
Satria dan Aksa menoleh ke arah asal suara secara bersamaan.
"Citra !!!" ucap keduanya secara bersamaan pula.
Mereka kembali saling bertatapan saat mereka dengan spontan menyebut nama Citra bersamaan.
"Aku bingung sama kalian, udah tua kelakuan seperti anak kecil aja !! Apa sih yang kalian ributkan ?? Hah ?! Apa aku yang kalian ributkan ???" ucap Citra kesal.
Mimik wajah Citra saat ini benar-benar menunjukkan kemarahan. Apalagi saat berhadapan dengan Aksa semakin memuatnya kesal.
"Aku tidak akan memperebutkan kamu, Citra !! Karena aku yakin, kamu akan datang dengan sendirinya padaku !" ucap Aksa dengan sombongnya.
"Anda sangat percaya diri sekali, Dokter Aksa !!" cibir Citra.
"Ooh, tentu saja !! Aksa Sanjaya akan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan !! Tidak perlu capek-capek merebutkan seorang wanita malam yang sudah buka segel !!" jawab Aksa berseringai.
"Dokter Aksa !! Mulut Anda sangat lancang !!" hardik Satria yang sangat tidak suka dengan ucapan Aksa.
Degh !
Hati Citra benar-benar terasa sakit saat mendengar hinaan Aksa.
__ADS_1
Yang di katakan Aksa memang benar, dirinya hanya seorang wanita malam yang sudah kehilangan kesuciannya. Sudah tidak ada lagi yang harus dia jaga.
Tak terasa air mata Citra jatuh. Citra tidak bisa lagi menahan air matanya.
Hari ini sangat berat bagi Citra.
Pertama, kondisi ibunya yang harus segera di operasi, dia dipecat dari kerjaannya, dan sekarang dia harus mendengar hinaan dari mulut laki-laki yang sudah merusaknya.
"Satria, sudah !! Cukup !! Yang dikatakan nya benar. Aku bukan wanita baik-baik, Sat. Apa lagi yang seorang pria harapkan dariku ?!" Ucap Citra lirih.
"Cit, tidak semua wanita malam bukan wanita baik-baik. Dan kamu berbeda dengan apa yang di ucapkan Dokter brengsek ini !!" lanjut Satria dengan tatapan tajam ke arah Aksa.
Aksa yang sudah merasa bersalah karena ucapannya terhadap Citra pun kembali geram saat mendengar ucapan Satria dan tatapan Satria padanya.
"Cuihh !! Anda memang sombong dan tidak tahu diri !! Anda ingin menikahi Citra sementara anda sudah beristri !! Anda tidak hidup di zaman Nabi yang dengan mudah untuk berpoligami !!" sentak Satria.
"Apa ??? Dia sudah beristri ???" Citra terkejut.
"Iya, betul !! Aku memang sudah beristri, dan aku mau kamu jadi istri kedua ku !!" ucap Aksa dengan percaya diri.
"Sakit jiwa !!" umpat Citra.
__ADS_1
"Memang dia sakit jiwa, Cit. Makanya lebih baik kamu jauhi dia !!" sahut Satria.
"Sialan Lo !! Beraninya ikut campur urusan gue !!" umpat Aksa dan langsung memukul Satria.
Bugh ... Bugh ...
Aksa memukul wajah Satria hingga tubuh Satria terhuyung ke lantai.
Citra pun langsung memekik melihat kejadian itu.
"Satria !!!" Pekik Citra.
Satria tidak melawan, dia sengaja tidak membalas pukulan Aksa karena dia berniat untuk membalas pukulan Aksa ini dengan tuntutan hukum. Dan jika prediksi Satria tidak meleset, Aksa pasti akan menyuruh kuasa hukumnya untuk menempuh jalur damai dengan menggunakan uang. Dan jika itu terjadi, rencana Satria akan berhasil. Dia akan meminta sejumlah uang yang cukup untuk operasi ibunya Citra. Jadi Citra tidak perlu dengan terpaksa menerima bantuan dari Aksa yang dicurigainya mempunyai maksud tersembunyi.
Aksa terus memukul Satria dengan membabi buta. Sementara Satria hanya diam dan pasrah.
Petugas keamanan rumah sakit datang untuk melerai. Berbeda dengan Citra yang terlihat sedikit ketakutan saat melihat wajah Satria yang sudah babak belur penuh dengan luka lebam.
Citra menangis. Dia menghampiri Satria saat petugas keamanan sudah menarik Aksa.
"Satria... wajah kamu !!" lirih Citra di hadapan Satria yang masih terkapar di lantai rumah sakit.
__ADS_1
Aksa semakin kesal melihat Citra yang begitu peduli terhadap Satria. Dia pun melepaskan diri dari petugas keamanan yang menahan tubuhnya dan segera pergi meninggalkan area rumah sakit.
Bersambung,