Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Kemarahan Aris


__ADS_3

Ceklek!


Pintu ruangan Aksa terbuka.


"Siapa yang menikah ?" tanya Aris yang tiba-tiba muncul.


Aksa memijat pelipisnya. Sepertinya ini akan jadi hari yang cukup berat untuknya.


"Aksa, itu papa mu bertanya !! Siapa yang sudah menikah ?" cecar Amanda.


Aksa menghembuskan nafasnya.


"Aksa, Pa !! Aksa sudah menikah dengan wanita pilihan Aksa dan Aksa akan segera menceraikan Amanda !!" jelas Aksa.


"Aksa !!" hardik Aris.


"Oops, ini sudah waktunya rapat Direksi. Jika kalian ingin berdebat, silahkan !! Dan untuk kamu Aksa, jika kamu memang siap menceraikan ku, silahkan kosongkan ruangan ini !!" ancam Amanda.


"Jaga mulutmu.. Amanda !! Aku masih mertua mu !!" sentak Aris.


"Jika Aksa sudah menceraikan ku, kamu bukan lagi mertua ku, tuan Aris Sanjaya !!"


"Amanda !!" teriak Aksa.


Amanda melambaikan tangannya tanpa menoleh ke arah Aksa.


Ia terus melangkah keluar. Tapi bukan ke ruang rapat, melainkan ke toilet.


Amanda mengeluarkan cairan bening dari kedua matanya.


Meskipun permasalahan keluarga mereka yang begitu rumit, Amanda tetap mencintai Aksa. Ia tidak rela jika Aksa mencintai wanita lain. Namun ia tidak ingin merendah dan mengemis cinta pada Aksa.

__ADS_1


Sementara di ruang kerja Aksa, Aris benar-benar marah karena Aksa telah mengambil langkah tanpa mendiskusikan dengannya.


"Siapa wanita itu ? Ceraikan dia sekarang juga !! Kalian hanya menikah secara sirih kan ? Tinggalkan dia !!" ucap Aris.


"Gak, Pa !! Dia sedang hamil anakku !! Yang akan ku ceraikan Amanda, bukan wanita yang aku cintai !!" jawab Aksa tegas.


"Jangan bodoh, Aksa !! Mana baktimu pada papa dan mama ?!" bentak Aris.


"Aksa bisa berbakti dalam hal lain, pa !! Tapi tidak untuk hal ini !!" tegas Aksa.


Aris sangat geram hingga membuat dadanya sakit dan terjatuh.


"Papa !!!" teriak Aksa langsung menolong Aris dan menghubungi perawat untuk membawa Aris ke ruang tindakan.


Sementara itu di dalam ruang rapat... Amanda, Darius serta jajaran para Direksi sedang menunggu kedatangan Aris dan Aksa. Namun asisten Aksa meminta untuk menunda rapat Direksi, hingga kesehatan Aris pulih.


Itu permintaan Aksa yang di sampaikan oleh asistennya.


Amanda sedikit terkejut mendengar mertuanya tiba-tiba sakit, padahal baru saja ia berpapasan denga mertuanya itu di ruangan Aksa.


"Sebaiknya kita lanjutkan saja rapat ini. Toh, tujuan dari rapat ini hanya pengesahan untuk penggantian Aris !!" tukas Darius.


"Maaf Pak Darius, biar bagaimana pun, Pak Aris banyak berjasa untuk rumah sakit ini, jadi kami semua sepakat untuk menunggu sampai pak Aris benar-benar pulih sesuai permintaan Pak Aksa." jawab salah satu dewan direksi.


"Sudahlah Om, sebaiknya kita ikuti saja kemauan mereka." timpal Amanda.


Akhirnya dewan Direksi pun bubar, Darius kembali ke kediamannya, sedangkan Amanda menemui Aksa melihat ke kamar rawat Aris.


"Pintar sekali kalian, menunda rapat dengan alibi sakit !!" cibir Amanda saat tiba di ruang rawat Aris.


"Manda ... !!! Jaga bicaramu !!" sentak Aksa.

__ADS_1


"Oops, maaf.. aku keceplosan !! Oh iya Aksa, kamu tidak akan bisa menceraikan ku jika papa mu masih sakit. Karena tidak mungkin aku akan memecat mertuaku sendiri !!" ucap Amanda.


"Bukankah kamu sudah ingin memecat papaku dengan rapat Direksi ini ?! Ingat Amanda, permasalahan yang terjadi antara keluarga Haryanto dan keluarga Sanjaya hanya salah paham, dan kita berdua hanyalah korban. Jadi sebaiknya kita saling berdamai dan jalani hidup masing-masing!!" Jawab Aksa.


"Salah paham ??? Jalani hidup masing-masing??? Sepertinya ucapanmu menarik !! Apa karena wanita itu tiba-tiba kamu menjadi bijak seperti ini ??" cecar Amanda.


"Jangan pernah bawa-bawa dia !! Istriku tidak ada urusan dan hubungannya dengan permasalahan kita !!" tegas Aksa.


"Hey .... Aksa Sanjaya !!! Yang berada di hadapanmu ini juga istri sah mu, di mata hukum maupun mata agama !!" hardik Amanda.


"Amanda !!! Pelankan suaramu !! Papaku butuh ketenangan !!" sentak Aksa


"Kalau butuh ketenangan.. sekalian saja pergi ke akhirat !!"


Plak!


Aksa menampar pipi Amanda.


"Bicaramu sangat tidak pantas untuk seorang wanita yang berpendidikan !!"


"Ternyata seorang Aksa Sanjaya bisa juga memperlakukan aku seperti ini !!" lirih Amanda sambil memegang pipinya.


"Maaf jika aku menyakitimu, tapi ucapan mu sudah terlalu berlebihan, Amanda !!"


"Kalau menurutmu aku berlebihan, maka akan ku tunjukkan padamu sesuatu yang lebih dari ini !!" ancam Amanda.


"Jangan pernah sentuh wanita itu !!" ujar Aksa saat Amanda hendak meninggalkan ruangan itu.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,


__ADS_2