Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Pantas tidak Pantas


__ADS_3

"Bukannya dia Amanda model yan terkenal itu ? Pasti janjian sama Ricky lagi." gumam Citra.


Citra pun meneruskan langkahnya ke arah parkiran menuju mobil Satria.


"Lama ya, Sat ? Maaf ya.." ucap Citra.


"Gak kok. udah selesai ?" tanya Satria.


"Udah !"


"Kita jalan sekarang ya.." ucap Satria menyalakan mesin mobilnya.


Dalam perjalanan, hening tanpa pembicaraan. Citra larut dengan pikirannya sendiri yang sedang berpikir bagaimana caranya mendapat sisa uang 100 juta. Itupun masih kurang karena dia juga harus menyiapkan biaya hidup dan transportasi selama mereka di Singapore untuk pengobatan ibunya.


Sementara Satria, sedang berpikir bagaimana memulai pembicaraan dengan Citra.


"Ehem.. ehm," Satria berdehem membuat Citra menoleh kearah nya.


"Kenapa Sat ?" tanya Citra.


"Gak apa-apa cuma mau bilang jangan kebanyakan melamun." ucap Satria.


"Emang kenapa ?"


"Takut setan lewat nanti ngerasukin pikiran kamu yang lagi traveling kemana-mana." ucap Satria.


"Ihh.. horor banget sih ngomongin setan !!" protes Citra.


"Hahaha ... Makanya kamu jangan melamun terus. Emang lagi mikirin apa sih ?" Tanya Satria.


"Pakai nanya lagi. Kamu kan tahu sendiri aku lagi butuh uang secepatnya, Sat. Tadi bos aku hanya kasih pinjaman 50 juta. Itupun di potong gaji ku. Sementara aku masih kurang 100 juta lagi untuk biaya operasi ibu. Belum lagi biaya hidup selama di Singapore nanti. Aku benar-benar bingung, Sat." cerita Citra.


"Cit, maaf sebelumnya tapi bisakah kamu berhenti dari Club itu ?" ucap Satria.

__ADS_1


Tentu saja Citra kaget mendengar permintaan Satria.


"Kita gak cukup dekat, Sat untuk kamu meminta hal itu sama aku." ucap Citra.


"Jika harus dekat lebih dulu untuk bisa meminta hal itu sama kamu, maka mulai sekarang aku akan lebih dekat sama kamu, Cit." Jawab Satria.


Mata Citra memicing tajam ke arah Satria.


"Jangan terlalu berharap untuk bisa dekat sama aku, Sat. Aku bukan wanita yang pantas untuk kamu."


"Jika kamu merasa kamu bukan wanita yang pantas untukku, maka ijinkan aku untuk memantapkan dirimu untukku." Sambung Satria.


"Memantapkan diriku ? Hh, entahlah Sat. Aku sendiri gak yakin."


"Berhenti bekerja di Club itu dan bekerjalah di kantor ku." Pinta Satria.


Citra tertawa mendengar permintaan Satria.


Satria memahami sifat keras kepala Citra. Seandainya saja Citra mau berhenti dari Club itu, Satria siap meminang Citra, meskipun nanti akan ada perdebatan dalam keluarganya.


Namun Citra menolak. Tapi penolakan Citra tidak akan membuat Satria menyerah.


"Pikirkan lagi tawaranku, Cit." ucap Satria.


"Dalam otak dan pikiran ku saat ini hanya terisi bagaimana caranya mencari uang yang banyak, Sat." Balas Citra.


Satria dan Citra tiba di depan rumah Citra. Citra langsung masuk sementara Satria masih menunggu di depan rumah.


"Gak pulang ?" tanya Citra heran melihat Satria tidak beranjak dari situ.


"Aku akan antar kamu lagi ke rumah sakit." Jawab Satria santai.


"Gak perlu, Sat. Aku bisa pakai ojek online. Aku sudah terlalu banyak merepotkan kamu hari ini."

__ADS_1


"Kamu gak ngerepotin, ini aku yang mau. Jadi, stop bicara seperti itu lagi !!" tegas Satria.


"Emang susah kalau ngomong sa pengacara, gak mau ngalah !! Terserah kamu aja lah !! Aku masuk dulu." ucap Citra kemudian langsung masuk.


Citra tidak mau berlama-lama membuang waktu. Dia mandi secepat kilat dan langsung menyiapkan pakaian untuk di bawa.


Setelah selesai, Citra bergegas keluar.


"Sudah selesai ?" tanya Satria.


"Belum pulang juga ?"


"Sudah ku bilang kan tadi, aku akan mengantar mu !" balas Satria.


Citra hanya bisa menarik nafas yang dalam.


"Memangnya kamu gak malu jalan sama wanita malam seperti aku ?"


"Malu kenapa ? Di hadapan Allah kita semua sama." jawab Satria.


"Tapi aku ini hina di mata masyarakat, Sat."


"Tapi tidak di mata Sang Pencipta, Cit !! Ingat Citra, penilaian yang hakiki hanya di mata Sang Pencipta."


Citra menghembuskan nafasnya.


"Ya sudah, ayo kita ke rumah sakit sekarang. Kasihan ibu di tinggal terlalu lama."


Citra pun berjalan ke arah pintu mobil Satria. Baru saja dia ingin masuk tiba-tiba,,


"Mau kemana kalian ???"


~Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2