
Hari ulang tahun Axel pun tiba Bianca dan yang lainnya tengah sibuk menyiapkan kejutan, apalagi Axel sekarang sedang sibuk di kantor tentu saja hal ini membuat mereka memiliki waktu banyak untuk menyiapkannya.
“Camilan time!” pekik Brandon sembari membawa kantong belanjaan makanan ringan dan sekotak susu di tangannya.
Bianca menoleh ke arah Brandon “Terima Kas... dari mana kau dapat itu?” tanya Bianca menunjuk ke arah kotak susu yang ada di tangan Brandon.
“Ah aku ingin minum susu, masih banyak kok di dalam situ minuman lainnya” jelasnya
“Tidak! Jangan minum itu”
Obrolan Bianca dan Brandon menarik perhatian yang lainnya “Kenapa tidak? Ah apa kau yang memesan ini?” tanyanya mengangkat susu itu.
Bianca menganggukkan kepalanya cepat dan mengambil susu itu “Ya, i-itu pesananku” ucapnya cengengesan
“Kau meminum susu ibu hamil?” tanya Sherena bingung dan kemudian terpekik kaget “Apa kau hamil?” tanyanya lagi.
Mereka semua memandang ke arah Bianca dan menatapnya penuh penasaran lalu Sherena, Perrie dan Emma mendekat ke arahnya, Bianca hanya bisa menganggukkan kepalanya saja “Astaga kau cepat sekali bahkan Ayana baru akan berumur satu tahun” ucap Sherena.
Perrie mengelus perut Bianca "Sehat-sehat ya, tante-tante ini akan menunggumu” ucapnya mengundang tawa
"Berapa usia kandunganmu?" tanya Emma
"Ini baru dua minggu"
Semuanya memberi selamat kepada Bianca, ini semua menjadi kabar bahagia untuk mereka “Apa Axel juga tahu ini?” tanya Mark penasaran karena tidak biasanya Axel tidak memberitahu mereka kabar bahagia itu.
Bianca tersenyum dan menggelengkan kepalanya “Aku menyiapkan ini sebagai kejutan” ucapnya.
Mereka semua berkompromi untuk tidak menyebarkan hal itu dan membiarkan Bianca untuk memberi kejutan tersendiri pada suaminya itu.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul enam sore, ini adalah waktu yang pas untuk menyambut kedatangan Axel. Ketika mendengar suara mobil dari luar mereka semua bersiap-siap, mereka menanti-nanti kedatangan Axel hingga akhirnya pintu tersebut terbuka.
"HAPPY BIRTHDAY, AXEL KEVLAR!!!" seru mereka semua.
Axel terkejut dan tersenyum senang Ia masih memegang dadanya karena terkejut kemudian berjalan mendekati mereka. Pria itu tersenyum melihat istrinya yang memegang kue ulang tahun dengan lilin terbentuk angka tiga puluh tahun lebih tepatnya umur Axel saat ini.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Axel sembari tersenyum
Brandon memukul lengan Axel "Kami susah payah membuat ini untukmu, apa itu kata pertama yang harus keluar dari mulutmu?” celoteh Brandon
“Bukankah ini pertama kalinya kami membuat kejutan untukmu?" tanya Mark
"Benar, kau selalu saja sibuk waktu itu. Jadi kejutan tahun lalu dan tahun sebelumnya selalu gagal" celetuk Dave.
Axel tertawa dan membenarkan ucapan Mark, ia memang sibuk sehingga tidak ada acara untuk ulang tahunnya lagi pula itu terlihat berlebihan mengingat Axel bukanlah seorang anak kecil yang butuh perayaan di hari ulang tahunnya ini.
Bianca mendekat ke arah suaminya itu dengan kue di tangannya “Happy Birthday My Husband”
Axel mengecup kening Bianca “Terima kasih, sayang"
“Make a wish”
Axel menutup kedua matanya lalu membukanya lagi ketika sudah selesai membuat harapan, ia tersenyum dan meniup lilin itu setelahnya mereka semua berpesta di taman belakang.
“Sejak kapan kau menghiasinya?” tanya Axel
“Kau merencanakan semua ini?”
Bianca menggelengkan kepalanya “Tidak, aku merencanakan ini bersama mereka semua. Apa kau suka?”
Axel memeluk pinggang Bianca dan menempelkan keningnya, ia tersenyum ketika Bianca mengalungkan tangannya di leher Axel. Pria itu membawa tubuh Bianca ke kanan dan ke kiri seperti berdansa lalu dengan gerakan cepat ia mencium bibir Bianca, menyesapnya hingga rasanya akan terbang. Axel menarik tengkuk Bianca dan memperdalam ciumannya hingga akhirnya mereka melepaskan ciumannya ketika mendengar suara riuh dari sahabat-sahabatnya.
