
"Aku harus kuat demi anak ini, demi buah hati dan hasil cintaku dengan Mas Aksa." gumam Citra seorang diri yang masih berdiri di balik pintu apartemen itu sembari mengelus-elus perutnya.
Citra berjalan perlahan-lahan ke arah kamarnya karena perut bagian bawahnya mulai terasa agak sakit. Citra pun mencoba menghubungi nomor Aksa. Dia kali Citra melakukan panggilan namun tak kunjung di jawab.
"Mungkin Mas Aksa sedang ada operasi..." pikirnya.
Citra pun memutuskan untuk menghubungi Roy, dan hanya dalam satu kali panggilan, Roy langsung menjawab panggilan dari Citra.
"Halo Cit, ada apa ?" tanya Roy melalui ponselnya.
"Hhm, Roy... bisa aku minta tolong sama kamu ?" tanya Citra.
"Katakan saja !"
"Temani aku ke rumah sakit !!" jawab Citra.
"Kamu sakit, Cit ?" tanya Roy.
"Iya nih. Perutku agak sedikit sakit. Kamu tahu alamat apartemennya Mas Aksa ? Aku ada di sini sekarang." jelas Citra.
"Iya, aku tahu. Aku segera kesana sekarang ! Tapi apa kamu sudah menghubungi Aksa ?" tanya Roy.
"Sudah ! Mas Aksa sedang ada operasi. Makanya aku minta tolong kamu temani aku, bisa ?" tanya Citra lagi.
"Sangat bisa, Citra !! Kamu jangan lupa, aku ini seorang CEO bukan seorang dokter, jadi waktunya sangat bebas !" jawab Roy.
"Iya, cepat ya !! Aku tunggu !"
"Oke."
Panggilan pun terputus.
"Aku gak pernah menyangka, aku bisa berada di lingkungan seorang Dokter, CEO dan Pengacara seperti Satria." gumam Citra dalam hatinya.
Ting... Tong...
Bel apartemen berbunyi.
Citra melihat jam dinding yang tergantung di salah satu sisi apartemen.
Perasaan belum lima menit dirinya menghubungi Roy, kenapa bel sudah berbunyi ? Jangan-jangan...
Dirinya menjadi was-was takut jika Amanda kembali lagi, dan melakukan hal yang lebih gila lagi, sementara perutnya sudah sakit seperti ini.
Ting... Tong...
Bel kembali berbunyi.
Dengan segenap keberaniannya, Citra yang tadinya sedang duduk di ruang tv, berjalan menuju pintu dan membukanya.
Saat ia membuka pintu, Roy sudah berdiri di hadapannya.
"Perutmu masih sakit ?" tanya Roy begitu Citra membuka pintu.
__ADS_1
Citra tidak menjawab pertanyaan Roy, melainkan kembali bertanya.
"Kamu kok udah di sini aja, Roy ?! Cepat banget !!" tanya Citra terheran-heran.
Roy terkekeh.
"Tadi saat kamu telpon, aku sudah ada di bawah, baru pulang kantor. Ini kan udah jam lima sore, Citra !!!" jelas Roy.
"Tunggu !! Baru pulang ?? Memangnya rumah kamu dimana ? Sekitaran sini juga ?" tanya Citra.
"Satu lantai di bawa lantai ini." jawab Roy tersenyum.
"Berarti kamu tinggal di gedung apartemen ini juga ?"
"Iya bawel !! Ini kita ngobrol di depan aja nih ? Aku gak di suruh masuk dulu ?" keluh Roy.
"Astaga, maaf.. Roy !! Ayo masuk dulu !" ajak Citra sambil melebarkan pintunya.
Roy pun masuk dan segera menuju ke ruang tv dan duduk disana.
"Jadi, kamu juga tinggal di gedung apartemen ini ya ?! Ahh, syukurlah... aku jadi gak perlu takut lagi deh !" ucap Citra.
"Iya, aku dan Aksa membeli apartemen ini bareng waktu itu." jawab Roy.
"Sudah, sana ganti baju !! Kita ke rumah sakit !! Katamu perutmu sakit.." lanjut Roy.
"Iya nih, tapi udah gak terlalu sakit. Cuma aku mau periksa aja, takut terjadi apa-apa sama kandungan aku !" cerita Citra.
