Di Paksa Menikah

Di Paksa Menikah
Ep.97 Menjadi Lebih Terbuka


__ADS_3

Axel menarik tangan istrinya itu lalu meletakkannya pada dadanya "Kau bisa merasakan jantungku bukan?" Bianca hanya menganggukkan kepalanya saja dan menatap suaminya itu lekat.


Axel tersenyum “Jantungku selalu berdetak begitu hebat ketika bersamamu, mungkin ucapan ini sulit untuk di percaya tapi ini memang kenyataannya”


Pria itu menggenggam tangan Bianca erat "Kau selalu menyentuh hatiku yang paling dalam bukan hanya itu saja kau juga membantuku menyembuhkanku dari luka lama”


Bianca mendengarkan suaminya itu dengan saksama “Kau percaya padaku kan?” tanya Axel dan diangguki oleh Bianca dan membuatnya tersenyum “Karena itu untuk ke depannya tolong percayalah padaku juga, aku tidak akan mengecewakanmu” ucapnya.


Axel mencium kening Bianca "Aku tahu ketakutan itu selalu ada tapi aku bersumpah bahwa yang kau takuti itu tidak akan pernah terjadi karena aku mencintaimu apa adanya"


Axel mengusap air mata Bianca yang jatuh begitu saja "Aku punya wanita yang begitu hebat di sisiku saat ini, aku melihat betapa kerasnya kau berjuang demi diriku dan kau juga berjuang keras demi anak kita saat kau mengandung, kau juga selalu sabar untuk menghadapi itu semua”


“Dan aku tidak mungkin meninggalkan wanita yang telah berkorban banyak untukku begitu saja bahkan kau memberiku kebahagiaan yang berlipat ganda”


Bianca memeluk suaminya itu dengan erat "Jangan membuatku menangis” ucapnya lirih.


Axel terkekeh dan membalasnya pelukan itu ia mengecup istrinya dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Bianca, Bianca menjauhkan tubuhnya dan tersenyum ia membiarkan suaminya itu mengusap air matanya.


"Aku tidak tahu kenapa aku seperti ini tapi aku sangat senang, kau selalu menyadarkanku dan kau selalu meyakinkanku" ucap Bianca.


"Aku sungguh mencintaimu, mommy dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi"


Bianca tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ia mengalungkan tangannya di leher suaminya itu lalu bergerak mencium bibir Axel sekilas.


"Aku mencintaimu, suamiku” ucapnya sembari mencium bibir suaminya itu lagi "Aku sangat bahagia bersamamu”


Axel tersenyum dan menyeringai ia hanya diam dan membiarkan Bianca menciumnya, namun di sela-sela ciumannya Axel tersenyum ketika istrinya itu mencoba memimpin ciumannya. Namun ternyata Bianca tidak begitu ahli tak menunggu lama Axel menarik tengkuk istrinya itu dan membalas ciumannya, ia kemudian mengangkat wajahnya dan menyatukan kening mereka.

__ADS_1


"Jangan menggodaku seperti itu mommy, karena aku bisa saja menerkammu saat ini juga" ucap Axel.


Bianca terkekeh dan melihat mata Axel lagi ia membiarkan suaminya yang hendak menciumnya lagi. Namun saat mereka ingin memulainya kembali tiba-tiba ada suara tangisan bayi yang sangat menggelegar masuk ke dalam telinga mereka.


"Well, anakku protes karena aku hendak bermesraan dengan ibunya. Sepertinya ia tidak mengizinkan aku untuk bermesraan dengan wanita lain selain dirinya” ucap Axel ingin kesal tapi tidak bisa karena yang mengganggunya adalah putri kecilnya sendiri.


Bianca terkekeh dan mengecup bibir Axel sebelum ia turun, ia berlari kecil karena dirinya menggoda Axel dengan ciuman itu.


"Mommy! Kau harus membayar utangmu nanti!" teriak Axel di dalam kamar mandi.


...****************...


Bianca baru saja selesai menghidangkan dan makan siang bersama keluarga kecilnya itu dan menyuapi gadis kecil cantiknya itu. Ia tersenyum melihat anaknya yang bermain dengan suaminya itu, ia melepaskan celemeknya dan menghampiri mereka berdua.


