Di Kejar Cinta Om Dokter

Di Kejar Cinta Om Dokter
Rencana Aksa


__ADS_3

Aksa membelitkan handuk ke sebagian tubuhnya.


Dokter tampan itu baru saja selesai membersihkan tubuhnya setelah kegiatan panasnya dengan sang istri.


Di saat bersamaan, ponselnya berdering. Ternyata panggilan dari Roy.


"Ada apa, bro ?" Tanya Aksa dengan nafas masih memburu.


"Lo habis main ya sama Citra ?" Nada Roy tiba-tiba berubah kesal.


"Apaan sih, Lo ? Kalau iya emang kenapa ? Istri gue !" Aksa balik bertanya dan duduk di tepi ranjang.


"Lo enak-enakan bergelut sama si Citra, kita disini bergelut dengan maut. Tega Lo !" Sentak Roy tapi malah disambut tawa Aksa yang nyaring, membuat Citra yang baru keluar dari kamar mandi mengernyitkan dahi.


Citra hanya membalut tubuhnya dengan handuk pendek. Berjalan menghampiri lemari di dekat Aksa untuk mengambil pakaiannya.


Melihat pemandangan itu, Aksa sedikit bangkit dan menarik Citra duduk di atas pangkuannya.


Citra memberontak tapi tangan kekar Aksa mengunci pinggangnya.


"Dasar dokter mesum ! Masa seharian mau gini terus, gak pakai baju." Gerutu Citra.


"Gak usah iri. Itu bedanya bos sama bawahan." Cibir Aksa yang ditujukan pada Roy.


"Emang sialan, Lo !" Balas Roy.


"Udah jangan ngambek. Ada apa telpon ? Ada kabar apa ?" Tanya Aksa serius.


"Raka sudah masuk penjara tinggal menunggu hasil persidangan dan Mami Rachel juga sudah otw ke penjara. Aman !" Lapor Roy.


"Good job, Brother ! Lanjut kasus selanjutnya, oke !"


"Okelah ! Tapi bonus cair ya !" Canda Roy.


"Gampang lah ! Nanti kalau semua kasus sudah selesai, Lo boleh liburan kemana aja. Atau minta apa ajalah, terserah ! Gue kabulin !" Ucap Aksa menjanjikan.


Namun Roy hanya tertawa karena sebenarnya tadi dia hanya bercanda.


Tapi kalau di kasih beneran, siapa yang nolak ?


"Gue tagih nanti janji Lo ! Kalo gue udah liburan, gak ada lagi panggilan darurat. Gue juga mau cari jodoh gue, lah. Biar gak ngurusin istri orang terus." Roy memperingatkan. Karena pengalaman sebelumnya, Aksa selalu mengganggu waktu liburnya dengan telepon dadakan dari Aksa.

__ADS_1


***


Mobil Amanda berhenti di tepi jalan, tak jauh dari taman kota. Wanita itu sedang menunggu seseorang. Beberapa kali dia melirik jam tangannya dan menengok keluar jendela.


"Apa mereka mempermainkan ku ?" Amanda geram. Tangannya menegang memegang kemudi.


Tapi setelah itu, sebuah mobil Jeep berwarna hitam melewati mobilnya dan berhenti tepat di depan mobil Amanda. Wanita itu memperhatikan. Dari arah pintu kiri dan kanan, keluarlah Roy dan Satria. Dahinya berkerut melihat hanya ada dua pria itu. Tapi dalam benaknya, dia berharap Aksa menyusul di belakang Roy dan Satria. Meski harapan berakhir kecewa.


Tok... tok... tok...


Seseorang mengetuk kaca jendela mobil dengan pelan. Amanda menoleh. Dia segera menurunkan kaca mobilnya ketika melihat disana ada Roy. Roy mencondongkan setengah badannya masuk kedalam lubang jendela. Amanda kembali mengalihkan perhatiannya ke depan kemudi tanpa berniat melihat Roy yang resek.


Beberapa jam sebelumnya, Roy menelepon katanya Aksa menyuruh Amanda untuk menunggu di dekat taman ini. Meski sebelumnya Amanda sedikit curiga, tidak mungkin Aksa meminta bertemu di luar ruang seperti itu. Namun hati Amanda meronta-ronta ingin yang di katakan Roy adalah sebuah kebenaran. Meski toh nyatanya bohong. Karena ulah Roy yang mengatasnamakan Aksa, Amanda sudah dandan sedemikian rupa agar terlihat simpel tapi anggun dan cantik. Seperti Citra, dia selama ini terlalu seksi dan menor jika berdandan.


Amanda mendengus kesal menyadari memang banyak hal yang Citra miliki sedang dirinya tidak.


Roy bisa membaca raut wajah Amanda yang nampak kesal. Membuatnya tertawa miring.


"Kamu berharap Aksa datang kesini ?" Tanya Roy tiba-tiba di Sergai tawa kecil di bibirnya. Amanda menoleh, kaget di tuduh seperti itu. Roy selalu sok tahu !