"Aku punya hadiah untukmu”
“Ada lagi? Kau menyiapkan berapa banyak kejutan?” tanyanya terperangah kebingungan.
Bianca tersenyum penuh arti "Tentu saja dan kali ini sangat spesial" wanita itu menarik suaminya untuk masuk ke dalam dan pergi ke kamar.
Bianca mengambil sebuah kotak kecil di laci, ia mengusapnya dan melihat kotak dengan pita merah di sana “Ini, maaf jika hadiah kecil”
Axel tersenyum "Tidak apa-apa, sayang"
__ADS_1
Bianca tersenyum ketika Axel membuka pita itu dan tawanya terdengar ketika suaminya tidak mengerti dengan hadiah yang ia berikan.
Axel melihat sebuah foto yang tidak jelas di sana ini seperti lubang hitam dengan bulatan kecil di dalam lubang tersebut. Tapi jika dipikir-pikir Axel pernah melihat ini, seperti gambar yang berada di monitor ketika Bianca mengandung Ayana hingga ia membalikkan foto tersebut dan melihat ada tulisan.
“Hello Daddy, I'm Your Baby”
Cukup lama memandang, Axel akhirnya tersadar ia pikir itu adalah hasil USG lama istrinya ternyata itu baru dan bentuknya pun berbeda. Axel memeluk istrinya dengan sangat erat, bibirnya tidak henti-hentinya mengucapkan rasa terima kasihnya pada istrinya itu.
Bianca mengusap air Mata Axel yang keluar begitu saja, ia tersenyum dan terharu secara bersamaan “Hey, kenapa menangis?” tanya Bianca menahan harunya.
Hingga tiba-tiba Axel mengangkat Bianca dan memutar tubuhnya lalu menurunkannya lagi, bibirnya bergerak untuk mencium Bianca dan jantungnya berdegup sangat kencang dan rasa senang tengah menyelimutinya.
"Terima kasih sayang, terima kasih” ucap Axel
Axel melihat Bianca menganggukkan kepalanya "Jadi itu bukan sakit melainkan bawaan bayi di kandunganmu?"
"Iya, aku sengaja merahasiakan ini darimu karena aku ingin memberi kejutan untukmu”
Axel mengecup bibir Bianca sekilas "Astaga, terima kasih. Ini kejutan yang paling berharga dan berkesan dan berharga di hidupku setelah berita kehamilan Ayana” ucapnya, pria itu berjongkok dan menaikkan pakaian Bianca lalu mengecup perut datar istrinya itu "Daddy akan menunggumu, sayang."
Axel bangkit dan menatap Bianca keningnya menempel satu sama lain matanya terpejam dan membiarkan mereka untuk merasakan momen indah ini.
"I Love You So Much, Mommy"
“I Love You Too, Daddy”
Dan pria dingin itu akhirnya menangis lagi di hadapan Bianca, pria yang membuat Bianca menderita dan ingin pergi dari sisinya namun ternyata Tuhan punya rencana lain mereka kembali di persatukan menjadi suami istri yang sesungguhnya.
Mereka sangat bahagia jika bukan karena Bianca mungkin hidup Axel tidak akan seperti ini, ia percaya bahwa setiap cerita memiliki akhir yang bahagia walaupun harus merasakan sakit terlebih dahulu.
Axel merasa hidupnya kembali normal ketika Bianca menjadi istrinya, wanita itu berbeda wanita itu membuatnya berubah dan wanita itulah yang membuatnya sadar akan kehidupan yang keras ini. Hanya istrinya yang dapat membuat Axel bahagia bahkan di saat dirinya menunjukkan sikapnya yang pemarah, pengatur dan tidak suka di bantah tidak membuat Bianca berpaling darinya.
Axel sangat senang bahwa Bianca tetap bersanding dengannya dan ia menegaskan bahwa hanya dialah yang boleh memilikinya. Ya benar, wanita itu hanya miliknya untuk selamanya.
Banyak kisah lain yang mereka lalui bersama dan semuanya sepadan yaitu memiliki akhir yang bahagia. Jangan pernah takut akan kesedihan, jangan putus asa. Semuanya memerlukan waktu bukan? Yang perlu kau lakukan hanyalah tersenyum dan berusaha.
__ADS_1
Terima kasih karena kau selalu di sisiku dan terima kasih karena kau menjadi milikku.