
Hari ini Satria pulang terlambat karena harus meeting dulu dengan klien nya pada saat jam makan malam di sebuah hotel bintang 5.
Satria sengaja datang lebih awal karena dia memperkirakan kemacetan ibu kota yang bisa menghambat waktunya.
Saat baru tiba di loby hotel, Satria bertemu kembali dengan wanita yang kemarin berpapasan dengannya, yang sudah beberapa hari ini mengganggu pikirannya.
"Bukannya dia wanita yang kemarin? Apa dia menginap di hotel ini ?" gumam Satria.
Satria melirik jam tangannya. Masih ada waktu 20 menit sebelum klien nya datang.
Dengan tingkat penasaran yang sangat tinggi, Satria mengikuti wanita tersebut.
Sampai wanita tersebut menaiki lift, Satria juga ikut menaiki lift tersebut dan berdiri tepat di belakang wanita tersebut.
Lift berhenti di lantai 20. Wanita itu keluar, begitu juga dengan Satria, namun dia berpura-pura berbelok ke arah toilet, sementara wanita tersebut lurus dan berhenti di sebuah kamar dan masuk ke dalam kamar tersebut.
Setelah memastikan wanita tersebut masuk, Satria mengecek nomor kamar tersebut dan kembali le loby hotel dan langsung menuju resepsionis.
"Maaf mbak, saya mau membayar tagihan kamar 201. Bisa tolong di cek ?" ucap Satria pada resepsionis tersebut.
"Sebentar ya Pak.."
__ADS_1
"Baik mbak."
"Maaf Pak, kamar 201 atas nama Amanda Caroline tidak memiliki tagihan. Sudah dibayarkan penuh selama lima malam."
"Oh, gitu ya mbak ! Mungkin teman saya lupa. Kalau begitu terima kasih." Ucap Satria dan langsung kembali menuju restoran hotel untuk bertemu klien nya.
"Amanda Caroline, istrinya Aksa !! Aku ingat sekarang !! Tapi kenapa dia terkesan sedang bersembunyi ?" gumam Satria saat jiwa detektifnya mulai muncul.
Beberapa hari yang lalu, Satria juga bertemu dengan Amanda di sebuah Cafe. Disana dia sedang duduk sendirian, seperti sedang menunggu seseorang. Tapi saat itu, Amanda mengenakan Syal dan kacamata hitam juga masker untuk menutup wajahnya.
Tapi Satria beruntung, bisa melihat wajah Amanda, saat Amanda sempat melepas maskernya meski hanya sesaat.
"Lalu sedang apa dia di hotel ini ?? Bukannya rumah mereka juga berada satu kota dengan hotel ini ? Aneh rasanya !!" gumam Satria lagi.
Mata Satria seketika membesar saat sesuatu terlintas di pikirannya.
"Apa jangan-jangan dia selingkuh ??? Dan Aksa sebenarnya sudah mengetahui hal ini !! Makanya dia ingin menikah lagi !! Dia ingin membalas Amanda dengan pernikahannya dengan Citra !! Mengorbankan Citra dengan menjadikan nya istri kedua dan alat untuk balas dendam atas perlakuan istrinya !!!"
Satria sibuk dengan asumsinya sendiri hingga raut wajahnya pun sangat jelas terlihat ada kemarahan.
"Aku harus memberitahu Citra soal ini !!" gumamnya lagi dengan cepat meraih ponselnya.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba Satria mengurungkan niatnya dan meletakkan kembali ponselnya secara perlahan.
Satria teringat ucapan Citra yang meminta dirinya untuk tidak lagi menghubungi Citra.
Jangankan menghubungi, Citra bahkan meminta Satria untuk menganggap merek tidak saling mengenal.
"Bagaimana mungkin aku bisa melakukan semua yang kamu minta, Cit !! Sedangkan sampai saat ini kamu masih yang selalu aku pikirkan !!" gumamnya lagi.
"Selamat malam Pak Satria..." sapa seseorang yang adalah klien dari Satria.
"Malam Citra !!"
"Maaf ? Citra ???" Pak Edward mengulangi ucapan Satria.
"Ah !! Maafkan saya, Pak Edward !! Mari Pak, silahkan duduk." ucap Satria menyadari kesalahannya.
Bahkan siapapun yang berinteraksi dengannya, tak jarang dilihatnya sebagai sosok Citra.
Bersambung,
***
__ADS_1