
Setelah acara saling mengungkapkan cinta tadi kini ruangan VIP rumah sakit itu berubah menjadi kamar bagi pasangan yang tak henti-hentinya bermesraan. Pria itu menarik dagu wanitanya untuk mendongak menatap ke arahnya, ia tidak bisa menahan senyumnya saat melihat wajah wanitanya itu. Pria itu mendekatkan wajahnya dan bibirnya menyentuh bibir kecil wanitanya itu.
Sesi ciuman itu berhasil membuat kupu-kupu di perut Bianca terbang bahagia ke sana kemari dengan bebasnya, Axel menciumnya penuh penguasaan.
“Arghh! Lebih baik kalian sewa hotel saja untuk kalian berdua bermesraan jangan di rumah sakit” ucap Brandon kesal.
Bianca melepas ciuman itu dengan cepat saat mendengar suara pintu kamar yang terbuka betapa kagetnya ia saat melihat Brandon menerobos masuk begitu saja. Wajahnya sangat merah setelah mendengar perkataan Brandon itu karena pria itu melihat apa yang baru saja mereka lakukan dengan jelas. Bianca memeluk Axel dengan erat dan menyembunyikan wajahnya di dada pria itu karena saking malunya ia tidak bisa menatap sahabat suaminya itu.
“Kau mengganggu saja” ucap Axel menatap kesal ke arah Brandon.
Axel mengusap-usap rambut Bianca dengan pelan dan menatap ke arah sahabatnya itu dengan tatapan membunuhnya
“Ada apa sampai harus masuk tiba-tiba seperti itu?!” tanyanya kesal
“Wah, apa kau sangat tidak tahu diri seperti ini?” tanya Brandon balik kesal karena di perlakukan seperti itu oleh Axel “Setelah menyusahkanku sekarang kau ingin memukulku? Hah, lebih baik kubiarkan saja kau mati di jalan sana agar Bianca tidak datang kemari dan datang ke pemakamanmu” ucapnya kesal.
“Thank you so much Brandonku sayang” ucap Axel bertingkah sok menggemaskan dan berhasil membuat Brandon kesal.
“Menjijikkan!” ucap Brandon menatapnya geli sedangkan Axel hanya tertawa melihat itu.
“Di mana orang tuaku?” tanya Axel
“Aku menyuruh mereka untuk istirahat terlebih dulu di hotel dekat-dekat sini” jelas Brandon
Axel berterima kasih pada sahabatnya itu karena terlalu fokus kepada Bianca ia sampai mengabaikan kedua orang tuanya itu. Tak lama kemudian terlihat sahabat-sahabatnya yang lain masuk bersama istri-istri mereka datang berkunjung.
__ADS_1
“Bianca” teriak Perrie gembira
Bianca yang mendengar teriakan itu pun menolehkan kepalanya lalu melepas pelukannya pada Axel, ia kaget saat melihat kehadiran Perrie dan Sherena ia langsung turun dari ranjang itu dan mendekati istri-istri sahabat Axel itu. Bianca memeluk wanita itu bergantian tapi saat memeluk Sherena, wanita itu mengeratkan pelukannya dan tak sengaja meneteskan air matanya.
“Aku merindukanmu” ucap Sherena sendu
Yang lainnya terdiam terutama para laki-laki yang ada di ruangan itu, ia mengerti kenapa Sherena bersikap seperti itu dan semua mata tertuju pada Dave “Aku tidak bisa membohonginya jadi aku memberitahukan semuanya, maafkan aku” bisik Dave pelan melirik ke sahabat-sahabatnya itu bergantian.
Bianca hanya membalas pelukan Sherena, ia sepertinya tahu kenapa Sherena tiba-tiba memperlakukannya seperti ini. Dan tentu saja bukan semua orang pasti akan tahu jika melihat tayangan televisi Axel yang mencarinya kemarin itu.
“Sekarang tidak apa, semua akan baik-baik saja. Kau akan bahagia” ucap Sherena lagi
Bianca tersenyum dan menjadi berkaca-kaca sembari menganggukkan kepalanya “Terima kasih” ucapnya.
Ruang inap Axel menjadi lebih berwarna dan berisik, melihat semua orang berada di sini membuat Bianca semakin yakin bahwa ini bukan mimpi dan sekarang semua akan baik-baik saja ke depannya.
“Bukankah sudah waktunya, kak?” tanya Bianca pada Sherena
Sherena tersenyum sembari menganggukkan kepalanya “Ini tidak lama lagi” ucapnya senang
“Dia memaksa ingin ikut, melihatnya saja sudah sangat mengerikan seperti akan meledak saat ini juga” celetuk Perrie
Bianca merasa tidak enak hati “Apa kakak datang karenaku? Maaf sampai merepotkan seperti ini” ucapnya.
Sherena menggelengkan kepalanya “Tidak, aku hanya ingin melihatmu karena sudah lama tidak bertemu aku jadi merindukanmu” ucapnya.
__ADS_1
Bianca tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengerti dan ia kembali mengelus-ngelus perut besar Sherena itu.
Sherena tersenyum menatap hangat Bianca, itu benar alasan dia datang kemari adalah karena Bianca. Ia hanya ingin memastikan saja bagaimana keadaannya, ia merasa sangat khawatir kepada Bianca setelah mendengar semuanya dari Dave.
Sebuah tendangan dapat di rasakan oleh Sherena dan telapak tangan Bianca, bayi kecil itu selalu menanggapi elusannya “Wah! Dia menendangnya” pekik Bianca senang
“Sepertinya dia sudah sangat mengenalimu” ucap Sherena.
Semua pria di sana melirik ke arah Sherena dan Bianca yang sangat kegirangan itu “Kapan kau akan memberikannya? Lihatlah dia sesuka itu dengan wanita hamil” celetuk Brandon
Bianca kaget mendengar ucapan tak terduga itu dan menatap Brandon salah tingkah, ia juga melirik ke arah Axel yang ternyata juga sedang menatapnya sembari tersenyum hal itu membuatnya tambah salah tingkah.
“Aku akan menyembuhkan kakiku dengan cepat” ucap Axel menanggapi pertanyaan Brandon itu.
Semua orang di ruangan itu tertawa kecil mendengarnya kecuali Bianca yang kini wajahnya sudah memerah hingga ke telinganya.
“Wah, lihatlah pria brengsek itu” ucap Mark mendapat gelak tawa dari yang lainnya.
Brandon berdehem memanaskan pita suaranya “Sekedar informasi saja Axel suka bermain kasar” celetuknya
Wajah Bianca menjadi semakin memerah ia sudah seperti kepiting rebus saat ini, jantungnya berdegup sangat kencang. Kenapa semua orang suka menggodanya seperti ini?
“Jangan dengarkan dia” ucap Axel menatap Bianca
Bianca berdiri dan menatap ke sembarang arah menghindari tatapan mereka karena malu “A-aku ingin ke kamar mandi” ucapnya.
__ADS_1
Axel menarik bantalnya dan langsung melempar ke arah Brandon “Tutup saja mulut kotormu itu” ucapnya.
Semuanya yang ada di ruangan itu t'ertawa, mereka bersyukur akhirnya Axel benar-benar menyadari semua kesalahannya dan kesulitan yang Bianca dan Axel alami perlahan akan berubah menjadi kenangan indah dan kebahagiaan yang tidak ada habisnya.