Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.90 Kumohon Bangunlah


__ADS_3

Axel membuka pintu ruangan tempat Bianca berada dan masuk ke dalam ruang ICU, di dalam sana terlihat istrinya yang sedang terbaring lemah dengan wajah pucat dan mata yang masih tertutup. Dia mendekati Bianca dan duduk di sampingnya Axel menatap wajah Bianca dengan lekat hingga akhirnya matanya menghangat dan badannya bergetar.


“Sayang...”


Axel menghapus air matanya dan menghela napasnya, ia tersenyum getir ke arah istrinya yang kondisinya sedang mempertaruhkan antara hidup dan mati. Pria itu menggenggam tangan Bianca dengan lembut ia tidak boleh menangis anaknya membutuhkannya, jadi Axel harus tegar untuk menghadapi semua ini


“Sayang” gumamnya lirih sembari mengecup tangan istrinya itu, Axel menghela napasnya dan menahan air matanya "Hey, kenapa kau tidak mau membuka matamu? Apa kau tidak merindukanku? Apa kau tau aku sangat merindukanmu”


Tangannya yang bergetar itu terulur untuk menyentuh puncak kepala istrinya itu dan mengelusnya perlahan, hidungnya kini memerah dan matanya semakin menghangat akibat menahan tangisnya.


"Dia perempuan sayang, anak kita perempuan" Axel menitikkan air matanya tidak bisa di tahannya lagi "Dia sangat cantik sama sepertimu"


Axel tersenyum dan terus bercerita sembari menggenggam erat tangan istrinya itu "Tangisan putri kita sangat kuat sampai-sampai aku dan para dokter menutup telinga, itu sangat berisik tapi putri kita hebat dia sangat kuat sama seperti ibunya" Axel mengecup tangan Bianca "Sayang sekali, aku tidak bisa memegang dan menggendongnya” ucapnya.


Axel menghela nafasnya “Dokter mengatakan bahwa putri kita harus berada di dalam inkubator terlebih dahulu dan mereka melakukan yang terbaik untuk putri kecil kita. Tapi, dokter sudah mengatakan bahwa anak kita tidak ada gangguan kesehatan”

__ADS_1


Axel menatap wajah Bianca yang lebam dan ada luka di pipinya itu, mata lentik milik istrinya itu enggan untuk terbuka walaupun hanya sedikit. Di sini hanya terdengar suaranya dan monitor pasien untuk melihat perkembangannya.


“Bukankah dia sangat hebat, sayang? Kau berhasil melahirkan anak yang sama hebatnya denganmu” ucapnya tersenyum rapuh menatap istrinya "Ayo buka matamu sayang, kita lihat putri kecil kita itu bersama”


Axel memalingkan wajahnya tidak tahan melihat kondisi istrinya "Aku tidak akan memaafkanmu jika kau pergi meninggalkanku! Aku akan menghancurkan tanamanmu jika kau berani pergi dariku!" marahnya dengan air mata yang mengalir "Kau tidak mau aku melakukan itu kan? Jadi bangunlah, buka matamu atau aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri"


Axel menopang kepalanya ke tangan istrinya ia menangis, memang ini jauh lebih menyakitkan dari yang dia kira.


“Kau adalah wanita yang hebat dan kuat, aku tahu kau mendengarkanku..." Axel mendongak, “Jika kau seperti ini karena kecewa kepadaku, bangunlah kau boleh memukulku sepuasmu tapi jangan sakit seperti ini”


Pintu ruangan tersebut terbuka dan menunjukkan kedua orang tua dan mertuanya. Mereka melihat ke arah Axel dan Bianca dengan tatapan terpukul oleh kejadian yang menimpa anak-anak mereka itu. Mereka mendekatinya dan menatap Bianca tajam dengan tatapan penuh kekhawatiran itu.


“Kau istirahatlah sebentar” ucap tuan Frans, ayah mertuanya.


Axel menggelengkan kepalanya dan masih menatap istrinya "Tidak, biarkan aku menjaganya” pintanya lirih

__ADS_1


Tuan Frans membawa Axel ke dalam pelukannya "Aku tahu anakku akan bangun, tenanglah dia bukan wanita yang lemah” ucapnya meyakinkan Axel jika putrinya itu akan baik-baik saja.


“Maafkan aku, ini semua karena salahku”


Tuan Frans melepaskan pelukannya dan menatap Axel, ia melihat sorot mata Axel yang terluka dan ketakutan akan kehilangan istrinya itu.


"Tidak, ini bukan salahmu. Kau sudah menjaganya dan kau juga sudah melindunginya jadi jangan menyalahkan dirimu lagi”


Mereka semua menyusut air matanya, kejadian yang menimpa mereka ini benar-benar tak terduga mereka terlalu menyepelekan tentang keselamatan keluarga mereka hanya karena semua ini telah lama berlalu.


“Pulanglah ke rumahmu, istirahatlah sebentar dan ganti pakaianmu itu. Tubuhmu itu juga butuh istirahat, biar kami yang menjaga Bianca” ucap ayah mertuanya itu.


Axel masih menatap Bianca lalu ia menganggukkan kepalanya, ia keluar dari ruangan tersebut dan membiarkan keluarganya menjaga Bianca. Namun bukannya kembali ke rumah ia malah menyuruh pelayannya untuk mengantarkan pakaian ke rumah sakit dan ia tetap berada di sana hanya saja kini ia berada di lantai atas rumah sakit tersebut di salah satu ruangan VIP yang akan di gunakannya.


Axel tidak akan meninggalkan rumah sakit ini, dia akan terus di samping Bianca sampai istrinya sadar.

__ADS_1


__ADS_2