Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Pelakor


__ADS_3

Jenazah Ibu Nurul pun sudah di kuburkan. Citra sengaja menggelar pengajian kecil malam ini, namun Aksa tidak bisa hadir karena panggilan mamanya yang mengharuskannya menjaga Aris.


Ya, Aksa lupa belum memberitahu Citra jika papanya masuk rumah sakit. Tapi Aksa pikir ini bukan saat yang tepat mengatakannya karena Citra juga masih berduka.


Karena itu dia meminta Roy yang membantu Citra dengan alasan dirinya ada jadwal operasi malam ini.


Satria juga ikut membantu Citra malam ini.


Setelah selesai pengajian, tiba-tiba ada sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik berhenti tepat di depan rumah Citra.


Tentu saja itu langsung menjadi perhatian para tetangga.


Citra, Satria dan Roy terkejut ketika melihat siapa yang keluar dan turun dari mobil tersebut.


"Hai ... Maaf, sepertinya aku datang terlambat !" ucap Amanda dengan anggun.


"A-amanda ... !!" ucap Roy terkejut.


Satria langsung melirik ke arah Citra.


Citra menundukkan kepalanya saat tahu Amanda sedang menatap dirinya.


Dari situasi ini tentu Satria paham jika Citra sudah mengetahui bahwa Amanda adalah istri pertama Aksa.


"Hai ... Roy, ada apa dengan wajah mu ? Sepertinya terlihat pucat ?" sindir Amanda.


"Ada apa kamu kemari ?" tanya Roy.


"Memangnya aku tidak boleh datang untuk menyampaikan rasa duka cita ku terhadap wanita simpanan suamiku ?!" jawab Amanda.


Deg!


Jantung Citra terasa sakit saat Amanda mengatakan dirinya wanita simpanan Aksa.


"Jangan membuat keributan disini, Manda !!" tegas Roy memperingati Amanda.


"Wah ... ternyata banyak sekali pelindung wanita malam itu !! Aku jadi makin iri !!" sindir Amanda.

__ADS_1


"Maaf nyonya Sanjaya, anda adalah orang berpendidikan pastinya anda tahu adab dan etika dalam bertamu." timpal Satria.


Amanda beralih ke sosok Satria. Ia pandangi dalam-dalam wajah Satria lalu menyisir penampilan Satria yang malam ini hanya memakai baju koko lengan pendek dan celana semi jeans hitam.


"Kamu .... sepertinya sangat tidak asing bagiku !!" ujar Amanda.


Amanda mulai melangkah mendekati Citra. Satria dan Roy pun mengikuti langkah Amanda. Sementara Citra sedikit menundukkan wajahnya.


"Hai ... Gadis malam, angkat kepala mu !!" pinta Amanda.


"Dia punya nama !!" Sentak Satria pada Amanda.


"Ck-, hebat sekali dirimu !! Pake susuk apa kamu, hah ?! Sampai dua pria ini benar-benar menjagamu !!" sindir Amanda.


"Amanda !! Cukup !!" sentak Roy.


"Kamu gak usah ikut campur !!" sarkas Amanda pada Roy.


Sementara para tetangga yang sebenarnya ingin pulang, malah melihat ke arah Citra, dan bahkan ada yang menggunjing, mengatakan Citra tidak tahu malu merebut suami orang.


Citra mengangkat wajahnya. Dia berusaha berperan menjadi wanita tegar kembali.


Akh... Jadi terasa sakit membayangkan Aksa yang baik di selingkuhi oleh Amanda.


"Nama saya Citra, Nona Amanda !! Dan saya buka wanita simpanan melainkan istri sah dari Dokter Aksa Sanjaya !!! Bukan seperti anda yang menjadi simpanan Ricky Sanjaya, sepupu suami saya !!" balas Citra dengan tatapan merendahkan.


Amanda terpancing emosi saat Citra mengatakan hal itu, apalagi di depan Roy dan Satria. Karena yang Amanda tahu, Roy dan Aksa belum mengetahui perselingkuhannya dengan Ricky.


Kalau Citra bisa tahu, Amanda paham karena seringnya Amanda dan Ricky di King's Club.


"Lancang sekali mulutmu wanita murahan !!!" ucap Amanda geram dan reflek tangannya menampar Citra.


Plak ...


"Amanda !!" teriak Roy kesal.


"Citra... !!!" ucap Satria.

__ADS_1


Amanda berseringai.


"Ingat, statusmu tidak resmi !! Bahkan status anak yang kamu kandung pun tidak sah di mata hukum !! Aku rasa ibumu meninggal karena syok anaknya menjadi seorang pelakor !!" geram Amanda.


"Amanda !!! Cukup !! Jangan membuat onar di rumah orang !!" sentak Roy.


Citra mengerutkan dahinya.


"Kenapa kamu bisa menyimpulkan kematian ibuku ? Seakan-akan kamu mengetahui penyebab kematian ibuku !! Lagi pula untuk status anakku itu bukan urusan mu !!" ucap Citra menatap nyalang Amanda.


Ucapan Citra pun sedikit membuka pikiran Roy. Berbeda dengan Satria yang menahan emosi karena Amanda yang sudah menampar Citra.


"Aku hanya menduga-duga saja !! Karena setahuku mana ada orang tua yang menyetujui anaknya menjadi seorang pelakor." ucap Amanda.


"Kalau begitu, tidak perlu menduga-duga lagi. Almarhum ibu saya sudah tenang disana, dan anda tamu yang tidak saya harapkan. Jadi silahkan anda pergi dari sini !!" usir Citra dengan tegas.


"Cihh.. sombong sekali dirimu !!" cibir Amanda.


"Satria... !!" panggil Citra dengan tatapan masih di tujukan ke arah wajah Amanda.


"Iya, Cit..." jawab Satria.


"Kamu adalah seorang pengacara, apakah ada pasal hukum untuk seseorang yang membuat keributan di rumah orang lain, apalagi dalam keadaan berduka ?" tanya Citra yang masih menatap tajam Amanda.


Satria tersenyum smirk.


"Tentu saja ada. Pasal 503 KUHP, pasal 310 KUHP dan pasal 170 KUHP." jawab Satria.


Amanda berseringai.


"Baiklah, aku akan pergi. Tapi akan ku pastikan kamu akan di buang oleh Aksa !" ancam Amanda lalu segera pergi dari sana.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2