Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.61 Kembalilah Kumohon...


__ADS_3

Axel dan Brandon kini tengah berada di minimarket di depan toko bunga tersebut, Axel menatap lekat pintu toko bunga itu dari kursi yang ada di depan minimarket itu khusus pelanggan. Sedangkan Brandon mati-matian menahan hawa dingin yang menelusuk masuk ke kulitnya dengan menggenggam gelas plastik kopi hangatnya.


“Hey, tidakkah kau merasa dingin?” tanya Brandon membuat Axel memalingkan wajah menatap ke arahnya.


Axel menghela nafasnya “Tentu saja dingin bagaimana mungkin tidak, apa jaket tebalmu tidak berfungsi?” ucapnya kesal.


“Kau ingin menggunakan punyaku? Karena punyaku lebih mahal aku pikir ini bisa menghangatkanmu” ucapnya lagi.


Brandon mendengus kesal lalu memukul lengan sahabatnya itu “Yang benar saja kau” ucapnya “Ayo, kembali ke mobil saja”


Brandon mengajak Axel kembali ke mobil dan Axel pun menyetujuinya tanpa mengatakan apa pun dan jujur saja ia juga merasa kedinginan. Bagaimana tidak tadi malam hujan sangat deras hingga ke pagi hari dan baru saja berakhir satu jam yang lalu.


Axel memejamkan matanya sejenak dan kembali mengingat sekilas tentang kenangan sebelumnya bersama Bianca, ia tidak tahu pasti apa yang harus ia lakukan selain menyesali semuanya dan berusaha mencari kembali istrinya itu. Brandon menatap sekilas ke arah Axel lalu menatap ke arah toko bunga setelah sekitar sepuluh menit ia tak kunjung melihat tanda-tanda adanya Bianca.


Seketika matanya membulat sempurna saat melihat sosok wanita yang ia kenali tengah berdiri di depan minimarket yang tadi ia datangi dan saat ia menyadari jika wanita itu benar Bianca, wanita itu justru masuk ke dalam mobil bersama seorang pria yang sangat asing untuknya.


Brandon dengan cepat menggoyangkan tubuh Axel “Hey, itu dia bangunlah” ucapnya


Axel yang pada dasarnya tidak tertidur itu langsung membuka matanya dan menatap Brandon penuh tanda tanya “Itu, dia di dalam mobil itu” ucap Brandon sambil menunjuk mobil yang berada di depan mobil mereka.


Axel yang mendengar itu terburu-buru ingin keluar namun di tahan oleh Brandon dan seketika mobil itu perlahan bergerak menjauh “Kita ikuti saja, keluar pun kau akan kehilangannya” ucap Brandon.


Axel mengangguk mengerti dan kembali menggunakan safe beltnya, Brandon mengikuti mobil yang ada di depan mereka meski sempat kehilangan sebentar akhirnya mobil itu kembali terlihat oleh mereka. Setelah sekian lama mengikuti akhirnya mobil mereka terhenti di sebuah kawasan perumahan.


Akhirnya wanita yang mereka cari itu terlihat keluar dari dalam mobil yang tadinya mereka ikuti itu. Bianca mendorong pagar yang tidak ia kunci itu dan masuk ke dalam rumah tersebut dan mobil itu pun pergi meninggalkan halaman rumah yang di tempati Bianca.


Axel dengan cepat turun dari mobil Brandon tak lama setelah mobil yang mereka ikuti itu menjauh dari rumah Bianca, jantungnya berdetak sangat kencang wanita yang selama ini ia cari benar-benar berada di sini. Axel mendorong pagar rumah itu dan kini ia berdiri tepat di depan pintu rumah yang di tempati istrinya itu, dengan jantung yang berdebar dan tangan sedikit bergetar Axel menekan beberapa kali bel rumah itu dan hingga akhirnya pintu itu terbuka dan ia dapat melihat dengan jelas wajah istrinya itu setelah sebulan lebih lamanya.


