Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Penjelasan Ricky


__ADS_3

Aksa yang telah di penuhi amarah langsung menuju apartemen Ricky.


"Ricky! Keluar Lo !!!" teriak Aksa.


Brak. Brak. Brak


"Ricky!!!"


Suara Aksa begitu keras disertai dengan gaduhnya dobrakan pintu yang membuat petugas keamanan segera menghampirinya.


"Maaf Pak, Pak Ricky pergi sejam jam 10 pagi tadi dan belum pulang. Pak Ricky biasanya pulang larut malam." jelas petugas keamanan itu mencoba menenangkan Aksa agar tidak menggangu penghuni apartemen lain.


"Maaf Pak, terima kasih." jawab Aksa dengan wajah yang masih merah menahan emosi.


Aksa segera berlari menuju ke mobilnya dan kembali menghubungi Ricky.


Beberapa kali Aksa mencoba, akhirnya Ricky menjawab telponnya.


"Halo, ada apa Sa ?" tanya Ricky di ujung telepon.


"Jangan banyak tanya ! Dimana Lo sekarang ?" bentak Aksa.


"Woi... gak usah nyolot dong !! Gue gak ada masalah sama Lo, tapi kalau ini tentang Citra, datang aja ke King's Club." Ricky pun menjawab dengan nada tinggi karena terpancing juga emosinya.


Tanpa panjang lebar, Aksa langsung bergegas menuju King's Club menemui Ricky.


***


"Hei, Ricky yang tampan, ada apa denganmu ?" tiba-tiba Ricky mendengar suara menggoda disertai dengan pelukan hangat dari belakang yang sangat erat. Sontak Ricky terkaget, meski akhirnya dia sadar jika itu adalah suara Mami Rachel.


Ricky pun hanya diam mendapatkan perlakuan seperti itu dari Mami Rachel.


Ricky memang DJ di Club milik Mami Rachel karena dengan tujuan untuk menguntit Citra, namun dengan wajah Ricky yang di atas rata-rata membuat kedekatan mereka kadang lebih dari sekedar bos dan anak buah.


Untuk sekedar menghilangkan rasa kesepian, mereka berdua tak sungkan untuk bercumbu mesra, bahkan berhubungan badan.


Meski umur mereka terpaut jauh, namun Mami Rachel masih sangat menggoda dengan tubuh sintal dan ukuran dada yang tidak begitu besar namun padat dan pas dengan tubuhnya.


"Ricky kangen sama Mami ya ?" goda Mami Rachel.


"Cinta sangat menyakitkan, Mi." ucap Ricky lirih.


"Apa ini masih tentang Citra ?" Mami Rachel berhenti menggoda Ricky.


"Bukankah Citra sudah menjadi istri Aksa ? Kamu ini benar-benar....." Mami Rachel melanjutkan perbincangan sambil duduk di kursi dekat Ricky.


"Entahlah, Mi... Rasanya sangat sakit ketika harus berkorban dan tak pernah di anggap, apalagi dengan balasan yang tidak sepadan. Benar kata orang, seluruh tubuh ini milik kita, kecuali hati !! Aku benar-benar gak tau cara menghentikan hatiku untuk mencintai Citra, Mi." Ricky menjelaskan dengan dengan serius dan kesedihan sangat terlihat jelas di wajahnya.

__ADS_1


Bugh... Bugh... Bugh...


Satu, dua, tiga pukulan tiba-tiba menghujani wajah Ricky. Untungnya Ricky sigap, dan hanya pukulan pertama saja yang tepat sasaran.


Mami Rachel tersungkur jatuh karena tersenggol tubuh Aksa yang langsung saja melayangkan pukulan demi pukulan kenarah Ricky.


"Jojo !!! Jojo !!!" Mami Rachel berteriak sekeras mungkin memanggil anak buahnya.


Prang ....


Aksa telah memecahkan satu botol miras. Suasana semakin mencekam. Satu dua ayunan pecahan botol di tangan Aksa membabi buta dengan penuh amarah. Ricky pun mulai gelagapan meski tak satupun serangan Aksa yang kena, kini ia mulai terpojok dan tak bisa bergerak lagi.


"Bos Aksa, tahan bos !!" Beberapa keamanan menahan Aksa.


"Tahan Bos... tahan !! Kita bicarakan baik-baik di atas, atau bos Aksa bisa pergi dari sini !" ucap Jojo sambil membawa Aksa ke atas di ikuti Mami Rachel, dan mereka semua menuju ruangan Mami Rachel.


"Baron, jaga merek berdua !! Aku mau ambil minuman dulu di bawah !" ujar Mami Rachel melangkahkan kakinya keluar.


"Aksa, Lo jangan salah paham ?"


"Apanya yang salah paham ? gue tahu Lo udah lama ngincer Citra. Dan gue tahu Lo bejat !! Apa yang sudah Lo perbuat terhadap Citra saat gue gak ada di apartemen, hah ?!" belum juga Ricky menyelesaikan penjelasannya, Aksa sudah marah tidak karuan.


Bugh !


Tiba-tiba Ricky memukul wajah Aksa tanpa bisa di hindari karena Aksa sedang di pegang oleh Jojo.


