Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Malam Kedua


__ADS_3

"Apa !!" Pekik Aksa.


Citra menatap Aksa dengan tatapan bingung.


"Apanya yang apa ??" tanyanya.


"Tadi kamu bilang apa ?" tanya Aksa ingin Citra mengulangi ucapannya.


"Sepertinya kesombongan mu sudah membuat rusak indera pendengaran mu, Dokter !!" sindir Citra.


"Tadi kamu bilang apa sebelumnya !!" desak Aksa tanpa menghiraukan sindiran Citra.


"Suka-suka kamu !!" jawab Citra malas.


"Bukan bagian itunya !!"


"Bagian apanya, sih ?!" Citra mulai kesal.


"Tadi kamu manggil aku apa ??" tanya Aksa juga ikut-ikutan kesal karena Citra seolah-olah sedang memutar-mutar pembicaraan.


"Mas, Dokter ?" tanya Citra.


Aksa tersenyum.


"Nah itu !! Aku suka di panggil Mas sama kamu. Mulai detik ini panggil aku Mas Aksa, ya ?!" pintanya.


"Ya ampun, aku kira apa !! Cuma minta di panggil Mas aja ribet banget, sih !!" protes Citra.

__ADS_1


"Kenapa ? Gak ikhlas panggil aku Mas ?" protes Aksa menanggapi Citra.


"Gak kok, ikhlas banget malah !!" jawab Citra.


"Bagus !!" jawab Aksa sambil mengusap pucuk kepala Citra.


"Oh iya Cit, untuk surat perjanjian yang kemarin aku tunjukkan sama kamu, gimana ? Aku harap pernikahan kita tidak perlu ada embel-embel perjanjian ini dan itu. Aku benar-benar tulus ingin bertanggung jawab atas perbuatan ku. Tapi kalau kamu ingin tetap ada perjanjian, tidak masalah." ucap Aksa.


"Gak perlu, Mas !! Anggap aja kamu emang lagi tanggung jawab sama aku. Tapi aku harap, kamu tepati janji kamu untuk membiayai pengobatan ibuku sampai sembuh !! Itu aja !!" jawab Citra.


"Pasti !! Aksa Sanjaya tidak pernah menarik kembali kata-kata yang sudah keluar dari mulutnya !!" ucap Aksa sambil mengangguk tersenyum.


Aksa dan Citra pun asik saling meledek sampai seorang perawat masuk ke dalam kamar rawat Ibu Nurul, membuat Aksa langsung berhenti mengusili Citra.


"Maaf Dok, anda di panggil pak Direktur. Beliau sudah menunggu di ruangan Dokter." ucap sang perawat memberitahu Aksa.


"Siapa ? Papamu ?" tanya Citra setelah perawat itu pergi.


Citra hanya menduga-duga karena yang dia tahu, rumah sakit ini adalah milik keluarga Aksa, dan Aksa adalah wakil Direktur di rumah sakit ini. Jadi, besar kemungkinan jika Direktur disini adalah papanya.


Aksa mengangguk.


"Iya, papa sepertinya akan memarahiku karena kasus pelaporan Satria Baja Hitam tadi !!" adu nya dengan kesal.


"Maaf ya Mas, semua karena aku Satria jadi melaporkanmu ke polisi." ucap Citra merasa bersalah.


"Hei, kamu gak salah sayang !!" sahut Aksa.

__ADS_1


"K-kamu panggil aku sayang ??" Tanya Citra terkejut.


Aksa mengangguk tersenyum.


"Jangan pernah panggil itu lagi, disini !!" pinta Citra.


"Lho kenapa ?"


"Mas, kamu bikin jantung ku mau copot tahu gak !!"


"Tenang sayang, calon suamimu ini dokter spesialis jantung paling hebat di kota ini." Aksa kembali menyombongkan dirinya.


"Mas !!! Bukan itu !!! Karyawan mu disini tahu kamu sudah beristri, kalau mereka mendengar kamu panggil aku dengan sebutan tadi, bisa-bisa mereka mikir yang gak-gak tentang kita." jelas Citra.


"Biarin aja !! Gak-" ucapan Aksa terhenti.


"Stop !!" sentak Citra meletakkan jari telunjuknya di bibir Aksa.


"Papamu sudah menunggu !! Pergi sana !!" usir Citra.


"Iya, iya !!" Aksa menghembuskan nafasnya kasar.


"Aku tinggal dulu ya ! Jangan lupa nanti malam pernikahan kita. Aku sudah siapkan semuanya. Kamu hanya cukup siapkan diri dan stamina kamu. Karena nanti malam, malam kedua kita !!" ucap Aksa sedikit menggoda Citra dengan senyuman nakalnya.


"Aksa !!!" Pekik Citra.


Sementara Aksa langsung melarikan diri setelah menggoda wanita di hadapannya itu.

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2