Axel tiduran dengan bayinya yang berada di atasnya. Ia tersenyum melihat Ayana yang tertawa, hingga tiba-tiba anaknya menangis karena melihat Axel yang bersin.


Bianca terkekeh dan ikut duduk di sebelah Axel "Sepertinya Ayana mengantuk, sayang" ucap Bianca.


Axel menoleh "Sayang? Apa aku tidak salah dengar?"


Bianca menjadi gelagapan kemudian mengalihkannya dan mengambil Ayana, ia kemudian pergi ke atas meninggalkan Axel di sana. Ia memang jarang bahkan bisa di bilang tidak pernah memanggil suaminya itu dengan ucapan sayang saat berbicara seperti ini kecuali saat sedang ada drama di rumah tangganya itu.


"Kau memanggilku seperti itu kan, mommy? Benarkan, aku tidak salah dengarkan?"


Axel terkekeh melihat Bianca yang malu-malu seperti ini, ia memegang dadanya yang berdegup sangat kencang. Jujur saja dirinya sangat senang ketika istrinya itu memanggil 'sayang' padanya, pria itu berguling ke sana kemari karena rasa senangnya sedang mencuat-cuat tanpa memperdulikan kemungkinan pelayan di rumahnya melihat dirinya.


Pria itu bangkit dan tertawa “Astaga, manisnya” gumamnya pelan

__ADS_1


Axel pergi ke atas menyusul istrinya dan bersenandung ria, pria itu bahkan menari-nari tidak jelas sembari berteriak-teriak sehingga membuat pelayannya terkekeh geli. Axel tidak menghiraukannya ia kemudian membuka pintu kamarnya "Sayang?" teriak Axel


Bianca menoleh dan mengisyaratkan Axel untuk tidak teriak-teriak ia menimang bayi yang habis ia beri makan dan mandikan tadi dan membuatnya terlelap, Axel mendekat ketika Bianca masuk ke dalam kamar bayinya itu.


“Dia tidur”


Bianca menyelimuti anaknya dan tersenyum "Iya, dia tidur."


Axel memeluk Bianca dengan lembut "Dia cantik, sama seperti ibunya” Pria itu mencium leher Bianca dengan sayang "Kau sangat harum, aroma bayi” ucapnya masih menghirup aroma istrinya itu.


Bianca terkekeh aroma bayi itu ternyata menempel pada tubuhnya, ia membalikkan tubuhnya dan mengalungkan tangannya di leher Axel.


“Mau tidur lagi, daddy” goda Bianca


Axel mengerutkan dahinya "Tidur siang?"


Bianca hanya tersenyum dan tidak menggubris perkataan suaminya itu, hingga tiba-tiba Axel menatapnya terkejut saat selesai mencerna perkataan istrinya itu dengan baik.


“Apa sudah bisa?” tanya Axel bersemangat


Bianca menganggukkan kepalanya “Hem, bisa” ucapnya malu-malu.


Dengan senang Axel mengangkat tubuh istrinya itu, Bianca terkekeh malu dan ia juga tersenyum sensual kepada istrinya itu. Lalu, dibaringkannya tubuh Bianca di atas ranjangnya, Axel bergerak ke arah pintu dan menguncinya kemudian mendekat ke arah Bianca yang berada di atas ranjang itu.


"Untuk berjaga-jaga, takut ada orang yang mengganggu" bisiknya parau di telinga Bianca.


Hingga hal itu pun terjadi mereka melakukannya lagi atas dasar cinta, sebuah hubungan suami istri yang lazim dilakukan bagi yang sudah menikah. Mereka menumpahkan semua kerinduan itu di sana dan melepasnya juga bersama-sama.

__ADS_1


Axel terengah-engah setelah melepaskan semuanya, ia kemudian mengecup kening Bianca dan memeluknya. Lalu bibirnya bergerak membisikkan kalimat-kalimat cinta di telinga Bianca, hingga akhirnya mereka berdua kembali tertidur dengan posisi yang saling berpelukan dengan tubuh polos yang hanya di tutupi dengan selimut.


__ADS_2