Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.24 Kembali Bersama


__ADS_3

Sepasang suami istri terlihat tengah duduk bersebelahan di dalam mobil di bangku belakang, keheningan yang menyelimuti di dalam mobil itu membuat itu terasa canggung. Biasanya Bianca selalu duduk di belakang sendirian di antarkan oleh sopir pribadi tapi ini pertama kalinya ia di antar dan duduk bersebelahan seperti ini dengan Axel.


Bianca beberapa kali terdengar menghela nafasnya secara perlahan, ia tidak menyukai situasi ini. Ia hanya diam dan menundukkan kepalanya sembari memainkan tasnya lagi pula pria itu terlihat tidak ingin berbicara dengannya. Memang benar sepasang suami istri tidak harus terus-terusan berbicara saat sedang bersama hanya saja kali ini terasa sedikit aneh seperti ada yang mengganjal namun entah apa itu.


Ketika sampai sebelum dirinya turun dari mobil Bianca melirik sejenak ke arah pria itu, ia terlihat ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu.


“Kenapa?” tanya Axel singkat


Dengan cepat Bianca menggelengkan kepalanya dan keluar dari mobil itu “Terima kasih untuk tumpangannya” ucap Bianca sebelum akhirnya menutup pintu mobil itu.


Setelah turun dari mobil mewah itu Bianca hanya menghela nafasnya beberapa kali sambil memperhatikan seseorang yang berada di dalam mobil itu lewat kaca mobil sebelum mobil itu pergi meninggalkan kawasan kampusnya. Setelah mobil itu pergi barulah ia melangkahkan kakinya memasuki kampusnya.


Bianca berjalan menuju rung kelasnya sambil berpikir apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan hidupnya, kenapa semua ini harus sesulit ini. Ia mengerti bahwa ia tidak boleh menaruh rasa kepada Axel karena pria itu bukan miliknya, tapi ia tidak dapat berbuat banyak karena sepertinya hatinya sudah terpikat pada pria itu. Perasaan seseorang kan siapa yang tahu? Bahkan orangnya sendiri sulit untuk mengendalikan perasaannya, Bianca tidak mengerti perasaan yang sekarang ini ia rasakan rasa suka atau cinta.


Bianca menghela nafasnya “Pasti ini hanya sekedar rasa suka saja bukan?” gumamnya


“Kau suka seseorang?” tanya seseorang sontak membuat Bianca kaget.


“K-kau” ucap Bianca menatap tajam ke arah orang itu.


Pria itu tertawa “Haha maafkan aku, aku tidak tau kau akan sekaget ini” jelasnya.


“Dasar menyebalkan!”


“Wajahmu terlihat lucu berhentilah cemberut seperti itu” ucap pria itu masih tertawa


Sejak hari itu kini Bianca dan Johannes terlihat semakin akrab. Jika bersama pria itu Bianca selalu di buat tertawa entah kenapa meski baru kenal rasanya nyaman di dekat pria itu seperti saat ia bersama Alisya itulah yang di rasakannya saat bersama Johannes. Saat ia bersama Johannes ia dapat tertawa lepas dan melupakan beban yang menumpuk di dadanya sementara meskipun itu hanya sementara tapi ia merasa senang karena hatinya terasa plong.


“Kau sudah menerima surat sidang?” tanya Johannes


“Belum, hari ini aku mau ajukan skripsiku yang baru saja selesai aku revisi ulang” ucap Bianca lalu menghela nafasnya pelan.


Johannes menatap Bianca dalam “Hey, semangat! Tenang saja usahamu tidak akan sia-sia” ucapnya sambil mengacak-acak rambut Bianca.

__ADS_1


“Ya, semoga saja”


“Hem nanti kita ke kafe aku yang bakal traktir, kau mau?” ajak Johannes


“O Johannes... Tumben mau traktir” ucap Bianca meledekinya


“Hanya ingin saja, kalau enggak mau ya udah”


“Baiklah, tapi kau duluan saja aku akan menyusulmu soalnya aku akan sedikit telat hari ini” ucap Bianca menyetujui ajakan Johannes.


Johannes pun tersenyum ke arah Bianca “Ya sudah kalau begitu aku duluan, sampai ketemu nanti” ucap Johannes pergi meninggalkan Bianca.


Bianca melambaikan tangannya ke arah pria itu yang kini berada beberapa meter darinya, ia tertawa kecil saat melihat Johannes bertingkah konyol di kejauhan sana. Setelah pria itu menghilang dari hadapannya beberapa menit kemudian helaan nafas kasar terdengar dari keluar dari mulut Bianca. Padahal baru saja ia tertawa bergurau bersama temannya kini saat sendiri Bianca yang rapuh justru kembali.


