Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.58 Menemukannya


__ADS_3

Brandon sedang berada di Pioner saat ini, sudah tiga harian ia berada di tempat kelahirannya itu. Di luar sangat dingin, hujan terus melanda kota kelahirannya itu selama ia berada di sana Brandon menatap sebuah kafe yang terlihat tidak begitu ramai dan memutuskan untuk memasukinya berniat untuk menghangatkan tubuhnya dengan minuman hangat.


“Hangatnya” gumamnya sembari merasakan hantaran panas dari cangkir kopinya itu.


Brandon memainkan ponselnya dan membuka akun sosial medianya tangannya terus bergerak menggulirkan ke bawah hingga akhirnya jarinya terhenti di sebuah video heboh sahabatnya. Brandon menghela nafasnya ini sudah tiga hari sejak berita itu muncul tapi masih saja bertahan di media sosial, sahabatnya itu benar-benar tidak berhenti mencari istrinya.


Setelah beberapa menit berada di dalam kafe tersebut, kopinya pun sudah habis ia keluar dan menuju mobilnya dan melajukannya mengitari jalanan kota yang tidak besar ini. Matanya melirik ke kanan dan kiri mencari toko bunga untuk ibunya, kata ibunya ini semacam hukuman karena ia datang tidak membawa kekasih, bukankah itu lucu? Di cuaca yang seperti ini ke mana ia harus mencari toko bunga yang buka terlebih lagi ia tidak terlalu hafal toko-toko yang ada di sini.


“Memangnya kampung seperti ini ada jual bunga?” gumamnya kesal sembari matanya yang fokus antara jalanan dan toko di kiri kanannya.


Brandon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu hingga akhirnya ia menemukan sebuah toko bunga kecil setelah berkeliling kurang lebih tiga puluh menit, Brandon bernafas lega karena menemukannya jika bukan ibunya yang menginginkan bunga ia tidak bakal keliling seperti ini untuk mencarinya.


Brandon turun dari mobilnya dan berjalan mendekati toko bunga itu, ia berjalan ke sudut ruangan melihat-lihat bunga yang cantik untuk berikan kepada ibunya. Saat ia memutar tubuhnya melihat ke sekeliling matanya menangkap sosok yang sedikit familier untuknya tapi tidak terlalu yakin karena hanya dari samping.


“Ada yang bisa saya bantu tuan?” tanya pelayan toko itu mengejutkannya.


“Ah iya, aku ingin membeli bunga” ucapnya.


Di saat yang bersamaan wanita yang berdiri di kasir itu melangkah pergi dari sana, Brandon yang awalnya fokus pada bunga terkejut karena wanita itu memang ia kenal. Saat ingin melangkah mendekati wanita itu Brandon tertahan oleh pelayan toko bunga itu.


“Bagaimana dengan ini tuan?” tanya pelayan toko itu lagi.

__ADS_1


Brandon melirik sekilas ke arah bunga tersebut “Baiklah, itu bagus. Tolong rangkaikan lima puluh tangkai” ucapnya seperti sedang terburu-buru.


Saat ia memalingkan wajahnya ke belakang wanita tersebut sudah hilang dari pandangannya, ia kehilangan wanita itu tapi setidaknya ia tahu di mana keberadaan wanita itu.


Brandon menunggu dengan gelisah, karena sepertinya bunganya belum selesai ia pun berjalan ke arah kasir “Maaf, aku ingin bertanya. Wanita yang sebelumnya apa sering datang kemari?”


Wanita yang berada di hadapannya itu tersenyum “Benar tuan, nona itu sering datang kemari kadang dalam satu minggu bisa tiga sampai empat kali dia kemari” jelasnya.


Brandon menganggukkan kepalanya paham “Apa aku bisa memintq bantuanmu?”


“Apa yang Anda butuh kan tuan?” tanya pelayan itu menatapnya waswas.


