lancar. Kamu bisa melihat ibu nanti kalau ibu sudah di pindahkan ke kamar rawat." jelas Aksa.


"Ahh.. syukurlah !!" ucap Citra lega.


"Dan satu lagi..." lanjut Aksa.

__ADS_1


"Apa ?"


"Kata dokter, wali pasien harus segera melayani suaminya karena kondisi sang ibu sudah aman sekarang." ucap Aksa tersenyum nakal.


"Mas .... !!!" pekik Citra kesal karena bisa-bisanya di buat bercanda oleh suaminya itu.


"Modus Lo bisa aja, bro !!" cibir Roy yang ternyata mendengar ucapan Aksa.


"Lo kan tahu siapa gue !!" ucap Aksa berseringai.


Setelah ibu Nurul dipindahkan, mereka segera menuju kamar rawat ibu Nurul.


Sementara Roy, dia izin pada Aksa untuk kembali ke apartemen karena tidak ingin menjadi setan di antara suami istri yang baru saja bertemu itu.


"Sayang..."


"Apa mas ?"


"Kamu gak mau cium suamimu yang tampan ini ?"


"Ini di rumah sakit, Mas !! Bisa gak, jangan mikir dan minta yang aneh-aneh!!" kesal Citra.


"Gak minta yang aneh-aneh kok. Cuma minta cium doang. Ya, syukur-syukur dapat lebih.. kamar mandi kan kosong tuh, bisa kali kita olahraga di kamar mandi !!"


"Mas ... !!!"


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2