Bianca yang baru saja membuka pintu itu dibuat kaget dengan pemandangan di depannya saat ini, sedikit tak percaya bagaimana mungkin pria ini bisa menemukannya di sini. Sedangkan Axel dengan cepat menarik Bianca dan mendekap wanita yang di rindukannya itu ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Axel menghela nafasnya lega “Ini benar kau kan? Akhirnya aku menemukanmu” ucapnya lirih.


Bianca berdiri mematung dalam pelukan pria itu, ia sangat terkejut dan masih tidak bisa mencerna apa yang sebenarnya sedang terjadi lalu bagaimana bisa Axel menemukannya di sini.


“T-tunggu...”


Axel yang mendengar ucapan Bianca itu pun melepaskan pelukannya, sejujurnya ia sedikit kaget mendengar tanggapan Bianca tapi ia memakluminya mungkin saja ini terlalu mengejutkan untuk istrinya itu. Bianca dapat melihat dengan jelas perbedaan penampilan Axel dengan sebelumnya, raut wajah yang frustrasi, tatapan mata yang sayu, rambut yang mulai panjang dan bulu-bulu di bagian wajah menandakan dengan jelas betapa frustrasinya pria di hadapannya ini.


Axel menangkup wajah Bianca lalu memegang pundaknya “Aku terus mencarimu sejak hari itu tapi tidak menemukanmu di mana pun, aku masih tidak percaya akhirnya menemukanmu di sini” ucapnya.


Matanya perlahan berkaca-kaca padahal ia pria yang lemah seperti ini tapi bagaimana bisa ia menyakiti wanita ini dengan begitu kejamnya “Aku benar-benar minta maaf untuk semua yang aku lakukan sebelumnya meskipun ini sudah sangat terlambat tapi aku harap kau masih mau memaafkanku. Padahal aku menyakitimu seperti itu, sebanyak itu tapi aku sama sekali tidak menyadari jika kau terluka karena semua perbuatanku itu”


“Aku tau kata maaf saja tidak mungkin cukup untuk menebus semua perbuatanku itu tapi meski terdengar tidak tau malu tapi aku ingin meminta maaf untuk semuanya itu dan aku janji aku akan menebusnya”


Bianca merasa tersentuh terlebih mata pria itu yang berkaca-kaca dan tatapan tulusnya itu membuatnya luluh. Tapi tetap saja, itu tidak bisa menggoyahkan hatinya sepenuhnya karena tanpa ia inginkan kenangan pahit itu justru muncul lagi di benaknya.


Bianca seketika menjadi bimbang hatinya bolak-balik antara menerima kembali dengan tidak. Jujur saja ia sangat tidak tega melihat Axel seperti ini, tangannya perlahan bergerak menjauhkan tangan Axel dari pundaknya.


“A-aku butuh waktu” ucap Bianca dengan suaranya yang sedikit bergetar.


Axel menatap kosong ke arah Bianca dan seketika tertawa kosong saat menyadari situasi di hadapannya ini “Apa maksudnya ini? Kau tidak ingin kembali bersamaku? Apa kau menolakku?” tanyanya lirih.


Bianca dapat merasakan betapa sesak dadanya saat ini, hatinya juga terasa perih dan air matanya juga tak henti-hentinya mengalir bersama perasaan bimbangnya itu.


“Aku mohon beri aku kesempatan satu kali lagi saja, jika aku tetap memperlakukanmu sama kau boleh membuangku saat itu juga atau kau juga boleh melenyapkanku. Tapi kumohon kembalilah” ucap Axel lagi yang tak henti-hentinya memohon.


“Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu. Bukan karena kau pergi, perasaan ini sudah lama ada hanya saja aku terus menyangkalnya karena itu hal yang mustahil dan saat kau pergi aku mulai menyadarinya jika perasaan itu benar kalau aku mencintaimu tapi aku dengan bodohnya malah menyakitimu dan membuat kau terluka”


Axel berlutut dan menggenggam tangan istrinya itu “Aku mohon kembalilah”

__ADS_1


Bianca melepaskan tangannya dari genggaman Axel dan menghapus air matanya “Maaf tapi aku perlu waktu” ucapnya


“Bianca kumohon beri aku kesempatan untuk menebus segalanya, aku janji akan berubah dan akan lebih...” ucapan Axel terpotong


“M-maaf, aku tidak bisa” ucap Bianca berbalik masuk kemudian menutup pintu rumahnya dengan cepat bahkan menguncinya.


Tidak, ini tidak benar bukan? kenapa dia justru bersikap seperti ini? Bukankah seharusnya dia senang karena akhirnya Axel benar-benar datang menjemputnya. Pria itu mengatakan mencintainya bahkan ia terlihat sungguh-sungguh di setiap ucapannya tapi ada apa dengan dirinya? Bukan ini yang ingin ia lakukan jika bertemu pria itu, ia bahkan tidak banyak bicara dan hanya menangis menahan sakit dan terus menolak pria itu.


Bianca menyandarkan tubuhnya di pintu sembari menangis terisak-isak, pria itu tak henti-hentinya memanggil namanya dan memohon kepadanya dan juga berkali-kali menggedor pintu rumahnya. Tubuhnya seketika merosot, tangisannya semakin deras sungguh ini sangat menyakitkan untuknya.


"Aku mencintaimu... Kumohon kembalilah” lirih Axel di depan sana


Bianca membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara karena tangisannya sembari menggelengkan kepalanya, ini terlalu sulit untuk ia hadapi “Apa yang harus kulakukan agar kau memaafkanku? Jika kau ingin aku menyerah aku tidak akan melakukan itu, tidak seorang pun yang boleh mengambilmu dari sisiku”


“Aku akan tetap berusaha sampai kau ingin kembali” ucapnya lagi kemudian menggelengkan kepalanya “Tidak, aku akan segera membawamu kembali”


“Mungkin kau masih kaget dengan kedatanganku, aku akan kembali besok untuk sekarang istirahatlah” ucap Axel.


Bianca mendengar suara langkah kaki, ia pun bangkit dari posisinya mengintip dari jendela pria itu perlahan menjauh dari rumahnya. Pandangannya menjadi samar karena air matanya yang terus mengalir menghalangi pandangannya pria itu berjalan gontai, ini pertama kalinya ia melihat pria itu berjalan dengan tidak percaya diri seperti itu.


Brandon melihat Axel berjalan gontai menuju ke arahnya, ia memandang lekat pria itu yang tidak bersemangat sama sekali hingga akhirnya sahabatnya itu masuk ke dalam mobil “Bagaimana? Apa yang terjadi?” tanyanya.


“Dia menolakku” ucap Axel mengusap wajahnya kasar “Dia benar-benar menolakku, sepertinya dia tidak ingin melihat pria brengsek sepertiku lagi” ucapnya frustrasi.


Brandon yang mengerti itu pun tak bertanya lebih banyak lagi, ia membawa Axel pulang kembali ke rumahnya. Ia tahu saat ini yang di perlukan Axel adalah istirahat dan menenangkan dirinya, entah kenapa Axel yang sekarang ini selalu mengingatkannya dengan gambaran Axel di masa lalunya.


Mereka sampai ke rumah Axel tanpa permisi pria itu menyelonong masuk ke dalam kamarnya dan Brandon yang melihat itu hanya menghela nafasnya kasar, ia merasa gelisah dan hatinya menjadi tak tenang melihat sahabatnya yang seperti ini bahkan ia tidak bisa menghibur pria itu.


Aku akan membuatmu kembali, bagaimana pun kau harus kembali bersamaku. Aku tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya dengan kehilanganmu, tunggulah semua akan kembali seperti semula.

__ADS_1


__ADS_2