"Ngaco kamu ! Sok tahu." gerutu Amanda.


"Emang bos kalian dimana ?" Tanya Amanda berani, saat membuka kunci pintu mobil sembari mengenakan sabuk pengamannya.


Roy dan Satria masuk, mengatur posisi duduk masing-masing. Satria duduk sendirian di belakang.


Sekuat tenaga Amanda menahan kepalanya untuk tidak menengok ke belakang atau ke samping. Akan terlihat sekali mukanya memerah. Ini memang aneh, dia baru merasa kehilangan dan mencari-cari Aksa yang bukan lagi suaminya.


Terlambat, sangat terlambat sekali.


Amanda menarik nafas panjang. Sementara Roy dan Satria saling melempar pandang dan senyum, membuat Amanda semakin kikuk.


"Yakin mau tahu ?" Tanya Roy, masih melirik ke arah Satria. Yang di lirik malah nyengir.


"Emang kenapa ?" Batin Amanda semakin penasaran. Roy sialan ! Dia selalu suka menggoda orang. Amanda diam tak menjawab. Dia mulai memasukkan kunci dan menghidupkan mesin mobil. Roy sengaja meninggalkan mobil Jeep nya disana. Mereka ada urusan penting yang harus dilakukan bersama.


"Kasih tahu ajalah, biar gak penasaran. Lagian juga sudah gak ada hubungan apa-apa. Tapi jangan baper." Ledek Satria, disusul tawa Roy yang terdengar begitu menertawakan Amanda, seakan-akan ada yang lucu.


Amanda bersungut kesal dan kembali mematikan mesin mobilnya. Wanita itu memutar tubuhnya menghadap Roy dan Satria. Dua laki-laki itu berusaha memperlihatkan wajah serius.


"Aku gak mau bantu kalian melakukan penyelidikan itu." Ancam Amanda.

__ADS_1


Sesuai yang di katakan Roy di telepon bahwa Aksa meminta Roy dan Satria membawa Amanda untuk menyelidiki Darius. Apakah dia terlibat dalam kasus penembakan Citra dan juga kecelakaan Aris. Mereka membutuhkan informasi lain juga dari Amanda. Wanita itu sudah berada di bawa kendali Aksa.


"Gue telpon Aksa. Gue bilang Lo gak mau !" Ancaman Roy sukses membuat Amanda langsung membisu.


...


"Aku gak tahu pasti itu ulah Om Darius atau gak. Tapi aku yakin dia terlibat." Cerita Amanda.


"Kalau ngomong yang benar ! Gak tahu pasti, tapi Lo bilang yakin ? Udah deh, kooperatif dikit sama kita ! Gue jamin Lo aman." Ucap Roy mulai kesal.


Satria pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Aksa.


"Hallo Sa, sorry gue ganggu !" Sapa Satria saat panggilan tersambung.


"Ganggu banget ! Kenapa memang ?" Pekik Aksa dengan nada ketus.


"Jujur banget Lo ya ?! Ini cecunguk-cecunguk gimana ?" Tanya Satria.


"Lo atur deh ! Masa gitu aja gue harus ikut turun tangan ?" Jawab Aksa seenak jidatnya.


"Eh, kutu kupret !!! Ini Amanda susah banget diajak kerja sama. Mau gue kasarin tapi Lo bilang jangan di kasarin. Mau di kembutin, sampe enek mau muntah gue !" Protes Roy yang tadi langsung merebut ponsel Satria saat mendengar Aksa protes karena mengganggu liburannya.


"Ck, Mana ponselnya kasih ke Amanda !!" Jawab Aksa kesal.


Roy memberikan ponsel Satria pada Amanda dan Aksa mulai mengancamnya dengan video syur tersebut. Aksa memang sengaja tidak memenjarakan Amanda terlebih dahulu karena ia masih ingin Amanda membantunya mencari bukti kejahatan Darius. Sebab info dari Ricky, Amanda cukup banyak mengetahui kejahatan Darius yang notabene memiliki dendam pribadi dengan almarhum Aris.


Amanda yang sedikit takut dengan ancaman Aksa mulai membuka suara.


"Baiklah, aku akan membantu kalian mencarikan bukti ! Setahuku, Om Darius memang sangat membenci papa Aris dan dia menginginkan posisi Direktur di rumah sakit itu. Sekarang Aksa sudah menjadi Direktur, aku yakin Om Darius akan merubah haluannya untuk melenyapkan Aksa seperti ia berusaha melenyapkan papa Aris. Tapi aku belum memiliki cukup bukti untuk itu." Cerita Amanda.


"Good girl !!! Kalau begitu, aku ada satu tugas untukmu !" Ucap Roy berseringai lalu membisikkan sesuatu ke telinga Amanda.


"Apa !!! Kalian gila !!!"


.


.


.


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2