Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.67 Awal Kebahagiaan Mereka


__ADS_3

Bianca membantu Axel untuk kembali ke ranjangnya setelah itu ia juga memanggil dokter untuk mengganti perban Axel dan ketika pria itu sudah duduk tenang di ranjangnya Bianca pun melangkahkan kakinya menghampiri kedua mertuanya.


Saat Bianca berada di hadapan Nyonya Kevlar, ibu mertuanya itu langsung memeluk tubuh Bianca dan di balas olehnya “Terima kasih nak, terima kasih...” ucapnya.


“Tolong maafkan putraku, nak” ucapnya memohon pada Bianca sembari mengeratkan pelukannya “Ini semua salahku, jadi mama mohon maafkan dia” ucapnya lagi kembali menangis.


Bianca melepaskan pelukan itu dan menggeleng pelan “Ma, tidak apa-apa. Aku juga bersalah di sini” ucapnya tersenyum sendu.


Bianca menolehkan kepalanya ketika dokter yang menangani Axel datang dan semua orang di minta untuk menunggu di luar kecuali Bianca yang setia menemani Axel di sampingnya. Bianca menatap lekat tubuh suaminya itu banyak sekali yang terluka, matanya berkaca-kaca kemudian ia memalingkan wajahnya lalu air mata yang sudah tertumpuk itu jatuh di saat yang sama Axel meraih tangannya untuk di genggam.


Bianca menghapus air matanya yang mengalir saat pria itu mengelus lembut punggung tangannya, ia menggenggam erat tangan istrinya itu Bianca yang merasakan itu menatap ke arah Axel lekat seolah mata mereka bertemu dan berbicara satu sama lain.


Mereka hanya saling tatap selagi dokter mengganti perban dan selang infus pun sudah di pasang kembali oleh dokter tersebut, berbeda dengan Bianca yang menatapnya dengan wajah sendunya Axel justru menatap istrinya itu dengan perasaan hangat dan senyuman khasnya.


“Untuk sementara jangan terlalu banyak bergerak dan jangan terlalu memaksakan untuk berjalan karena itu akan semakin memperburuk kondisi kaki Anda” ucap dokter tersebut


Bianca menganggukkan kepalanya paham sedangkan pria yang berulah itu hanya diam menatap lekat istrinya, entah apa yang sedang ia pikirkan tapi pandangannya tak teralihkan dari Bianca “Terima kasih dok” ucap Bianca dan dokter itu pun pamit undur diri.


Bersamaan dengan keluarnya dokter itu Bianca pun berniat hendak memanggil yang lainnya untuk masuk namun tangannya justru di tahan oleh Axel “Tunggu a-aku, aku benar-benar tidak tau lagi harus mengatakan apa selain kata maaf karena sepertinya kesalahanku tidak bisa di tebus bagaimana pun caranya”


Bianca kembali duduk dan Axel semakin mengeratkan genggaman tangannya “Aku tau sangat sulit untuk kau memutuskan semua ini, tapi aku janji aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Aku akan bersikap baik mulai sekarang dan seterusnya, jadi aku harap kau mau memaafkan aku dan kembali kepadaku... Aku mohon” ucapnya panjang lebar.

__ADS_1


“Bodoh! Istirahatlah, sekarang aku di sini bukankah itu sudah cukup? Berhentilah memohon seperti itu karena itu tidak cocok untukmu” ucap Bianca tersenyum sendu menatap suaminya itu.


“Aku akan membahagiakanmu, terima kasih. Aku sangat-sangat mencintaimu” ucap Axel


Bianca terdiam dan kembali meneteskan air matanya entah kenapa mendengar pernyataan cinta dari Axel membuatnya seketika melupakan rasa sakit yang ia pendam selama ini, mengetahui cintanya terbalas membuatnya tak bisa menghentikan rasa cintanya yang menjadi semakin menguat.


Axel menghapus air mata istrinya itu “Aku sangat jahat selama ini aku sudah keterlaluan terhadapmu karena itu kau boleh membalasku tapi selain dengan cara menghilang dariku atau menyelingkuhi karena jika itu terjadi mungkin aku bisa mati” ucapnya.


Bianca tertawa kecil ucapan itu terdengar konyol di telinganya “Aku juga sangat mencintaimu bahkan setelah pergi pun aku pikir bisa melupakanmu tapi sampai hari ini tidak sedikit pun perasaan itu hilang hanya saja ketakutan itu sama besarnya dengan perasaanku” jelasnya merasakan sesak di dadanya.


Axel menarik Bianca mendekat ke arahnya lalu memeluk istrinya itu dengan erat “Maafkan aku, maafkan aku Bianca. Aku benar-benar minta maaf sayang” ucapnya tak henti-henti mengucapkan maaf.


“Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu sayang” ucap Axel lagi dan Bianca membalas pelukan itu sama eratnya.


“Kemarilah” ucapnya sembari menepuk-nepuk lengannya.


Dengan ragu Bianca akhirnya berbaring di samping Axel dengan lengan pria itu menjadi bantalannya dan kini mereka berbaring saling berhadapan “Aku tidak akan melepaskanmu lagi, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ucap Axel kembali memeluk istrinya itu.


Bianca tersenyum penuh haru dalam pelukan suaminya itu, benar kata ayahnya Axel benar-benar sudah berubah pria ini semua perkataannya tulus bahkan tatapan matanya saja jauh terlihat berbeda dari sebelumnya, pria di hadapannya ini tulus kepadanya.


Pria itu mengelus-elus kepala Bianca, ia tidak menyangka jika pada akhirnya istrinya itu kembali kepadanya bahkan kini berada di dalam pelukannya.

__ADS_1


Bianca tak sengaja menyenggol sedikit kaki Axel dan langsung dengan cepat menjauhkan kakinya dari kaki Axel yang di perban itu “Jangan lakukan hal seperti tadi lagi, kau membuatku takut. Jika terjadi sesuatu yang lebih buruk dari pada ini mungkin aku akan merasa sangat bersalah seumur hidupku” ucapnya serius.


Axel tertawa kecil “Jangan seperti itu, ini bukan salahmu. Lagi pula ini sama sekali tidak sakit sama sekali” ucapnya.


Bianca mendongakkan kepalanya menatap Axel dengan kening yang mengernyit, entah dari mana datangnya keberaniannya itu Bianca menendang kaki Axel tidak terlalu kuat tapi berhasil membuat pria itu meringis kesakitan dan sontak Bianca tertawa kecil.


Axel menghela nafasnya lega “Syukurlah sepertinya hari ini aku bisa tidur dengan nyenyak” ucapnya.


Bianca kembali menenggelamkan wajahnya di dalam pelukan Axel, ia benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya jika ia tidak kembali bersama pria ini di hadapannya ini. Ia sangat mencintai pria ini, setelah terluka berkali-kali ia tetap bertahan bahkan ia sempat menyalahkan Tuhan karena bersikap tidak adil kepadanya tapi sekarang ia sangat berterima kasih kepada Tuhan karena sudah mendengar doanya meskipun sedikit terlambat tapi ini sangat indah.


Axel berkali-kali mencium pucuk kepala Bianca tak lama setelahnya ia mendorong Bianca sedikit lalu mendongakkan wajah istrinya itu dan mulai saat itu ia mulai mengecup singkat mulai dari kening, kedua matanya, pipi kanan dan kiri, hidung, dagu dan terakhir ia mengecup sedikit lama di bibir Bianca.


“Maaf untuk semuanya dan terima kasih karena sampai akhir masih mencintaiku dan memberiku kesempatan untuk mengubah semuanya, aku sangat mencintaimu” ucapnya kembali mengecup bibir istrinya itu sedikit lebih lama dari sebelumnya.


Setelah ciuman itu terlepas Bianca langsung menenggelamkan wajahnya di dada Axel, wajahnya sangat merah pria itu membuatnya malu. Semuanya benar-benar sudah berubah doanya selama ini terkabulkan, mulai dari sekarang ia yakin bahwa kehidupannya bersama Axel akan baik-baik saja.


Axel mengecup pucuk kepala istrinya itu lagi, ia tersenyum gemas melihat reaksi yang diberikan Bianca “T-tidurlah, pasti tadi tidurmu terganggu bukan. Kasihan sekali si tukang tidurku ini harus bangun sepagi ini” ucapnya gemas.


Jangan tanyakan lagi bagaimana wajah Bianca di dalam pelukan Axel saat ini bahkan kata “tukang tidurku” membuatnya sangat merah karena merasa Axel mengklaim jika dirinya kini menjadi milik pria itu.


Dan tanpa mereka berdua sadari di luar kaca kecil yang ada di pintu ruangan itu Nyonya Kevlar, Mark dan Brandon berganti-gantian mengintip kegiatan mereka kecuali Tuan Kevlar yang hanya mengamati sembari tersenyum melihat si tukang intip ini histeris.

__ADS_1


“Wah paman, bukankah pria itu hanya pura-pura sakit saja bagaimana bisa mencium istrinya di saat kondisi tubuh selemah itu” ucap Brandon menggelengkan kepalanya tak mengerti membuat mereka tertawa mendengarnya.


Ini bukanlah akhir yang bahagia tapi ini barulah awal dari kebahagiaan mereka.


__ADS_2