Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.8 Tidur Bersama?


__ADS_3

Bianca mengikuti Axel dari belakang mereka berjalan menuju lantai atas ke kamar tidur yang akan di tempati oleh mereka berdua. Sesampainya di kamar mereka pun langsung masuk ke dalam, kecanggungan sekaligus keheningan menyelimuti ruang kamar tersebut.


Jantung Bianca rasanya ingin copot ketika Axel menutup pintu kamar tersebut, entah kenapa hal itu membuatnya jadi sangat gugup. Tapi bukankah itu hal yang biasa bagi wanita? Terlebih lagi sebelumnya ia tidak pernah tidur satu kamar dengan seorang pria.


“Mandilah terlebih dulu” ucap Axel sembari melonggarkan dasinya sambil duduk di atas ranjang.


“Ta-tapi aku tidak punya baju ganti” ucap Bianca pelan namun masih bisa di dengar oleh Axel.


Axel menatap ke arah Bianca selama beberapa detik lalu berjalan menuju lemari yang berada di kamar ini, tangannya bergerak mengambil baju kebesaran miliknya berwarna putih dan sebuah celana panjang berwarna hitam.


“Pakai ini saja, ini bajuku yang aku tinggal di sini saat menginap” ucap Axel sembari memberikan baju itu pada Bianca.


“Te-terima kasih” ucap Bianca berlalu meninggalkan Axel memasuki kamar mandi.


Setelah menutup pintu kamar mandi Bianca meletakkan tangan kanannya di dadanya lalu menatap pantulan dirinya di kaca, sungguh kecanggungan ini membuatnya gugup setengah mati.

__ADS_1


Dengan cepat Bianca membersihkan tubuhnya dengan air hangat ia berendam di dalam bath tub, rasa pegal di tubuhnya sudah sedikit berkurang. Setelah berendam selama kurang lebih dua puluh menitan ia pun bangkit dan membiarkan air mengguyur tubuhnya sebelum ia mengakhiri acara bersih-bersihnya.


Bianca memakai baju yang tadi di berikan oleh Axel untuknya. Harum, baju Axel sangat harum dan parfum yang masih melekat di baju itu baunya sangat menenangkan. Dan jujur saja Bianca sangat menyukai bau parfum yang sering di gunakan Axel.


Bianca melihat pantulan dirinya di kaca wajahnya kini terlihat sedikit memerang dan semakin memerah saat ia mengetahui bahwa pipinya sedang merah. Ia terlihat seperti orang mesum saat ini mencium aroma baju seorang pria sampai membuat wajahnya memerah.


Bianca memikirkan apa yang harus ia lakukan setelah keluar dari dalam kamar mandi ini, ia kembali mencuci mukanya ia sedang gugup sekaligus malu saat ini entah karena apa.


“Hah, tenanglah Bianca. Jantung mohon kerja samanya malam ini” gumam Bianca


Axel menolehkan kepalanya ke arah Bianca dan terlihat bahwa wanita itu sedang gugup sekarang. Wangi dari tubuh Bianca tercium oleh indra penciumannya, mungkin karena Bianca memakai sabun yang ada di kamar mandi sehingga bau tubuhnya terbium wangi Vanilla.


“Aku sudah selesai, se-sekarang kau bisa menggunakannya” ucap Bianca


Axel meletakkan tabletnya ke nakas yang ada di sampingnya lalu berdiri dari sandarannya “Kau tidur saja duluan” ucapnya berlalu masuk ke dalam kamar mandi tanpa menoleh sedikit pun ke arah Bianca.

__ADS_1


Bianca pun menuruti perkataan Axel setelah pria itu menutup pintu kamar mandinya, dengan terburu-buru Bianca pun mulai membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Mengingat dirinya yang memang sudah sangat lelah jadi tak butuh waktu lama untuknya masuk ke dalam dunia mimpi.


Axel keluar dari kamar mandi, pria itu melirik ke arah Bianca yang sudah tertidur lelap sambil meringkuk seperti anak bayi. Axel mengenakan bajunya lalu berjalan ke arah ranjang, ia menarik selimut menutupi tubuh Bianca sampai bahu setelahnya ia pun berbaring di samping Bianca dan terlelap menyusul Bianca di alam mimpi.


Namun beberapa jam kemudian, Axel terlihat gelisah dalam tidurnya keringat dingin mengucur dari keningnya, nafasnya terengah-engah dan di detik itu juga ia bangun terduduk jantungnya berdegup sangat kencang.


Mimpi buruk, sudah lama sekali ia tidak mengalami mimpi terlebih lagi mimpi buruk. Axel mengusap wajahnya kasar ia mengambil tabletnya dan melihat jam yang menunjukkan pukul tiga pagi.


Axel menghadapkan tubuhnya ke samping dan terlihatlah Bianca yang sedang tertidur pulas menghadap ke arahnya. Axel menyunggingkan senyumannya saat melihat wajah polos Bianca dan tangannya tidak bisa untuk tidak menyentuh pipi lembut Bianca. Dan tanpa ia sadari kita jantungnya perlahan kembali berdetak normal seperti biasanya.


Dan saat itu juga Bianca dapat merasakan gerakan di wajahnya tidurnya jadi terusik, ia menggeliat dalam tidurnya lalu memeluk Axel mencari kehangatan dan ia juga menyelusupkan wajahnya pada dada bidang Axel.


Axel terdiam saat Bianca tiba-tiba memeluk dirinya tapi tak lama setelah itu Axel mengangkat sedikit kepala Bianca secara perlahan dan meletakkannya di lengannya untuk di jadikan sebagai pengganti bantal.


Lalu Axel juga balik memeluk Bianca dan perlahan kembali terlelap lagi. Entah kenapa Axel melakukan hal itu, dirinya tidak menolak apa pun bahkan ia tidak merasa risi dan kesal saat wanita itu memeluknya. Itu sungguh aneh bukan? Padahal dirinyalah yang tidak menyukai perjodohan ini bahkan sampai membuat perjanjian konyol. Tapi sekarang ini apa maksud dari perlakuannya? Ia bertindak sangat bertentangan dengan dirinya yang biasanya.

__ADS_1


__ADS_2