Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.39 Apa Aku Bisa Melakukannya?


__ADS_3

Bianca pergi menuju kafe seorang diri dan sebelumny ia sempat menghubungi Johannes untuk menemuinya di kafe dekat kampus tempat biasa mereka nongkrong. Bianca menatap pelayan yang berlalu lalang sembari menikmati coklat panas kesukaannya itu hingga akhirnya pun sosok yang ia tunggu datang mendekatinya.


“Maaf aku telat” ucap Johannes sembari duduk di kursi yang ada di hadapan Bianca.


Bianca hanya tersenyum kemudian menunduk, Johannes menatap heran ke arahnya Bianca terlihat seperti orang sakit di mata Johannes “Ada apa, kau sakit?” tanyanya.


Bianca mengangkat kepalanya lalu tersenyum tipis “Tidak, aku baik-baik saja. Kau tidak pesan makanan?”


“Ah iya, aku lupa”


Johannes memesan makanannya dan menunggunya, sesekali ia melirik Bianca yang hanya berdiam diri di mejanya sambil melamun bahkan saat wanita itu menyantap makanannya terlihat tidak niat dan kebanyakan memainkannya saja.


“Kau ada masalah?”


Bianca kaget lalu menatap Johannes dan tersenyum “Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” tanyanya heran.


“Kau tidak terlihat baik-baik saja, moodmu juga sepertinya sedang tidak bagus” ucap Johannes sembari duduk di kursinya.


Bianca hanya tersenyum Johannes sangat peka sebagai seorang pria “Kau memanggilku kemari untuk bercerita bukan?” tanyanya lagi.


Bianca menganggukkan kepalanya “Ya, itu benar”


“Ada masalah apa? Apa ini tentang suamimu?”


Bianca terdiam, telapak tangannya mendadak dingin. Ia menggigit bibirnya dan matanya sedikit memanas Bianca hanya menganggukkan kepalanya saja.


“Apa yang terjadi?”


“Aku lelah, mungkin ini terdengar memalukan” Bianca menarik nafasnya “Pernikahanku terjadi bukan karena saling suka ini terjadi di sadari sebuah perjanjian” ucap Bianca semakin lama suaranya semakin mengecil.


Johannes terkejut “Apa? Kenapa bisa?”


Bisnis menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecut “Ini semua terjadi karena perjodohan” jelas nafas terdengar begitu kasar Bianca pun perlahan mulai menceritakan apa yang sebenarnya yang sedang terjadi kepadanya.

__ADS_1


“Lalu kau, bagaimana denganmu? Apa kau mencintainya?” tanya Johannes


Bianca terdiam sejenak dan menundukkan kepalanya tak bisa menjawab pertanyaan itu.


“Kau mencintainya, kenapa kau bisa mencintainya?” tanya Johannes lagi saat melihat tingkah di Bianca ia anggap sebagai jawaban iya.


“Entahlah, awal pernikahan kami baik-baik saja, dia juga memperlakukanku dengan lembut mungkin saja karena itu aku jadi menaruh harapan padanya dan aku mencintainya secara sepihak”


“Suamiku memiliki kekasih dan sekarang sikapnya berubah, dia tidak lagi bersikap baik padaku dan itu membuatku sakit hati”


Bianca menghapus air matanya yang jatuh tanpa ia sadari ia terbawa suasana saat menceritakan semua itu.


“Tapi kenapa kau harus menerima perjodohan itu?”


“Aku hanya tidak ingin orang tuaku kecewa pada awalnya dan sekarang aku benar-benar mencintainya”


Percakapan mereka terus berjalan panjang, Bianca menceritakan hampir semua penderitaannya dam Johannes mendengarkan cerita itu dengan baik dan menenangkan Bianca.


“Kau tidak selamanya ada untuk di sakiti” ucap Johannes


Bianca menatap Johannes lekat mencari jawaban “Apakah aku harus melakukannya juga?”


Johannes menggelengkan kepalanya cepat “Jangan melakukannya karena mengikuti perkataanku tapi ikuti kata hatimu dan pikir-pikirlah terlebih dulu”


Bianca terdiam begitu pula dengan Johannes, Bianca benar-benar tidak tahu harus melakukan apalagi. Johannes kembali mengatakan sesuatu yang membuat Bianca kembali memikirkan serius perkataannya.


“Jika meninggalkannya itu lebih baik dan tidak ada cara lain lagi selain itu lakukanlah. Jika tidak kau harus tetap bertahan melewati semua itu”


Bianca terdiam, memang benar ucapan Johannes. Tapi hatinya memaksa untuk tetap berada di sisi Axel sedangkan egonya menyetujui ucapan Johannes.


“Apa aku bisa melakukannya?”


“Entahlah tapi kau bisa mencobanya” ucap Johannes. Bianca menghela nafasnya dan menatap lirih Johannes, jujur dirinya merasa bimbang.

__ADS_1


“Aku tidak memaksamu, itu keputusanmu. Dan aku juga tidak berhak untuk ikut campur dalam masalah ini” Johannes menatap Bianca iba.


“Kau wanita yang baik, semua ini akan berlalu, percayalah” ucap Johannes menyemangati Bianca.


“Aku tau kau wanita yang kuat dan kau pasti mampu bertahan di sisinya tapi jika kau merasa tidak kuat lagi apa pun keputusan yang kau ambil saat itu adalah yang terbaik. Kau bebas memilih karena itu menyangkut dirimu jangan pikirkan orang lain”


**


Sheryl Lee berjalan mondar-mandir di kamarnya, ia memegang ponselnya dengan perasaan gelisah. Hingga akhirnya ponsel itu berdering sebuah senyuman pun terbentuk di bibirnya menunjukkan jika seseorang yang ia tunggu akhirnya menghubunginya.


“Bagaimana? Apakah semuanya berjalan dengan lancar?”


Terdengar suara seorang pria yang sedang tertawa di seberang sana “Kau tenang saja sayang, sepertinya dia akan meninggalkan pria bodoh itu tak lama lagi”


“Bagus, kau harus membantuku hingga akhir. Kita harus melakukannya sebaik mungkin” ucap Sheryl.


“Lakukan saja apa pun yang kau mau bahkan menghancurkannya sekalipun, wanita ja**ng itu pantas mendapatkannya” sambungnya tertawa lepas.


“Tenang saja, aku akan mengawasinya dengan baik. Kau juga lakukan bagianmu dengan baik. Jangan sampai jatuh cinta kepadanya lagi”


Sheryl menyeringai “Yang benar saja, kenapa aku harus jatuh cinta kepada pria breng**k itu”


“Aku hanya takut kau kembali dengannya”


Sheryl tertawa “Tidak mungkin honey, ini tidak lebih dari rencana kita jadi kau jangan khawatir. Kau juga jangan lupa untuk terus mendesaknya, awasi dia dan aku akan merayu pria bodoh itu” ucap Sheryl bangga.


“Maaf karena aku melibatkanmu, aku mencintaimu sangat” ucap Sheryl.


Pria bernama Johannes itu melayangkan kecupan udara “Aku lebih mencintaimu” ucapnya.


Sheryl Lee menutup sambungan telepon itu, ia tersenyum sinis. Akhirnya hal yang ia tunggu akan berjalan dengan lancar.


“Tunggu saja, aku akan membuat semuanya hancur” gumamnya geram.

__ADS_1


__ADS_2