"Apa Lo benar-benar mencintai Citra ? Apa Lo benar-benar bisa menjaga nya ? Apa Lo tahu apa yang terjadi sama Citra ? Apa Lo tahu nyawa Citra dan janinnya selalu dalam bahaya ? Apa Lo tahu, hah ?!" dengan nada tinggi Ricky melampiaskan kesedihannya dengan balik memarahi Aksa.


"Lepasin dia, Jo !! Tinggalin kami berdua. Bilang Mami Rachel agar pelayan saja yang mengambil minuman kami." Pinta Ricky pada Jojo.


"Duduk !! Gue bakal jelasin semua yang Lo gak tahu !!"


"Amanda... Lo tahu apa yang sebenarnya Amanda rencanakan dari awal saat dia tahu Lo dekat dengan Citra ?" Ricky memulai penjelasannya dengan sangat serius.


"Apa maksud Lo ? Ngomong yang jelas, jangan muter-muter!!" tanya Aksa semakin penasaran.


"Manda bersekongkol dengan Mami Rachel untuk membunuh Citra !!"


Deg !


Aksa terkejut mendengar penuturan Ricky.


"Jangan mengarang cerita lebih jauh, Lo cinta sama Citra kan ?" pungkas Aksa.


"Ya.. gue emang Cinta sama Citra, gue sayang sama dia, tapi gue gak sebejat yang Lo pikir ! Gue udah jatuh cinta sama Citra jauh sebelum Lo kenal sama dia. Gue gak mungkin celakain Citra !!"


Tiba-tiba pelayan datang.

__ADS_1


"Minumannya, Bang Ricky!!" ucapnya.


Ricky pun menuangkan minuman itu untuk dirinya dan juga untuk Aksa.


"Semua berawal dari perintah Om Aris agar gue menyelidiki kenapa Amanda mau melaksanakan perjodohan Lo dengan dirinya !" jelas Ricky.


"Apa ?? Papa ??"


"Ya, gue mendekati Amanda karena perintah Om Aris. Dari situ gue tahu bahwa Amanda awalnya terpaksa menjalani perjodohan itu walaupun dia mencintai Lo, Sa ! Karena Amanda dan Om Darius mau menghancurkan keluarga Sanjaya. Dan yang harus Lo tahu, dia sudah bersekongkol dengan Mami Rachel sejak saat itu. Lo gak curiga, kenapa ibunya Citra yang tadinya sudah sehat tapi dalam hitungan tidak lebih dari dua jam meninggal ?" tanya Ricky.


"Ya.. ibu Nurul sempat membaik saat itu. Dan tiba-tiba...." Aksa menceritakan kejadian sesaat sebelum ibunya Citra meninggal.


"Waktu itu Roy, Citra dan Mami Rachel, kan ? Entah ini hanya kebetulan atau tidak, hanya saja gue curiga dengan mereka. Amanda adalah wanita licik dan sangat kejam. Dia akan melakukan apa saja untuk menyakiti orang yang dia benci."


"Apa ?? Mereka ???" Emosi Aksa mulai naik lagi, tapi kali ini bukan kepada Ricky, namun pada Amanda dan Mami Rachel.


"Pelan-pelan, duduk dulu !! Belum ada cukup bukti. Lo jangan konyol. Dengarkan dulu penjelasan gue."


Sambil menikmati minumannya yang entah sudah habis berapa botol, Ricky melanjutkan penjelasannya.


Dan saat gue menemukan beberapa informasi lebih dalam, gue dengar kabar Om Aris masuk rumah sakit


Gue bergegas ke rumah sakit untuk menjenguk. Dan disana gue lihat Lo di ruangan. Langsung aja gue telpon Roy. Apa Roy gak cerita kalau gue tadi telpon dia ?" tanya Ricky.


"Gak !!"


"Gue telpon Roy, dan ternyata Roy ada meeting. Sontak pikiran gue langsung teringat Citra, karena gue tahu kalau ada Amanda yang selalu menunggu kesempatan untuk mencelakakan Citra saat dia sendirian. Gue gak jadi jenguk Om Aris dan langsung menuju apartemen Lo. Benar aja, gue mendengar suara tangisan di balik pintu dan langsung gue dobrak. Dan Lo tahu apa yang terjadi ? Amanda hampir saja membunuh Citra dan janinnya. Kalo Lo gak percaya, telpon Roy sekarang ! Tanya apa tadi gue telpon dia !!"


Aksa segera meraih ponselnya dan menghubungi Roy.


"Roy..." Sapa Aksa saat panggilan terhubung.


"Iya kenapa, Sa ?"


"Ricky tadi telpon Lo ?" tanya Aksa tanpa basa-basi.


"Iya, dia tadi telpon gue las gue lagi meeting. Ada apa, Sa ? Jangan bilang Lo lagi ribut sama dia !!" tanya Roy penasaran.


"Berisik Lo !! Udah gak ada apa-apa!!" Aksa langsung menutup telponnya.


"Tolong jaga Citra baik-baik. Jangan sampai Amanda mencelakainya lagi. Gue akan mengumpulkan bukti yang cukup. Mending sekarang Lo pulang, ini sudah malam, kasihan Citra." pungkas Ricky.


"Gue masih belum percaya seratus persen. Gue akan cari info. Dan Lo, gue minta jangan dekati Citra lagi !!" Aksa berdiri dan langsung meninggalkan Ricky.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,


__ADS_2