**


Axel menatap layar laptopnya dengan serius, matanya menajam saat melihat angka-angka laporan saham perusahaannya. Ia melonggarkan sedikit dasinya lalu menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya, jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang kini waktunya untuk beristirahat. Ia beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju jendela menatap kota Singapura yang baru saja di guyur hujan tersebut.


Pintu ruang kerjanya di buka oleh seseorang, bersamaan dengan bunyi pintu terbuka itu Axel memalingkan tubuhnya menghadap ke arah pintu lalu sebuah senyuman manis tercetak jelas di wajahnya.


Axel membalas pelukan itu “Kau berlebihan, Sheryl” ucapnya


“Huh, apa kau tidak merindukanku?” ucap Sheryl melepaskan pelukannya lalu mengerucutkan bibirnya.


“Maafkan aku, aku hanya bercanda”


Sheryl kembali tersenyum lalu kembali memeluk erat pria di hadapannya itu “Di luar sangat dingin, aku kemari menggunakan taksi”


“Kenapa tidak mengabariku jika ingin kemari, aku kan bisa menjemputmu” ucap Axel yang juga memeluk wanita itu.


Sheryl menggelengkan kepalanya “Aku tau kau sibuk karena itu aku tidak ingin mengganggumu dengan menyuruhmu menjemputku bahkan dengan kehadiranku di sini saja bisa jadi mengganggumu” ucapnya lirih.


Axel tersenyum tulus lalu mengelus puncak kepala wanita yang berada di dalam pelukannya itu “Tidak, kau sama sekali tidak menggangguku” ucapnya.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan memelukmu dengan erat agar kau tidak kedinginan lagi” ucapnya lembut dan sorot mata yang tajam itu memandang lembut ke arah Sheryl “Apa kau sudah makan?” tanya Axel lagi.


Wanita itu menggeleng “Apa ini sudah waktu makan siang?” tanyanya.


“Kau melupakan makanmu hanya untuk menemuiku? Itu tidak baik untuk kesehatanmu Sheryl, lain kali jangan sampai telat makan lagi” ucap Axel tegas mengingatkan kekasihnya itu.


Sheryl mendongakkan kepalanya lalu kembali menggelengkan kepalanya “Tidak honey, itu bukan ‘hanya’ aku datang karena kau merindukanmu sangat...” ucapnya terhenti


“Aku tidak ingin seperti dulu lagi tidak bisa menemuimu bahkan saatku sangat-sangat merindukanmu, aku takut itu terjadi lagi” ucapnya lirih.


Axel menangkup wajah kekasihnya itu “Hey dengarkan aku, sekarang aku di sini disisimu jadi jangan pernah mengkhawatirkan hal seperti itu lagi. Malah aku yang harus khawatir karena itu berjanjilah jangan pernah meninggalkanku lagi dan aku juga akan melakukan hal yang sama”


“Aku berjanji tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi”


Axel mencium wanita itu dengan lembut, kenangan-kenangan di masa lalu mencuat kembali dan Axel sangat menyukai suasana saat ini dan kenangan-kenangan indah mereka dulu.


Axel mengangkat wajah wanita itu menatap hangatnya “Aku mencintaimu, Sheryl” ucapnya lalu mengecup kening wanita itu.


“Aku sangat-sangat mencintaimu, honey” ucap Sheryl menyembunyikan wajahnya di dada bidang Axel dan memeluk erat pria itu.


Setelah beberapa saat Sheryl melepaskan pelukannya pada pria itu “Ayo kita makan, aku sangat lapar” ucapnya.


Saat ia hendak menjauh dengan cepat Axel menarik pinggang wanita itu hingga menempel dengan tubuhnya tak menyisakan jarak di antara keduanya.


“Biarkan aku melihatmu lebih lama lagi” ucap Axel


Sheryl mendorong pelan tubuh Axel “Kau bisa melanjutkannya setelah makan, aku benar-benar lapar saat ini”


“Baiklah, tapi kita pesan makanan saja untuk saat ini kita tidak bisa makan di luar, karena itu akan menimbulkan gosip kita keluar berdua” ucap Axel


“Hem aku mengerti, itu tidak jadi masalah” ucap Sheryl tersenyum manis ke arah Axel.


Axel sedikit merasa bersalah dengan kekasihnya itu meski mereka kembali bersama tapi mereka tidak bisa menghabiskan waktu bersama di luar sana seperti dulu. Itu sangat di sayangkan tapi untung saja kekasihnya itu mau mengerti dan tidak mempermasalahkan keadaan mereka saat ini.

__ADS_1


Ya, sekarang ini yang lebih penting adalah kenyataan bahwa mereka kini sudah kembali bersama lagi.


__ADS_2