Brandon mendengus kesal, ia tahu ini akan terjadi siapa pun pasti akan mencurigainya tiba-tiba menanyakan hal seperti itu. Brandon mengeluarkan dompetnya, mengambil kartu namanya dan memberikannya kepada pelayan itu.


Wanita kasir itu menganggukkan kepalanya “Apa yang bisa saya bantu tuan?” tanyanya.


“Simpan kartu nama ini, di sini ada nomor ponselku. Jika nanti dia datang kemari lagi tolong segera hubungi aku” pintanya.


Tak berselang lama bunganya pun sudah siap di rangkai Brandon menyelesaikan pembayaran dengan cepat, sebelum keluar dari toko itu ia kembali mengingatkan kasir itu untuk menghubunginya saat wanita itu datang kemari.


“Terima kasih, tolong hubungi aku” ucapnya di ambang pintu toko bunga tersebut.

__ADS_1


Ia masuk ke dalam mobilnya lalu mengambil ponselnya yang ia letakkan di tempat duduk penumpang di sampingnya, dengan cepat tangannya bergerak mencari nama sahabatnya saat menemukannya ia langsung menekan tombol panggilan.


Setelah tiga kali berdering akhirnya Axel menjawab panggilan teleponnya itu “Aku menemukannya” ucap Brandon langsung.


“Apa itu Bianca? Di mana, apa kau yakin?” Axel melontarkan banyak pertanyaan kepadanya.


“Aku yakin tentang itu, aku tidak sengaja sekilas melihatnya hari ini. Cepat datanglah kemari” suruhnya.


“Baik, aku akan pulang sebentar mengambil pakaianku” ucapnya.


Brandon mengakhiri panggilan telepon tersebut, ia tidak bisa menahan senyumannya sahabatnya itu terdengar sangat bahagia. Brandon menyalakan mobilnya meninggalkan toko bunga tersebut, sepanjang jalan ia berharap saat Axel dan Bianca kembali bertemu mereka bisa berbicara dengan baik dan ia juga berharap agar Bianca ingin menerima Axel kembali.


Di sisi lain ketika Brandon menghubunginya dengan cepat ia menyelesaikan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi itu dan menghubungi ayahnya meminta untuk menggantikannya karena ia menemukan Bianca. Tentu saja ayahnya dengan senang hati membantu anaknya itu, setelahnya dengan kecepatan tinggi ia kembali ke rumahnya menyiapkan pakaiannya selama berada di sana karena pikirnya pasti tidak mudah untuk mencari pasti keberadaan Bianca terlebih Brandon hanya melihat istrinya itu sekilas.


Di senja hari itu juga Axel langsung melajukan mobilnya menuju Pioner untuk mencari istrinya sekalian mengunjungi keluarga sahabatnya itu. Axel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi seperti tidak punya banyak waktu lagi, bagaimana tidak yang ia cari selama ini berada tepat di depan matanya bagaimana ia bisa menundanya lebih lama lagi.


“Aku akan segera menemukanmu” gumamnya


Jantungnya berdegup sangat kencang setelah sampai di sana ia harus segera menemui istrinya itu. Sampai di sana nanti ia tidak akan menundanya dan akan mengungkapkan yang sebenarnya, ia juga akan mengutarakan cintanya.


Setelah dua jam setengah perjalanan akhirnya Axel sampai di rumah sahabatnya itu, ia sedikit kesasar karena tidak begitu ingat lagi letak pasti rumah Brandon. Tapi sesampainya di rumah Brandon ia di tahan oleh orang tua Brandon dan di suruh untuk istirahat terlebih dahulu dan Brandon pun menyarankan hal yang sama.

__ADS_1


Axel pun memutuskan untuk istirahat malam ini dan mulai mencari istrinya itu besok, Brandon juga mengatakan jika ia meminta bantuan dengan kasir di toko bunga tempat biasanya Bianca datangi.


Aku akan menemukanmu segera, tunggulah. Mulai sekarang semuanya akan baik-baik saja


__ADS_2