Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.95 Pernikahan Alvaro


__ADS_3

Hari pernikahan sahabat Bianca pun tiba, Bianca memandang tubuhnya di pantulan cermin itu. Ia tersenyum ketika gaun yang dipakainya sangat pas, wanita itu duduk di depan meja rias dan memoles wajahnya dengan make-up.


“Hem, cantik” gumamnya ketika riasannya sudah selesai


Pintu itu tiba-tiba terbuka dan menampilkan Axel yang sedang menggendong putrinya, pria itu ternyata sudah rapi dengan setelannya.


"Sayang, apa kau..." Axel tidak melanjutkan ucapannya ketika melihat Bianca


“Aku sudah selesai”


Axel mendekat ke arah Bianca dan hendak mencium istrinya itu, "Jangan coba-coba menghancurkan riasanku” ucapnya.


Axel berdecak dan memutar bola matanya jengah "Lihatlah sayang, Mommy tidak mau mencium Daddy” adunya pada putri kecilnya itu.


Nata terkekeh dan mengambil putri kecilnya itu "Baiklah, kita harus berangkat” ucap Bianca.


Axel menatap Bianca kesal dan berjalan ke bawah, ia menyuruh sopirnya untuk mengantar mereka ke acara pernikahan sahabat istrinya itu. Ketika sudah sampai, mereka turun dan menyuruh sopirnya untuk tetap di sini.


Bianca senang ketika melihat sahabatnya itu "Alvaro...” sapanya ceria.


Sahabat kecilnya itu menoleh dan melihat ke arah Bianca, pria itu langsung memeluk tubuh Bianca. Sebenarnya ini sedikit canggung untuk Alvaro setelah kejadian terakhir namun keduanya memutuskan untuk menganggap hal itu tidak pernah terjadi dan ya, mereka kini kembali berteman seperti biasa meskipun agak sedikit sulit untuk Alvaro pada awalnya.


“Kau datang? Aku pikir kau tidak bakal datang karena suamimu sepertinya tidak akan menyukai ide itu” ucap Alvaro


Bianca tersenyum lebar ternyata sahabatnya ini tipe orang yang sangat peka sampai-sampai mengetahui apa yang sudah terjadi sebelumnya “Tentu saja aku datang ke pernikahanmu” ucapnya.

__ADS_1


Mereka kemudian menyalami Alvaro dan istrinya itu, Bianca begitu bahagia melihat sahabatnya menikah "Kenapa kau menggelar pernikahan di sini jika lusa nanti akan kembali ke luar negeri?"


"Aku ingin melakukannya di tempat kelahiranku”


Axel menatap Alvaro tidak suka, ia menilai bahwa pria itu terlalu banyak bicara dan dengan gerakan pelan Axel memeluk pinggang Bianca dengan posesif ia tersenyum dengan paksa ketika Alvaro menatapnya.


“Kau terlihat sangat cantik”


Axel melotot terkejut, ia kemudian menatap pria itu dengan tajam. Wajahnya sudah kesal akibat mendengar pujian Alvaro, tidak hanya itu saja, istri Alvaro pun merasakan hal yang sama dengan Axel.


“Tapi istriku tentu jauh lebih cantik” ucapnya lagi.


Bianca tertawa kemudian menunduk ke arah putrinya yang berada di dalam gendongannya itu menangis karena suara bising, Bianca menimang putrinya itu agar berhenti menangis.


“Putrimu cantik sekali, dia sangat mirip dengan...” ucapnya terpotong


Alvaro tersenyum sembari menganggukkan kepalanya “Itu benar” ucapnya padahal ia ingin mengatakan kalau putri mereka itu sangat mirip dengan Bianca sewaktu kecil.


“Ayo mommy kita harus pulang sepertinya putriku tidak nyaman dengan tempat seperti ini” ajak Axel menatap tak suka ke arah Alvaro.


Bianca menganggukkan kepalanya setuju “Al, maaf aku tidak bisa lama-lama, putriku rewel sekali” ucapnya


Alvaro mengerti itu dengan Bianca menampakkan wajahnya saja itu sudah cukup untuknya “Hem, tidak apa-apa segera pulanglah” ucapnya tersenyum.


“Kalau begitu sampai jumpa lagi dan selamat atas pernikahanmu, semoga bahagia” ucap Bianca

__ADS_1


Alvaro menganggukkan kepalanya “Terima kasih, kau juga semoga bahagia” ucapnya.


Mereka meninggalkan gedung itu dan berjalan ke arah mobil mereka, Axel masih setia memeluk pinggang Bianca dengan posesifnya.


“Aku sangat tidak menyukainya, apa kau dengar suaranya saat memujimu? Itu menjijikkan sekali dan juga bagaimana bisa seorang pria banyak bicara seperti itu?” ucap Axel dengan wajah datarnya.


Bianca menghentikan langkahnya dan menatap ke arah suaminya itu “Apa kau sedang cemburu, tuan?” godanya.


“Aku cemburu? Dengan pria yang banyak bicara itu? Hah yang benar saja, dia bahkan bukan tandinganku” ucap Axel kesal.


Bianca hanya mangut-mangut sembari menahan tawanya “Tapi kau terlihat seperti sedang cemburu, ah apa aku salah?” ucap Bianca memasang raut wajah ragu.


Suaminya itu terus mengatakan jika Alvaro adalah pria yang sangat banyak bicara padahal menurutnya suaminya ini lebih banyak bicara dan cerewet daripada sahabatnya itu.


Axel menghela nafasnya kasar “Ya aku cemburu, bagaimana bisa aku tidak cemburu, pria sialan itu benar-benar membuat darahku mendidih bahkan hanya dengan melihatnya saja”


“Aku menyukainya”


Axel menoleh ke sampingnya “Apa?”


“Aku sangat suka melihat sisimu yang seperti ini” ucap Bianca sembari berjalan meninggalkan Axel “Karena rasanya seperti kau benar-benar sepenuhnya milikku” gumamnya pelan.


Axel berjalan menghampiri istrinya itu “Kau berniat menggodaku kan, sayang?” tanyanya


“Tidak”

__ADS_1


“Kau menggodaku”


“Tidak”


__ADS_2