
Seorang pria terlihat tengah di sibukkan dengan beberapa pekerjaannya lalu beberapa kali juga terdengar suara helaan nafas kasar memenuhi ruangan itu, Axel menghempas kasar bolpoinnya lalu menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya sembari memegang pangkal hidungnya.
“Brengsek!” makinya.
Axel menatap tajam ke arah pintu kerjanya kemudian ia membenarkan posisi duduknya dengan menegakkan tubuhnya lalu mengusap kasar wajahnya saat mendengar kini pintu ruangannya di ketuk lagi.
“Masuk”
Saat pintu itu terbuka terlihatlah seorang wanita yang bekerja sebagai sekretarisnya perlahan berjalan mendekatinya lalu menyampaikan jika ada seseorang yang ingin bertemu dengannya tidak ingin ambil pusing Axel pun menyuruh sekretarisnya untuk memperbolehkan tamu itu masuk tanpa menanyakan lebih lanjut siapa tamu itu.
Tak lama setelah sekretarisnya itu keluar dan menutup pintunya kini pintu itu kembali terbuka dengan suara lembut yang terasa tidak asing di telinganya.
“Honey...”
Axel terkejut mendengar suara itu, ia ingin menyangkal bahwa suara itu bukan suara yang ia kenal namun saat ia mendongakkan kepalanya harapannya itu lenyap karena suara itu benar suara dari seorang wanita yang dulu pernah mengisi hidupnya yang sudah mengkhianatinya dan pergi meninggalkannya saat ia membutuhkan wanita itu di sisinya.
“Apa yang kau lakukan di sini?” ucap Axel penuh penekanan dan matanya yang menatap tajam wanita itu.
“Apa maksudmu honey, tentu saja aku datang karena merindukanmu. Apa salah jika aku merindukan kekasihku?” tanya wanita itu.
Sheryl Lee wanita blasteran Singapura Korea itu adalah wanita yang dulu pernah mengisi hati Axel, wanita yang sangat di cintai Axel. Axel hampir gila saat di tinggal pergi oleh wanita itu. Axel mencintai wanita itu tapi di satu sisi wanita itu adalah wanita yang sangat jahat karena sudah pergi meninggalkan Axel di saat Axel membutuhkannya. Dan kini saat Axel perlahan sudah bisa melupakan wanita itu ia justru kembali menampakkan dirinya lagi membuat situasi hati Axel menjadi semakin rumit.
__ADS_1
Axel tersenyum remeh “Kekasihmu? Apa kau sedang bermimpi?” ucapnya sinis.
“Kenapa kau jadi seperti ini padaku? Apa maksud sikapmu itu honey” ucap Sheryl
Axel bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri wanita itu, sebuah seringaian tercetak di bibirnya saat mendengar perkataan wanita itu “Setelah apa yang sudah kau lakukan padaku? Kau bertanya itu karena tidak tahu atau tidak punya malu?”
Wanita itu memeluk erat Axel lalu menangis “Maafkan aku honey, aku tidak bermaksud seperti itu”
Axel melepaskan pelukan itu dengan kasar “Lebih baik kau pergi dari sini, hentikan sandiwaramu itu kau membuatku muak”
“Karena kau tau cara masuk berarti kau juga tau kan caranya keluar dari sini?” ucap Axel sinis melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya.
Langkahnya terhenti ia terdiam saat mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut wanita itu yang sedang menangis, entah kenapa hatinya terasa sakit saat mendengar tangisan wanita itu.
“Aku mencintaimu, tidak sedikit pun aku pernah melupakanmu. Aku juga sakit karena tidak bersamamu” ucap wanita itu kini sudah berada di belakang Axel dan memeluk tubuh Axel dari belakang dengan eratnya.
“Apa kau benar-benar sudah tidak mencintaiku? Tolong katakan kalau itu semua tidak benar, kumohon” ucap Sheryl terisak dan mengeratkan pelukannya.
Axel terdiam dan membiarkan wanita itu memeluknya, ia tidak tahu harus melakukan apa saat ini otaknya seperti berhenti berfungsi. Ia tidak tahan jika harus menyakiti wanita itu dan membuatnya menangis lagi karena tangisan wanita itu membuat hatinya sakit. Dan juga pelukan ini, ini adalah sesuatu yang sejak lama ia cari, ia membutuhkan pelukan ini sejak lama, pelukan yang membuatnya nyaman dan yang hanya bisa ia dapatkan dari wanita itu.
“Itu bukan kemauanku, aku terpaksa melakukan itu semua. Keadaan yang memaksaku. Aku mohon maafkan aku honey, aku mencintaimu” ucap Bianca lirih.
__ADS_1
Axel melepaskan pelukan itu lalu berbalik menatap wanita itu yang kini sudah berderai air mata dan kini jantungnya bergemuruh, matanya memanas, dadanya juga terasa sesak.
“Kenapa? Kau kan bisa mengatakannya padaku bukan pergi tanpa penjelasan seperti itu!” teriak Axel frustasi
Axel menatap tajam wanita itu “Kenapa kau pergi saat itu? Aku membutuhkanmu, aku mencarimu ke mana-mana tapi aku tetap tidak menemukanmu. Aku sangat terluka, dia meninggalkanku bahkan kau juga pergi menghilang entah ke mana. Apa kau tau betapa hancurnya akh saat itu? Kenapa kau melakukan itu, kenapa?!” bentak Axel
“Karena itu kau, kau tidak seharusnya melakukan itu padaku” ucap Axel lirih menatap sendu wanita itu.
Sheryl menggelengkan kepalanya kembali menangis lalu menangkup wajah Axel “Maafkan aku, itu salahku. Aku sangat bodoh saat itu, aku mengabaikanmu. Aku mohon maafkan aku honey, kau boleh menghukumku kalau kau mau tapi tolong jangan seperti ini” ucapnya terisak lalu memeluk Axel kembali.
Axel melepaskan pelukan itu lalu menghapus air mata wanita itu “Jangan pergi lagi, kumohon” lirihnya.
Sheryl mengangguk bahagia seketika air matanya kembali mengalir “Aku janji aku tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi. Aku tidak akan meninggalkanmu”
“Aku mencintaimu” ucap Axel menarik wanita itu ke pelukannya.
“Aku sangat-sangat mencintaimu honey. Aku terluka hatiku sangat sakit saat mendapat kabar kalau kau sudah menikah, aku pikir kau sudah melupakanku” ucap Sheryl mendongakkan kepalanya menatap Axel lirih.
Axel menggelengkan kepalanya “Tidak, aku hanya mencintaimu sampai kapan pun”
Axel kembali mendekap wanita itu erat, ia tersenyum bahagia akhirnya wanita yang selama ini ia nanti kembali ke pelukannya lagi. Hanya Sheryl lah yang bisa memberikan kenyamanan dan kehangatan seperti ini, ia tidak ingin kehilangan wanita ini lagi.
__ADS_1