"Ck-, kalau begitu cepat ke rumah sakit !! Kenapa kamu malah ngajak aku ngobrol dari tadi ? Kalau ada apa-apa terjadi sama kamu, maka aku juga pasti akan di bunuh sama suami mu yang bucin itu !!" ucap Roy kesal karena Citra tidak gerak cepat malah mengajak dirinya ngobrol.
Citra pun segera ganti baju dan mereka pergi mencari klinik kandungan terdekat dengan apartemen karena mengingat kondisi perut Citra yang sedang tidak baik.
Tak begitu lama, mereka tiba di sebuah klinik kandungan. Kebetulan antrian nya tidak banyak, dan sekarang tiba saat nya Citra masuk ke ruang periksa menemui dokter kandungan disitu.
"Sore Dok," sapa Roy yang menemani Citra masuk ke dalam.
"Sore juga Ayah - Bunda," sapa sang dokter.
Deg!
Hati Roy sedikit terkejut di panggil Ayah dan Bunda oleh sang dokter. Begitu juga dengan Citra yang langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Silahkan duduk dulu Ayah - Bunda !!" pinta sang dokter.
"Maaf Dok, dia ini bukan suami saya ! Dia ini kakak saya !!" ucap Citra menjelaskan pada dokter.
Roy pun tersenyum paksa.
"Oh, maaf ya. Saya kira ayahnya, ternyata Om nya, toh." ujar sang dokter.
"Iya, gak Apa-apa Dok." jawab Citra.
"Ada keluhan apa Bunda ?" tanya sang dokter kepada Citra.
__ADS_1
"Tadi saya sedikit terjatuh, Dok. Perut saya agak sakit. Saya hanya ingin memeriksa kandungan saya saja, Dok. Apakah bayi dalam kandungan saya baik-baik saja. Takut ada efek saat saya jatuh tadi !" jelas Citra.
"Baiklah, ayo berbaring dulu ya Bun.." pinta dokter tersebut.
Citra pun mulai berbaring dan di periksa dengan alat USG. Di layar monitor terlihat gambar janin Citra yang masih sebesar biji kacang.
"Calon bayinya Alhamdulillah sehat, Bun. Hanya saja memang sedikit lemah. Bunda jangan terlalu banyak pikiran, jangan stres juga !! Karena itu sangat berpengaruh pada perkembangan calon bayi Bunda. Nanti akan saya beri vitamin untuk penguat kandungan ya !!" jelas sang Dokter.
"Alhamdulillah," timpal Roy.
"Iya Dok, tapi benar kan dok, bayi saya sehat-sehat aja ?" tanya Citra kembali untuk meyakinkan.
"Iya Bunda, dengan catatan Bundanya juga harus sehat, ya !!" jawab Dokter.
Setelah pemeriksaan selesai dan setelah mengambil obat juga vitamin di apotik, mereka pun segera pulang ke apartemen.
Dalam perjalanan...
"Kamu kenapa bisa jatuh, Cit ?" tanya Roy tetap fokus mengemudi.
"Tadi Amanda mendorongku saat dia memaksa masuk ke dalam apartemen." jawab Citra sambil mengusap perutnya.
"Apaa !!!" pekik Roy.
"Amand tahu kamu sekarang tinggal di apartemen milik Aksa ?" tanya Roy kembali.
Citra pun hanya menjawab dengan sebuah anggukan kepala.
"Makin gila aja tuh cewek !! Dia bilang apa sama kamu ?" tanya Roy emosi.
"Nawarin aku uang untuk menggugurkan kandungan ini !"
"Terus kamu bilang apa ?" tanya Roy penasaran.
"Ya aku tolak lah, Roy !!"
"Bagus ! Wanita pintar !!" sahut Roy tanpa sadar mengusap kepala Citra.
"Lain kali jika Amanda menemui mu lagi, segera hubungi aku atau Aksa !"
"Iya !! Roy.. kamu jujur deh sama aku !! Apa kamu tangan kanan Mas Aksa ?" tanya Citra.
"Kenapa bertanya seperti itu ?"
"Hanya penasaran saja !!" sahut Citra asal.
"Suamimu selain menjadi dokter, ia juga adalah pemilik saham terbesar di perusahaanku. Oh, salah.. lebih tepatnya perusahaan kita berdua. Hanya saja Aksa tidak ingin di ekspos dalam dunia bisnis, karena dia sangat mencintai dunia medis." jelas Roy.
"Tapi sekarang dia juga mencintaiku !!" timpal Citra tersenyum.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,