Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Ancaman Amanda


__ADS_3

Malam berganti pagi.


Sesuai ucapan Aksa, hari ini mereka pergi meninggalkan rumah kontrakan Citra dan pindah ke apartemen milik Aksa.


Hari ini Aksa sengaja meminta asistennya untuk mengosongkan jadwalnya di rumah sakit karena dia harus menemani Citra belanja dan juga sedikit beres-beres di apartemen nanti.


Sebelum ke apartemen, Aksa mengajak Citra ke sebuah Mall untuk berbelanja semua kebutuhan Citra. Mulai dari susu ibu hamil, pakaian ibu hamil dan juga kebutuhan dapur, karena di apartemen Aksa, kulkasnya masih kosong, karena apartemen itu tidak pernah di tempati.


Tiba di apartemen sore hari, Citra pun langsung beres-beres stok kebutuhan dapur.


Apartemen milik Aksa ini sangat minimalis. Hanya memiliki dua kamar. Satu kamar utama dengan design modern yang memiliki balkon, dan satu kamar tamu. Apartemen itu juga memiliki ruang TV yang tersambung dengan dapur yang berbentuk mini bar dan juga ruang tamu.


Setelah semua beres, mereka pun kini menikmati waktu santai mereka di dalam kamar.


Sebenarnya Aksa ingin sekali meminta jatahnya pada Citra, tapi mengingat kondisi Citra yang sedang hamil muda, membuat Aksa harus menahan hasrat birahinya sampai usia kandungan Citra 3 bulan.


Disaat mereka sedang bertukar cerita, ponsel Aksa berdering.


Panggilan masuk berasal dari rumah sakit, yang mengatakan ada pasien darurat yang harus di tangani segera. Hal ini membuat Aksa terpaksa harus meninggalkan Citra sendirian di apartemen.


Sebenarnya Aksa khawatir jika meninggalkan Citra sendirian. Ingin menghubungi Roy, tapi ia juga ragu jika Roy dan Citra terlalu sering bersama, akan menimbulkan benih-benih cinta nantinya di antara mereka berdua.


Dengan terpaksa, Aksa meninggalkan Citra sendirian di apartemen miliknya.

__ADS_1


"Kamu gak apa-apa kan aku tinggal sendiri di sini ? Aku janji, begitu selesai aku akan segera kembali ke sini !!" ucap Aksa.


"Iya.. Mas !! Udah sana pergi kerja !! Nyawa pasien mu lebih penting untuk di selamatkan saat ini, pahlawanku !!" balas Citra.


"Astaga... manis sekali ucapan istriku ini. Ya sudah, aku pergi dulu. Kamu hati-hati ya !!" pamit Aksa.


"Iya, Mas !! Mas juga hati-hati di jalan !!" balas Citra.


Aksa pun akhirnya pergi meninggalkan apartemen. Namun baru beberapa menit kepergian Aksa, tiba-tiba bel apartemen berbunyi.


"Astaga Mas Aksa... kenapa kembali lagi ? Apa ada yang ketinggalan ya ?" gumam Citra sambil berjalan ke arah pintu dari ruang tv, untuk membukakan pintu.


Citra membuka pintunya, namun ia kaget saat membuka pintu, ternyata bukan Aksa yang berada di depannya, melainkan Amanda.


"Hai... Citra !!" sapa Amanda.


"Aku datang dengan penawaran. Bisa biarkan aku masuk ?" tanya Amanda.


"Maaf ... aku tidak ingin memiliki urusan dengan mu !!" ucap Citra ingin segera menutup pintunya.


Namun dengan cepat Amanda menahan pintu tersebut dan mendorong Citra hingga ia terjatuh.


"Auww..." pekik Citra.

__ADS_1


"Oops... Sorry, tidak sengaja !! Makanya berperilaku lah yang baik dengan tamu !!" ucap Amanda dengan smirk.


Citra berusaha bangkit sambil memegangi perutnya. Untung saja Citra terjatuh pelan, namun tetap saja ia khawatir dengan calon bayinya.


"Gugurkan kandungan mu !!! Aku akan memberikanmu uang, sesuai dengan permintaan mu !! Sebutkan saja jumlah yang kamu inginkan !!" ujar Amanda.


"Kamu gila, Amanda !! Aku tidak butuh uang mu !!" balas Citra.


"Baiklah... jika kamu menolak, tidak apa !! Aku akan melenyapkannya sendiri dengan caraku !!" ancam Amanda.


"Pergi dari sini !! Atau aku akan menelpon keamanan disini untuk mengusir mu !! Atau aku juga harus menghubungi Aksa ??" hardik Citra.


"Waaw... memiliki taring ternyata !! Baiklah, aku pergi !! Tapi aku berjanji akan membuatmu menyesali penolakan mu ini wanita murahan !!! gertak Amanda.


Amanda pun keluar dari apartemen. Citra langsung menutup pintunya saat Amanda keluar.


Citra menghembuskan nafasnya dan memejamkan mata.


"Kenapa hidupku tidak pernah bisa tenang, Tuhan ?"


.


.

__ADS_1


.


Bersambung,


__ADS_2